alasan resign

7 Alasan Resign Terbaik Agar Dapat Berhenti Kerja Tanpa Panik

Selama bekerja, ada kalanya kamu akan merasa bosan, pekerjaan tidak sesuai ekspektasi atau tidak memiliki kemajuan karir sesuai harapan. Jika perasaan ini sudah mulai muncul, ada baiknya kamu segera mengundurkan diri dengan mencari alasan resign yang baik.

Alasan resign yang baik akan dibutuhkan agar merasa nyaman saat meninggalkan pekerjaan lama. Karena tanpa alasan yang masuk akal, maka reputasi kinerja kamu yang baik bisa rusak seketika.

Table of Contents

Agar alasan resign tersebut dapat diterima atasan dengan baik. Di bawah ini akan kami berikan beberapa ide yang dapat kamu berikan saat ingin mengakhiri sebuah hubungan kerja tanpa sebuah drama.

Alasan Resign Terbaik

menulis alasan resign
sumber : www.roberthalif.com

Alasan Keluarga

Alasan ini bisa dipakai oleh wanita yang sudah berkeluarga. Misalnya ingin fokus mengurus anak atau tidak ingin jauh dari keluarga. Alasan ini sangat masuk akal untuk diajukan, sehingga pemimpin perusahaan biasanya dapat memaklumi kondisi tersebut.

Pekerjaan ‘Overloaded’

Menyampaikan alasan resign karena kamu tidak sanggup pada suatu pekerjaan, rasanya kurang tepat. Lebih baik beri tahu perusahaan kalau pekerjaan yang kamu jalani saat ini sangat overloaded, sehingga kamu ingin fokus pada satu jenis pekerjaan saja.

Ingin Mencari Tantangan Baru

Kebanyakan orang suka berada pada zona nyaman, tetapi sisanya tidak. Jika kamu merasa tantangan kerja di perusahaan tidak ada, kamu bisa mencari tantangan baru di perusahaan lain. Namun, meskipun terkadang alasan resign yang satu ini terdengar cukup subjektif, tetapi beberapa pemimpin perusahaan dapat memaklumi.

Tetapi, sebelum mengajukan resign, pastikan kamu sudah mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan lain. Jangan sampai menganggur setelah kamu memutuskan resign nantinya.

Melanjutkan Pendidikan

Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan cara seseorang untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasi diri di dunia kerja. Perusahaan manapun tampaknya tidak keberatan jika karyawan mengajukan resign karena alasan pendidikan. Beberapa perusahaan bahkan memberi kesempatan kepada karyawan yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan.

Baca juga:  Mengenal Digital Nomad, Profesi Seru Penuh Tantangan

Pindah Tempat Tinggal

Alasan resign berikutnya yang bisa kamu sebutkan adalah pindah tempat tinggal. Alasan ini bisa kamu ajukan saat suatu ketika kamu memang harus pindah ke suatu tempat karena harus mengikuti penempatan kerja suami atau orang tua dimana jarak antara rumah dan tempat kerja memang terlampau jauh. Kamu bisa menjadikan alasan ini untuk mengajukan resign.

Ingin Pekerjaan Fleksibel

Nggak semua orang suka kerja di lingkungan yang kaku dengan jam kerja yang sama. Karena tidak ingin terjebak dengan rutinitas itu, kamu bisa menjadikannya sebagai alasan untuk resign. 

Tapi jika kamu ingin menggunakan alasan tersebut untuk mengundurkan diri. Kamu harus bisa memilih kata-kata yang tepat. Misalnya, kamu ingin mencari kantor yang bisa memfasilitasi untuk bekerja hingga larut malam dan tak terpaku dengan absensi. 

Ingin Berwiraswasta

Beberapa orang telah memiliki usaha sampingan saat bekerja. Oleh karena itu, kamu juga bisa menjadikan kata-kata “ingin fokus berwiraswasta” sebagai suatu alasan berhenti bekerja yang paling kuat. Kamu bahkan bisa mengatakan bahwa tidak akan bekerja di perusahaan lain setelah lepas dari perusahaan lama. Sehingga, hubunganmu dengan perusahaan lama akan tetap berjalan dengan baik dan tidak menjadi rival.

Cara Mengajukan Resign dengan Baik

cara menyampaikan alasan resign
sumber : www.magazinejob-like.com

Tidak Mendadak

Patuhi aturan one month notice yang diterapkan perusahaan. Melakukan resign sehari sebelum kamu pergi sangat dilarang. Setidaknya berikan pengajuan resignmu satu minggu atau beberapa hari sebelum kamu memutuskan untuk berhenti. Dengan mengajukan resign terencana, maka kamu telah memberi peluang perusahaan untuk mencari penggantimu dengan baik.

Menyampaikan Surat Resign Secara Langsung

Mekanisme pengunduran diri sering dianggap sebagai proses yang rumit. Namun, kamu bisa langsung bertemu pada atasan untuk membicarakan masalah ini. Hal tersebut sangat penting karena menyangkut keberlangsungan perusahaan. Atasan akan membuat kebijakan rekrutmen atau pengalihan tugas kerja pada karyawan lainnya.

Baca juga:  6 Strategi Menikmati Masa Pensiun Dini Tanpa Khawatir

Tidak Menurunkan Performa Kerja

Alasan resign yang sudah kamu utarakan sebaiknya tidak menjadi penyebab kinerjamu menurun. Bagaimanapun juga, sebelum resmi pergi, kamu masih terhitung sebagai karyawan perusahaan. Jangan sampai semangat dan profesionalitas yang kamu jaga selama ini justru hilang. Apabila alasan resign yang kamu ajukan disetujui, tetaplah bekerja keras. Kamu juga akan tetap mendapatkan gaji. Tinggalkan kesan positif sebelum kamu meninggalkan perusahaan.

Mengembalikan Barang Inventaris Kantor

Meminjam barang kantor untuk dibawa pulang atau digunakan untuk keperluan pribadi sangat tidak dianjurkan. Apabila hal tersebut sudah terlanjur terjadi, kamu perlu mengembalikan barang yang masih terbawa. Pastikan bahwa kondisi barang yang kamu pinjam tidak rusak dan tetap utuh.

Berpamitan pada Atasan dan Rekan Kerja

Kedatanganmu di perusahaan yang disambut baik perlu ditutup dengan baik pula. Sebelum kamu benar-benar pergi, berpamitan pada orang yang pernah terlibat pekerjaan dengan kamu sangatlah penting. Apabila tidak mendapat kesempatan untuk berpamitan langsung, gunakan email atau sosial media.

Ketika Sudah Keluar dari Tempat Kerja

Jika alasan resign di atas telah sukses membuatmu keluar dari tempat kerja dengan aman. Maka jangan lupa  bahwa kamu perlu memberi apresiasi pada pekerjaan yang telah kamu lalui. Usahakan tetap memiliki komunikasi yang baik dengan mantan perusahaan. Dengan memiliki hubungan yang baik, maka secara tidak langsung, kamu tetap memiliki jaringan yang bagus yang bisa kamu gunakan jika suatu saat mungkin akan kamu butuhkan.

Share