5 Strategi Sukses Melakukan Social Media Marketing

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa lebih dari 3,2 miliar orang di dunia menggunakan media sosial dewasa ini. Angka ini menjadi fakta menarik, sekaligus bukti bahwa media sosial memang digandrungi masyarakat. Dengan media sosial, proses marketing yang dilakukan akan jadi jauh lebih menyenangkan. Karena fakta tersebut banyak perusahaan yang saat ini memilih social media marketing sebagai sarana promosi mereka.

Sosial media memiliki fitur-fitur unik yang memungkinkan terjadinya percakapan untuk membentuk word of mouth (dari mulut ke mulut) dengan mengklik tombol share, like, dan retweet (contohnya seperti yang terdapat pada Facebook dan Twitter). Dengan melakukan mention dan tag kepada teman di sosial media, kita juga dapat berbagi informasi dan opini.

Sosial media tersebut juga dapat menawarkan fitur-fitur menarik dan bahkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dengan waktu yang lebih cepat ketimbang menggunakan media konvensional.

Mengapa Harus Memilih Social Media Marketing?

mengapa social media marketing

Setelah kamu memahami social media marketing atau SMM saat ini, ada beberapa alasan penting yang harus Kamu ketahui mengapa perlu memiliki sosial media meskipun kamu telah memiliki website bisnis. Berikut adalah 5 alasan mengapa kamu membutuhkan sosial media sebagai media promosi.

  1. Memberitahu kepada khalayak atau publik bahwa kamu memiliki bisnis yang sedang kamu jalankan. Pemberitahuan ini terutama bertujuan untuk menambah jumlah follower atau target pemasaran juga memperkenalkan produk kamu dengan jangkauan yang lebih luas dan biaya yang relatif lebih murah.
  2. Melalui sosial media yang kamu miliki, kamu dapat mengetahui kesan pelanggan atas barang atau jasa yang kamu tawarkan secara online. Hal ini sangat baik untuk memperoleh feedback yang cepat sehingga kamu dapat meningkatkan kualitas serta dapat mengantisipasi bila terdapat komentar negatif yang dapat merusak reputasi dan bisnis kamu. Kamu juga dapat merespon komentar positif dengan mengucapkan terima kasih telah menggunakan produk kamu sehingga testimoni pelanggan dapat tersebar dan dibaca oleh calon konsumen yang baru.
  3. Sosial media menawarkan komunikasi lebih interaktif dengan follower atau pengguna produkmu.
  4. Iklan konvensional lebih mahal daripada iklan di sosial media. Di sosial media kamu dapat menentukan durasi waktu iklan, jangkauan dan berapa follower yang kamu inginkan sesuai budget yang dimiliki. Misalnya Facebook dengan aplikasi boosting page atau post.
  5. Sosial media menawarkan kepadamu kemudahan untuk meluncurkan produk baru atau memberitahukan upgrade produk yang kamu sedang pasarkan. Kamu dapat mengundang pelanggan untuk mencoba produk baru tersebut sekaligus memberikan feedback yang dapat menarik follower lainnya untuk mencoba hal yang sama. Bahkan kamu dapat menawarkan hadiah atau rewards khusus bila ada follower sebelumnya dapat mengajak follower baru untuk mencoba produk tersebut.
Baca juga:  Tips Bisnis Mempertahankan Usaha di Masa Pandemi

Strategi dalam Social Media Marketing

strategi mengatur sosial media marketing

Secara umum, ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

1. Pelajari Selera Audiens

Pertama, lihat selera customer atau audiensmu. Selera audiens bisa jadi tolak ukur kecocokan produk yang kita buat.

Selain itu, dengan memetakan selera audiens, kamu bisa menentukan konten menarik apa yang akan dibuat di media sosial. Semakin cocok selera audiens dengan konten yang kamu sajikan, engagement pun jadi lebih besar. 

2. Tentukan Platform yang Ingin Dituju

Kedua, tentukan dalam platform mana produk akan dijual. Seperti yang sudah disebutkan di atas, setiap platform memiliki fiturnya sendiri-sendiri. Hal ini akan berpengaruh terhadap penyajian konten dari produk yang akan dijual.

Misalnya sebuah produk akan dipasarkan di Instagram. Maka, produk itu harus dipasarkan dengan gaya milenial. Apa sebabnya? Kebanyakan Instagram dipakai oleh para milenial, sehingga kontennya harus dikemas serelevan mungkin. 

Anda juga bisa mempertimbangkan menggunakan tiktok karena perkembangan tiktok yang begitu pesat akhir-akhir ini, apalagi dengan adanya fitur fyp tiktok akan membuat produk Anda cepat viral jika bisa masuk kedalamnya.

3. Ciptakan Konten yang Menarik

Konten yang menarik harusnya menghasilkan peningkatan engagement dan sharing. Dengan konten yang menarik, orang juga bisa saja tergerak membeli atau menggunakan produk yang dipasarkan.

Untuk menciptakan konten yang menarik, kamu tentu harus melakukan riset dulu. Cari tahu konten apa saja yang dibutuhkan oleh audiensmu dan jenis konten seperti apa yang paling mereka sukai. Misalnya audiensmu lebih suka konten video, kamu bisa fokus menciptakan video-video yang menarik. 

Baca juga:  Ticketing System dalam Layanan Pelanggan, Efektif dan Efisien!

4. Jadwalkan Waktu Posting

Atur waktu yang pas untuk menjual produk, dengan cara melihat kapan orang-orang aktif di media sosial. 

Misalkan, upload kontenmu ketika jam berangkat, istirahat, atau jam pulang kerja. Saat itu, orang-orang biasanya sedang aktif bermain media sosial. Jangan mengunggah ketika jam 9 malam ke atas. Saat itu, kemungkinan orang sudah tertidur sehingga tidak bisa langsung melihat kontenmu. 

5. Evaluasi

Media sosial akan menyajikan data-data yang akurat mengenai keberhasilan dalam proses marketing. Data-data ini bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran social media marketing yang lebih baik ke depannya.

Selain engagement dan sharing, ada faktor-faktor lain yang bisa jadi tolak ukur keberhasilan social media marketing. Di antaranya followers (pengikut), jumlah orang yang melihat konten, serta seberapa banyak orang mengunggah ulang konten yang dibuat. 

Dari evaluasi yang kamu lakukan, pelajari pola audiensmu untuk menguji coba beberapa strategi sampai kamu menemukan yang paling pas.

Ilmu mengenai social media marketing ini memang tidak didapatkan di bangku kuliah. Namun, ada beberapa situs online yang menyediakan kursus singkat mengenai social media marketing. Kamu bisa mencobanya tanpa harus sekolah lagi. 

Selain itu, untuk memahami pekerjaan ini, kamu tentu harus aktif di media sosial. Dari situ bisa dilihat kebiasaan orang-orang, serta kapan orang-orang bermain media sosial. Dari situ juga, kamu bisa menganalisis konten seperti apa yang bisa menarik perhatian audiens. Selamat mencoba.