5 Strategi dan Skill Penting Marketing Communication

Marketing communication atau komunikasi pemasaran adalah segala pesan dan media yang disampaikan perusahaan dalam upaya berkomunikasi dengan pasar. Bentuknya bisa bermacam-macam. Mulai dari iklan, pemasaran langsung, branding, pengemasan, kegiatan-kegiatan PR, presentasi sales, sponsor, aktivitas online, dan lainnya.

Tujuan Marketing Communication

komunikasi

Secara keseluruhan tujuan dari komunikasi pemasaran ini ada tiga, yaitu sebagai berikut.

  • Menyebarkan informasi baik itu tentang produk dan atau perusahaan (komunikasi informatif).
  • Membujuk atau mempengaruhi untuk melakukan pembelian (komunikasi persuasif).
  • Mengingatkan khalayak atau audience untuk melakukan pembelian kembali (Komunikasi mengingatkan kembali).

Dari apa yang disampaikan oleh komunikator (perusahaan), akan menimbulkan respon atau tanggapan dari konsumen sebagai komunikan meliputi.

  • Efek kognitif, adalah membantu kesadaran (awareness) informasi tertentu.
  • afektif, adalah memberikan pengaruh untuk melakukan sesuatu hal, dalam hal ini yang diharapkan adalah pembelian.
  • konatif, adalah membentuk perilaku selanjutnya dari audience, dalam hal ini yang diharapkan adalah pembelian ulang.

Strategi Marketing Communication

strategi marketing komunikasi

1. Kenali Target Pasar

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui target pasar. Agar berhasil melakukan ini, penjual hanya perlu melakukan penelitian mengenai segmentasi pasar.

Menurut pakar marketing Philip Kotler dan Gary Armstrong, kamu perlu mempelajari pasar dari sisi geografis, demografis, psikografis, dan sosiokultural.

2. Tentukan USP

Strategi ketiga yang diperlukan agar sukses di marketing communication adalah menentukan unique selling point (USP). USP penting untuk memastikan produkmu berbeda dari yang lainnya. 

Caranya yaitu dengan melakukan riset kompetitor. Jangan lupa juga untuk memastikan bahwa produkmu bisa memberikan solusi yang tepat bagi pelangganmu.

Baca juga:  Mengenal Digital Nomad, Profesi Seru Penuh Tantangan

Dengan begitu, pelanggan akan tertarik menggunakan produkmu dan kamu bisa stand out dari para kompetitor.

3. Konsisten dengan Pesan Brand-mu 

Menurut Economic Discussion, pasar marketing saat ini adalah ruang yang sangat ramai dengan medium pemasaran yang berbeda-beda. Karena itu, agar sukses dalam memasarkan produk, pastikan agar pesanmu paling menonjol.

Untuk itu, kamu harus konsisten mendapatkan perhatian dari masyarakat. Pastikan semua pesan yang kamu sampaikan selaras dan konsisten supaya makin mudah diingat. 

4. Sesuaikan Bahasa dan Gaya Berkomunikasi 

Strategi berikutnya adalah menggunakan bahasa dan gaya berkomunikasi pelanggan yang kamu sasar. Sesuaikan juga pesanmu dengan kebutuhan mereka.

Misalnya, jika target pasarmu masyarakat berusia 40 tahun ke atas, pastikan untuk selalu menggunakan font besar tanpa banyak jargon.

5. Pilih Saluran Marketing yang Tepat

Terakhir, pilih saluran marketing untuk segmen yang tepat. Bagi pemilik bisnis baru, ada dua opsi saluran marketing yaitu:

Saluran Komunikasi Pemasaran Personal

Saluran komunikasi personal ini terdiri dari dua orang atau lebih yang saling melakukan komunikasi secara langsung, baik dengan tatap muka, melalui online chatting, telepon, email, dan komunikasi langsung lainnya.

