6 Tips Penting Belajar Saham Pemula dan Anti Gagal

belajar saham pemula

Melakukan sebuah investasi di era milenial ini, tidak melulu harus melalui sebuah usaha pribadi. Memberikan dana yang dipercayakan pada perusahaan lain melalui pembelian saham juga bisa. Tapi sebelum kamu melakukan pembelian saham di satu perusahaan, kamu perlu tahu segala hal mengenai saham. Termasuk risiko dan keuntungannya. Jika kamu belum memahami hal-hal tadi, ada baiknya kamu belajar saham untuk pemula dahulu.

Pengertian Saham

membeli saham bagi orang yang belajar saham pemula
sumber : sahamOK.com

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan. Perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia disebut Perusahaan Tercatat. Saham merupakan salah satu produk pasar modal yang menjadi salah satu instrumen investasi untuk jangka panjang. Dengan membeli saham perusahaan, maka secara tidak langsung kita menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Keuntungan Saham

keuntungan belajar saham pemula

Investasi saham bisa mendatangkan keuntungan bagi pemilik atau pembelinya, berupa:

  • Dividen berupa pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.
  • Capital Gain keuntungan yang didapat dari selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Risiko Saham

resiko saham akan membuat kecewa

Layaknya semua investasi, pembelian saham juga memiliki risiko tersendiri. Terutama jika kamu melakukan pembelian secara asal. Tidak mengenali jenis saham blue chip yang memiliki tingkat keamanan tinggi, dan hanya tergiur keuntungan sesaat.

Adapun kerugian yang bisa kamu dapatkan dari pembelian saham dapat berupa:

  • Capital Lossmerupakan kerugian yang terjadi atas penurunan harga
  • Risiko Likuidasi,merupakan kerugian yang didapat jika perusahaan bangkrut

Tips Belajar Saham Bagi Pemula

1. Kenali Saham Blue Chip

Apa itu saham blue chip? Saham blue chip adalah jenis saham dari perusahaan dengan kualitas terbaik yang dijual di bursa. Jenis saham ini dianggap paling aman dan menjanjikan stabilitas keuntungan.

Tidak ada definisi yang pasti soal saham blue-chip tersebut, tetapi biasanya kamu bisa mengenali jenis saham tersebut dari jumlah kapitalisasi pasarnya yang  besar dan ramainya perdagangan saham perusahaan tersebut setiap hari di kantor BEI. Pembelian saham untuk pemula bisa dimulai dengan saham – saham blue-chip tersebut.

Baca juga:  Cari Rekomendasi Chipset Terbaik? Coba Cek di Sini!

2. Lakukan Diversifikasi Investasi

Rumusnya, jangan menaruh uangmu dalam satu keranjang saja. Sebagai salah satu instrumen investasi, saham pasti memiliki risiko dan risiko tersebut jelas tidak kecil. Pertanyaannya, bagaimana mengelola risiko bagi orang yang sedang belajar saham pemula?

Jawabannya mudah! Lakukan diversifikasi investasi. Jangan tempatkan semua uang kamu hanya dalam satu saham perusahaan saja. Dengan diversifikasi, jika terjadi krisis di pasar saham, kamu bisa bertahan, dan hal terpenting adalah kamu tidak panik karena sudah punya simpanan di instrumen lain yang aman dari krisis di pasar saham.

Pisahkan jenis saham kamu pada beberapa perusahaan. Pilihlah beberapa perusahaan yang tidak sejenis. Baik perusahaan yang memberi bagi hasil  (dividen) rendah maupun tinggi dan selalu miliki dana darurat. Jangan menanamkan semua uang kamu dalam bentuk saham. Simpanlah sebagian dalam tabungan.

3. Menabung Saham, Jangan Tergiur Keuntungan Singkat

Sebagai investor, kamu pasti ingin dana yang diinvestasikan segara menghasilkan keuntungan. Tetapi tidak ada keuntungan instan dengan saham. Jika kamu ingin mendapatkan nilai saham secara aman, lebih baik mengambil saham jangka panjang yang memberi keuntungan secara rasional.

Mengapa investasi saham merupakan investasi jangka panjang? Karena sebuah bisnis butuh proses, butuh waktu, untuk berkembang yang akhirnya nanti memberikan hasil kepada investor. Paling tidak butuh satu tahun untuk melihat bagaimana bisnis tersebut berkembang dan tumbuh. Sama halnya dengan investasi saham, butuh waktu agar uang kamu berkembang dan tumbuh di dalamnya.

4. Hati-hati dengan Permainan Saham Online

Kenapa disebut permainan? Karena biasanya orang yang melakukan permainan trading saham secara online ini hanya tergiur keuntungan sesaat. Berharap keuntungan dalam hitungan hari. Dengan membeli saat saham bernilai rendah dan menjual secara cepat begitu nilai saham mulai naik.

Jika dipikirkan kembali, sangatlah sulit menaikkan nilai saham dalam hitungan hari. Di samping itu, jika kamu melakukan trading saham untuk permainan secara online, itu sama halnya kamu harus memantau pergerakan saham secara terus menerus, dan tentu saja ini sangat melelahkan.

Baca juga:  Sudah Tahu Jenis Topi dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Memakainya?

Secara etika bisnis pun hal ini dirasa kurang tepat, karena kamu hanya menitipkan uangmu pada perusahaan secara cepat tanpa melalui proses investasi yang sebenarnya.

5. Cari Info Akurat Tentang Perusahaan

Dalam investasi saham, peran informasi sangat penting. Kamu harus tahu kapan harus menjual dan membeli saham berdasarkan informasi yang akurat.

Pengelola Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Bursa Efek Indonesia, membuka akses informasi perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa secara gratis kepada publik. Bahkan kamu tidak perlu menjadi pemegang saham untuk bisa mengakses informasi ini.

Informasi ini datang dari perusahaan, bukan rumor dan bukan hasil analisis, tetapi informasi resmi yang dirilis oleh perusahaan.

Dalam belajar saham pemula, ada beberapa informasi, yang sangat penting untuk melakukan analisa saham, yaitu:

  • Laporan Keuangan: wajib disampaikan setiap kuartal, tengah tahun dan akhir tahun soal kondisi keuangan perusahaan. Penting sekali untuk mengevaluasi kinerja perusahaan
  • Laporan Tahunan: wajib disampaikan setiap akhir tahun berisi kajian komprehensif soal prospek, bisnis, keuangan dan manajemen perusahaan.
  • Corporate Action: laporan terkait corporate action perusahaan yang mempengaruhi harga saham
  • Publik Expose: setahun sekali perusahaan wajib menyampaikan presentasi ke masyarakat soal perkembangan kinerja perusahaan. Bahan presentasi publik expose bisa diakses.

6. Mulai dari Nominal Kecil

Karena kamu sedang belajar saham pemula, maka jangan mempertaruhkan nilai uang cukup besar sebelum memahaminya. Pilihlah saham yang memiliki nilai beli yang terjangkau. Seperti kepemilikian saham beberapa Bank di Indonesia yang sahamnya hanya ditawarkan sekitar 400ribu-1 juta saja. Belajarlah memiliki saham dari nominal kecil, dengan memilih perusahaan yang mempunyai nilai stabil.

Bagaimana? Cukup mudah bukan. Ingat! Uangmu sangat berharga. Bahkan dengan 100ribu yang kamu miliki, kamu bisa mendapat selembar saham saat ini juga. Jangan sia-siakan kesempatan berinvestasi tersebut selagi muda. Belajar saham pemula harus kamu lakukan segera. Selamat mencoba.

Tags: , , , , , ,

Berita Terbaru