Apa Bedanya Sunscreen dan Sunblock? Jangan Sampai Keliru

Ketika kamu beraktivitas di luar rumah setiap hari, kamu akan terkena paparan matahari secara konstan. Saat berada di bawah sinar matahari, kulitmu berisiko terkena bahaya sinar radiasi ultra violet (UV) yang dapat menyebabkan kerusakan kulit, penuaan dini, dan bahkan kanker kulit. Karenanya, penting untuk melindungi kulit dari sinar UV. Untuk melakukan hal ini, 2 produk yang umumnya orang-orang gunakan adalah tabir surya atau sunblock dan sunscreen. Keduanya sama-sama bertujuan untuk melindungi kulit, namun ada yang berbeda. Apa bedanya sunscreen dan sunblock? Simak penjelasan di bawah ini agar tidak keliru!

apa bedanya sunscreen dan sunblock
Sumber: iStockPhoto

Apa Bedanya Sunscreen dan Sunblock?

Di bawah ini sejumlah perbedaan antara sunscreen dan sunblock untuk memudahkan Anda melindungi kulit sesuai kegunaannya.

1. Cara Kerja

Salah satu hal yang membedakan antara sunscreen dan sunblock adalah cara kerja. Keduanya memang dapat melindungi kulit dari sinar matahari, tetapi dengan mekanisme yang berbeda.

  • Sunscreen: Sunscreen adalah losion tabir surya yang dapat menembus dan diserap oleh kulit sebelum sinar UV mencapai lapisan kulit dan merusaknya. Namun, jenis pelindung matahari ini biasanya hanya bertugas melindungi kulit dari sinar UVB.
  • Sunblock: Sunblock adalah tabir surya yang dapat menghalau dan memantulkan sinar matahari dari kulit. Berkat kandungan titanium dioksida atau seng oksida di dalamnya, sunblock dinilai efektif melindungi kedua jenis ultraviolet, yaitu UVA dan UVB.

2. Kandungan Zat

Selain mekanismenya, perbedaan lain antara sunscreen dan sunblock yaitu kandungan zat di dalamnya.

  • Sunscreen. Sunscreen memiliki berbagai senyawa kimia yang bertugas menyerap sinar matahari, seperti oxybenzone atau avobenzone. Sayangnya, kedua bahan aktif ini bisa memicu reaksi alergi pada orang yang memiliki alergi terhadap PABA (asam para-aminobenzoat). Meski begitu, sunscreen memiliki tekstur yang lebih tipis dan tidak terlihat oleh mata saat diaplikasikan.
  • Sunblock. Kebanyakan sunblock yang beredar di pasar mengandung titanium oksida atau seng oksida, yang menghasilkan tekstur yang lebih tebal dengan warna yang lebih buram. Beberapa orang menganggap bahwa tekstur ini menyulitkan mereka mengoleskan losion secara merata. Selain itu, warna buram akan terlihat setelah diaplikasikan pada kulit sehingga membuat sebagian orang kurang suka jenis ini. Kabar baiknya, sudah banyak sunblock yang kini memiliki warna yang hampir tak tampak.
Baca juga:  Tingkatkan Kilau Wajah dengan Highlighter Makeup, Simak Triknya!

Penggunaan Sunscreen dan Sunblock

apa bedanya sunscreen dan sunblock
Sumber: iStockPhoto

Radiasi UV dari sinar matahari merupakan salah satu penyebab meningkatnya risiko kanker kulit. Kulit terbakar menyebabkan kerusakan sel kulit dan pembuluh darah akibat radiasi UV matahari. Jika terjadi berulang-ulang, hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi lemah dan mudah memar.

Sebuah studi tahun 2013 pada wanita caucasian (kulit putih) menyimpulkan bahwa paparan sinar UV mungkin bertanggung jawab atas 80 persen tanda-tanda penuaan wajah yang terlihat. Tanda-tanda penuaan tersebut dapat berupa keriput, hingga berkurangnya elastisitas.

Berbeda jenis, berbeda pula cara penggunaannya. Umumnya, sunscreen memiliki tekstur ringan yang cepat menyerap di kulit sehingga bisa kamu aplikasikan tanpa perlu menunggu terlalu lama untuk menyerap. Sebaliknya, sunblock cenderung memiliki tekstur yang kental dan pekat, serta meninggalkan whitecast pada kulit dan membutuhkan waktu agar terserap oleh kulit. Itulah sebabnya, seringkali sunblock dianjurkan digunakan 15 menit sebelum beraktivitas agar dapat benar-benar terserap.

