Anak Kecanduan Gadget: 8 Ciri dan Cara Mengatasinya

Lahir dengan banjirnya perangkat gawai, membuat anak-anak akhirnya memiliki interaksi yang intens dengan teknologi ini. Salah satu efek negatif yang perlu diwaspadai dari anak yang kecanduan gadget adalah munculnya masalah perkembangan motorik pada anak. Terlebih pada anak-anak usia di bawah lima tahun yang masih mengalami pertumbuhan signifikan. Selain itu, masalah sosial dan interaksi dengan lingkungannya pun jelas akan bermasalah.

Kecanduan gadget sudah menjadi salah masalah yang sering dikeluhkan orang tua, terutama semenjak pandemi melanda. Akibatnya, anak lebih senang diam di rumah bermain dengan gadget mereka dibanding bermain di luar rumah. Hal itu tentu saja bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak, serta kemampuan sosialisasi mereka. Mari kenali lebih jauh tentang ciri-ciri anak kecanduan gadget dan dampaknya terhadap kesehatan dalam ulasan berikut ini.

anak kecanduan gadget
Sumber: iStockPhoto

8 Ciri-Ciri Anak Kecanduan Gadget

Berikut ciri anak yang kecanduan gawai yang bisa mengganggu perkembangan anak.

1. Bermain Gawai di Setiap Waktu Luang

Ketika sedang memiliki waktu luang, sekalipun hanya sebentar, orang yang kecanduan lebih memilih untuk bermain gadget. Tidak terkecuali di waktu-waktu tertentu, seperti sedang mengantri, menunggu makanan, atau berada dalam perjalanan. Ini adalah ciri utama yang harus diwaspadai. Anak menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk terus bermain gawai dan sulit dihentikan.

Terlebih jika orang tua sudah menetapkan batas jam, namun anak tidak mau menepatinya. Artinya, ini mengacu pada tindakan anak yang susah untuk mengontrol intensitas pemakaian HP meskipun sudah dibatasi atau bahkan dimarahi oleh orang tua. Tahap ini harus diwaspadai karena anak mungkin sudah terdampak kecanduan gadget.

2. Gelisah Jika Tidak Menggunakan Gawai

Seseorang yang kecanduan terhadap gawai cenderung bersikap agresif. Dalam hal ini, mereka akan merasa gelisah jika tidak ada gawai dalam genggamannya. Bahkan, pada beberapa kasus, mereka bisa merasa marah ketika gawai terlepas dari genggamannya. Saat tidak memegang gawai, anak susah merasa fokus dan bertindak gelisah. Ini sudah jelas bentuk dari ciri anak yang kecanduan gawai.

Baca juga:  Psikologi Anak Usia Dini: Hal Penting yang Perlu Dipahami

3. Tidak Ingin Melakukan Aktivitas Lain

Salah satu ciri kecanduan gawai adalah tidak tertarik terhadap aktivitas lain, selain bermain gawai. Orang dalam kondisi ini sering kali berpikir bahwa mereka harus melepaskan gawai saat menjalani aktivitas lain. Itulah sebabnya mereka enggan melakukan aktivitas lain, misalnya membersihkan rumah. Dengan tidak memiliki minat pada aktivitas lain selain bermain gawai, akan membatasi kemampuan motoriknya berkembang sebagaimana harusnya. Ini sangat perlu diwaspadai dan dicegah sedini mungkin.

4. Lebih Sering Berada di Rumah

Saat seharusnya bermain dengan teman-temannya di lapangan, anak malah seharian berada di rumah bermain gadget. Rumah memang menjadi tempat yang aman untuk anak karena tidak luput oleh pengawasan orang tua. Namun, selalu di rumah juga tidak bagus untuk tumbuh kembangnya, terlebih jika yang dipegang adalah gadget. Anak memerlukan perkembangan motorik dengan bersentuhan oleh dunia luar.

5. Sulit Tidur di Malam Hari

anak kecanduan gadget
Sumber: iStockPhoto

Perlu diketahui bahwa paparan blue light dari gawai dapat memengaruhi durasi dan kualitas tidur. Ketika seseorang kecanduan pada gawai, mereka cenderung kesulitan untuk tidur bahkan mengalami insomnia. Hal ini disebabkan oleh anak yang terbiasa bermain gawai sebelum tidur. Karenanya, perlu dilakukan pencegahan agar anak bisa tidur malam.