Pada umumnya, saluran komunikasi personal ini mempunyai peran yang penting dalam situasi seperti:

  • Pembelian produk dengan harga mahal, mempunyai resiko tinggi, dan pembelian produk tersebut jarang dilakukan.
  • Pembelian produk yang berhubungan dengan status dan juga selera dari si pengguna. Dalam hal ini konsumen akan memepertimbangkan pendapat dari sumber informasi supaya terhindar dari risiko sosial dan psikologis.

Saluran Komunikasi Pemasaran Non Personal

Saluran komunikasi ini meliputi:

  • Media, misalnya seperti media sosial, media siaran, media elektronik, dan juga media pajangan.
  • Atmosphere, misalnya seperti kondisi atau suasana kantor, toko, dan juga ruang tunggu yang dirancang dengan desain tertentu sehingga mampu memperkuat potensi pembelanjaan konsumen terhadap pembelian produk.
  • Events, merupakan berbagai peristiwa yang dirancang atau disusun sedemikian rupa dengan tujuan untuk mengkomunikasikan pesan tertentu kepada para audience sasaran. Misalnya seperti konferensi pers, grand opening, dan lain sebagainya.
Baca juga:  7 Alasan Resign Terbaik Agar Dapat Berhenti Kerja Tanpa Panik

Agar sukses, pilih saluran marketing yang sesuai dengan target pasar. Misalnya target pasarmu adalah generasi muda, maka manfaatkan media sosial dan aplikasi yang lebih dekat dengan keseharian mereka. 

Skill Penting untuk Posisi Marketing Communication

skill marketing komunikasi
sumber : Surat kabar.id

Sebagian besar perusahaan menggunakan komunikasi pemasaran sebagai alat utama untuk mempromosikan produk, layanan, dan brand ke audiens yang berbeda. Karenanya, kamu yang bergerak di marketing communication akan mewujudkan seluruh proses marketing: dari hubungan klien, relasi publik, dan strategi pemasaran. 

Secara umum tugas mereka adalah membuat rencana pemasaran, mengorganisir strategi penjualan, dan mengelola anggaran pemasaran. Selain itu, mereka juga terlibat dalam pengembangan materi pemasaran hingga produksi siaran pers (press release).

Lebih jauh lagi, menurut Morgan International, seorang marketing communication setidaknya memiliki beberapa skill dasar seperti penulisan, public speaking, komunikasi nonverbal, hingga sedikit desain grafis.

1. Menulis

Menulis adalah keterampilan penting untuk kamu yang bekerja di bidang marketing communication. Kata-kata yang kamu pilih adalah pondasi dari marketing. Beberapa medium seperti press release, blog, dan newsletter menggunakan rangkaian kata sebagai senjatanya. Maka, kemampuan copywriting, SEO, serta riset akan jadi nilai plus.

2. Public Speaking

Kemampuan public speaking jadi penting untuk seorang marketing communication karena kebanyakan tugasnya membutuhkan kemampuan berbicara hingga kepercayaan diri saat di depan umum. 

3. Kepekaan dan Empati

Skill selanjutnya adalah empati yang ditunjukkan lewat komunikasi non verbal. Komunikasi nonverbal meliputi bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan suara.

Selain tiga yang disebut, skill lain yang dibutuhkan adalah kepekaan dan keinginan untuk memahami apa yang dirasakan oleh konsumen.

4. Desain Grafis

Terakhir adalah desain grafis. Skill ini sebetulnya bukan menjadi kebutuhan besar. Beberapa perusahaan tidak mensyaratkan ini.

Namun, bayangkan apabila kamu memiliki keterampilan mendesain untuk posisi marketing communication, tentu akan menjadi sebuah nilai plus. Kamu jadi bisa memberikan arahan visual ataupun berkreasi bebas dengan ide-idemu. 

Itulah dasar-dasar marketing communication yang harus kamu pahami. Mau mencoba berkarier di bidang marketing communication atau sedang mengembangkan komunikasi pemasaran? Kamu bisa mengambil dari artikel di atas. Salam sukses!