Lebih Aman Mana, Sunscreen Atau Sunblock? Tips Aman Memilih Produk

Pemilihan antara kedua produk ini kembali lagi pada preferensi individu, kegiatan sehari-hari, dan juga kebutuhan kulit. Hal yang perlu kamu pastikan adalah produk yang kamu gunakan harus bisa menjaga kesehatan kulit dan penggunaannya tepat untuk saat berada di bawah sinar matahari. Jika kamu memiliki kulit sensitif, kamu bisa menggunakan sunblock.

Berikut tips aman memilih produk yang bisa melindungi kulit dari matahari.

apa bedanya sunscreen dan sunblock
Sumber: iStockPhoto

1. Tahan Air

Kamu mungkin berpikir air tidak akan membuat kamu terbakar karena efek rasa dingin yang diberikan. Air dapat menghapus produk perlindungan sinar matahari serta memantulkan sinar ultraviolet (UV), sehingga meningkatkan risiko paparan sinar matahari. Maka, carilah produk yang tahan air, khususnya saat berenang atau berkeringat. Meskipun produk tersebut memiliki klaim yang tahan air, kamu tetap harus mengoleskannya kembali sesaat setelah keluar dari kolam renang atau saat menyeka keringat. Karena saat proses mengeringkan tersebut, produk yang kamu oleskan juga ikut luntur.

Baca juga:  Bingung Bagaimana Cara Menghitung Berat Badan Ideal? Pakai Cara Ini Saja!

2. SPF 30 atau lebih tinggi

SPF atau sun protection factor penting untuk membantu menghalangi kulit dari radiasi matahari. Matahari memancarkan dua jenis radiasi. Sinar UVA yang menyebabkan tanda-tanda penuaan kulit, seperti keriput dan kendur. Sedangkan sinar UVB yang sering menjadi penyebab kulit terbakar. Sinar UVA juga membuat sinar UVB lebih reaktif, sehingga ketika digabungkan, keduanya bisa mematikan. Di sinilah SPF bekerja dengan memperluas pertahanan alami kulit terhadap sinar matahari. Berikut beberapa tingkat perlindungan SPF:

  • Perlindungan rendah: SPF di bawah 15
  • Perlindungan sedang: SPF 15 hingga 29
  • Perlindungan tinggi: SPF 30 hingga 49
  • Perlindungan sangat tinggi: SPF lebih dari 50

Untuk memberikan gambaran, SPF 15 memberikan perlindungan sekitar 15 kali lebih banyak daripada kulit normal tanpa sunscreen atau sunblock. Sehingga disarankan untuk memilih produk dengan SPF minimal 30 untuk perlindungan maksimal. Semakin tinggi SPF, maka semakin tinggi pula perlindungan yang diberikan pada kulit. Namun, ini tidak berarti kamu bisa menghabiskan waktu lebih banyak di bawah sinar matahari, ya.

Sumber yang sama menyebutkan, beberapa faktor lain juga berpengaruh. Seperti kondisi cuaca, jenis kulit, serta bagaimana dan seberapa banyak produk diaplikasikan. Selain itu, efek pemblokiran akan hilang setelah maksimal 2 jam. Sehingga disarankan untuk mengoleskan kembali setiap 2 jam sekali. Hal ini karena sinar matahari pada dasarnya dapat mengeringkan kulit.

3. Spektrum yang Luas

Produk perlindungan sinar matahari berfungsi membantu melindungi kulit dari sinar UVB dan UVA yang berpotensi berbahaya. Penting untuk mencari SPF yang sesuai, tetapi juga produk dengan spektrum luas atau spektrum penuh. Spektrum luas berarti produk tersebut dapat melindungi secara seimbang, baik dari sinar ultraviolet UVA dan UVB yang dapat mencegah penuaan dini serta kulit terbakar.

Itulah pembahasan mengenai apa bedanya sunscreen dan sunblock. Pastikan kamu memilih jenis yang sesuai dengan jenis kulit untuk mengurangi kemungkinan masalah kulit lainnya. Pastikan kamu juga mengoleskan bagian atas telinga, bagian atas tangan, dan kaki ketika menggunakan alas kaki yang terbuka. Bila perlu, gunakan pakaian pelindung seperti jaket dan topi, serta hindari jam-jam terik.