6. Sulit Berkonsentrasi di Sekolah

Jika sudah berlangsung cukup lama, kecanduan gawai bisa memengaruhi konsentrasi seseorang di sekolah maupun tempat kerja. Bahkan, tak jarang anak-anak yang kecanduan terhadap gawai mengalami penurunan prestasi di sekolahnya. Meskipun begitu, ada juga anak yang sering bermain gawai namun masih bisa berkonsentrasi di sekolah. hal ini dikarenakan manajemen waktu yang tepat antara bermain gawai dan juga kegiatan harian anak.

7. Selalu Memikirkan Gawai

Pernahkah kamu menemui anak merasa antusias membicarakan hal yang ia lihat di gawai, namun terasa sedikit berlebihan? Anak terlalu sering mengingat semua hiburan yang disuguhkan oleh gadget di waktu dan tempat yang tidak tepat. Hal ini harus diwaspadai. Terlebih saat anak selalu merasa tidak sabar untuk memainkan atau menonton lagi hal yang sudah diceritakan secara eksplosif barusan. Ini adalah tanda bahwa anak kecanduan gawai. Pikirannya terlalu banyak diisi oleh ponsel beserta semua isinya.

Baca juga:  Anti Bosan! Ini 11 Rekomendasi Mainan untuk Anak Perempuan

8. Sosialisasi Anak Terganggu

Tahap yang satu ini mulai termasuk ke kategori serius. Hal ini bisa dikenali dari lingkungan paling terdekat, yaitu keluarga. Anak main HP saat sedang makan bersama atau saat seluruh anggota keluarga melihat televisi? Itu adalah salah satu ciri-cirinya. Hal yang lebih ekstrim adalah saat anak mulai mengalami gangguan sosial juga terhadap lingkungan yang lebih luas dari keluarga, seperti lingkungan sekolah dan pertemanannya. Dia menjadi lebih pendiam dan selalu bermain gadget alih-alih keluar bersama teman-temannya. Ini adalah situasi yang cukup serius dan akan sulit untuk diatasi. Jadi perhatikan baik-baik sebelum kondisi kecanduan gadget anak semakin parah.

Efek Kecanduan Gawai pada Anak

anak kecanduan gadget
Sumber: iStockPhoto

Anak yang kecanduan terhadap gawai dapat mengalami beberapa masalah kesehatan fisik, seperti susah tidur, penurunan atau peningkatan berat badan, gangguan penglihatan, nyeri kepala, dan gangguan nutrisi. Tidak hanya itu, anak kecanduan gawai juga bisa mengalami perubahan psikologis, seperti mudah merasa cemas, sering merasa bersalah, sering bohong, dan merasa kesepian. Tak jarang juga mereka lebih mengisolasi dirinya dan enggan beraktivitas di luar rumah.

Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget

Beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar anak tidak lagi kecanduan gawai adalah sebagai berikut.

  1. Buatlah aturan sejak dini. Buat kesepakatan dengan anak berapa lama boleh main gawai dan kapan waktunya. Perjanjian ini harus disiplin dikontrol dan ditegakkan orang tua agar-anak-anak ikut disiplin. Orang tua harus konsisten dengan aturannya.
  2. Ajak anak beraktivitas seru, berhenti sejenak dari ponselnya. Aktivitas yang melibatkan anggota keluarga di luar ruangan akan membuat anak sedikit bisa melupakan gawainya.
  3. Batasi akses dalam gawainya. Tujuan pembatasan ini agar anak tidak semakin larut dalam aktivitas dunia mayanya.
  4. Carilah jenis permainan menarik yang edukatif dan membuat anak tertarik. Saat ini ada banyak jenis mainan edukatif di pasaran. Pilih jenis mainan yang juga bisa membuat anak fokus dengan mainan tersebut, membuat anak berkreasi membuat sesuatu sehingga ia tidak cepat bosan saat menggunakannya.
  5. Perbanyak waktumu bersama anak. Menonton televisi, membacakan cerita sebelum anak tidur, atau liburan bersama anak akan membuat dia melupakan gawainya.

Itulah ciri-ciri, dampak, dan cara mengatasi kondisi anak yang kecanduan gawai. Usahakan untuk tidak memarahi atau meneriaki anak saat ia sedang mengeyel. Alih-alih memahami maksud kamu dan pasangan, anak justru bisa mengalami trauma yang dapat mengganggu kesehatan mentalnya. Jika setelah menerapkan langkah di atas anak masih saja tidak bisa lepas dari gawai atau mungkin mulai mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi di sekolah, jangan ragu membawa Si Kecil ke psikolog agar ia bisa mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi kecanduan gawai.