4 Bisnis Startup Asli Indonesia yang Menjadi Unicorn

Mendirikan sebuah bisnis startup yang baru merintis tentunya tidak mudah. Tetapi walaupun tidak mudah, beberapa start up Indonesia di bawah ini telah membuktikan, bahwa menjadi usaha yang besar bukanlah sebuah masalah. Terlebih jika semua hal tersebut disertai dengan kegigihan dan kesungguhan kerja.

Ingin tahu apa saja 4 bisnis startup asli Indonesia yang sekarang telah menjadi unicorn dan ikut meramaikan ekonomi kita? Yuk simak informasinya di bawah ini.

GO-JEK

bisnis startup gojek
sumber : mataaangin.com

Siapa yang tak tahu GO-JEK?. Perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini sukses menjadi salah satu bisnis startup Indonesia yang membawa dampak positif di kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Terutama di kota-kota besar. Perusahan ini bahkan merupakan salah satu startup di Indonesia yang dijuluki Unicorn Startup. Atau startup yang sudah punya nilai jual paling tidak $1 milyar.

Berawal dari Go-Ride, layanan ojek daring yang bisa dipesan kapanpun dan dari manapun. Startup Indonesia yang berdiri di 2010 ini mengembangkan fitur-fitur lain yang berguna bagi kehidupan sehari-hari. Layanan taksi online Go-Car, pesan antar makanan Go-Food, pengiriman barang Go-Send, pengangkutan barang dalam mobil Go-Box, jasa titip beli Go-Mart, layanan pijat panggilan Go-Massage, jasa pembersihan rumah Go-Clean, hingga perawatan kecantikan yang hadir ke rumah Go-Glam.

Karena kesuksesannya, pada Agustus 2016 startup Indonesia ini memperoleh suntikan dana sebesar US$550 juta dari sebuah konsorsium internasional. Selain itu, GO-JEK juga berhasil mendapatkan ASEAN Entrepreneur Award dari World Knowledge Forum di Seoul, Korea Selatan pada Oktober 2016 lalu. Startup Indonesia ini tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tapi juga sudah melanglang buana dengan membuka kantor perwakilan di luar negeri.

Sudah lebih dari 50 kota di Indonesia yang telah tersentuh layanan gojek dan rata-rata mereka puas dengan pelayanan yang diberikan. Tak hanya di Indonesia saja, kini gojek juga menyebarkan ekspansinya ke luar negeri yaitu ke Thailand dan juga Vietnam.

Baca juga:  7 Brand Indonesia Istimewa, Rasa Lokal yang Mendunia

Traveloka

traveloka go international
sumber :indozone.com

Untuk orang-orang yang sering bepergian, baik untuk urusan bisnis maupun berlibur, rasanya slogan “Traveloka dulu” sudah tidak asing lagi. Ya, slogan tersebut sukses membuat Traveloka, startup Indonesia yang didirikan Ferry Unardi (CEO), Derianto Kusuma (CTO), dan Albert Zhang (Head of Design) ini, menjadi pilihan utama dalam memesan tiket transportasi pesawat, kereta api, hingga akomodasi seperti hotel dan penginapan lainnya.

Didirikan pada 2012, bisnis startup Indonesia ini awalnya hanya melayani pencarian perbandingan harga tiket pesawat dari berbagai situs. Hingga pada pertengahan 2013 startup Indonesia ini merambah pelayanan pemesanan tiket pesawat secara mandiri. Setahun kemudian di pertengahan 2014 Traveloka memasuki bisnis pemesanan kamar hotel dan membuat aplikasi yang gratis diunduh di Play Store. Untuk device berbasis Android dan App Store untuk iOS. Startup Indonesia ini berhasil memperoleh pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti East Venture, Expedia, dan beberapa investor lain. Total investasi yang diterimanya hingga kini senilai US$500 juta atau Rp6,75 triliun. Layanan Traveloka kini tidak hanya dapat dinikmati di Indonesia, tapi juga negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.

Tokopedia

tokopedia
sumber : mediaIndonesia.com

Startup Indonesia ini merupakan salah satu situs belanja online (e-commerce) terlaris di Indonesia sejak resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2009 lalu. Perusahaan yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison ini menjadi perusahaan bisnis startup pertama Indonesia dan Asia Tenggara. Yang mendapatkan pendanaan sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc. (SIMI).

Baca juga:  Kisah Inspiratif 4 Tokoh Difabel Sukses di Indonesia

Pada Agustus 2017, startup Indonesia ini menerima investasi dari perusahaan asal Tiongkok, Alibaba, sebesar US$1,1 milyar. Berkat kiprahnya, Tokopedia terpilih sebagai Marketeers of the Year pada Markplus Conference 2015 yang digelar Markplus Inc., serta Best Company in Consumer Industry dari Indonesia Digital Economy Award pada Mei 2016 lalu.

Jumlah pengguna aktif bulanan Tokopedia sudah mencapai 90 juta per Agustus 2019. Sementara untuk jumlah penjual di Tokopedia kini ada 6,4 juta merchant. Nilai valuasi Tokopedia diprediksi mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 97 juta.

Bukalapak

bukalapak
sumber : Republika.com

Bukalapak adalah unicorn dan salah satu perusahaan eCommerce terbesar di Indonesia. Perusahaan ini juga merupakan salah satu bisnis startup terbaik di indonesia. Didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid pada tahun 2010, Bukalapak awalnya dimulai sebagai pasar online untuk memungkinkan perusahaan kecil menengah untuk online. Perusahaan memperluas ke banyak daerah di luar asalnya, termasuk solusi online-to-offline dengan memberdayakan toko tradisional yang disebut warung sebagai mitranya. Pada 2019, perusahaan ini memiliki lebih dari 4,5 juta penjual UKM, 70 juta pengguna aktif bulanan, 1,9 juta mitra warung, dan rata-rata dua juta transaksi per hari.

Sangat keren bukan? Mayoritas bisnis startup indonesia tersebut didirikan oleh generasi milinieal dan tentunya pada awal pendiriannya mengalami berbagai lika-liku masalah yang bisa saja membuat mereka menyerah. Namun mereka tetap bangkit dan membuktikan bahwa generasi muda memiliki kesempatan yang besar untuk berkarya dan melakukan sesuatu yang berguna untuk bangsa dan negara. Jadi, apakah Kamu sudah siap membangun startup Kamu? dan jangan pernah ragu untuk membangun startup mulai hari ini.

Tags: , , , , , , ,

Berita Terbaru