Apa Itu PCOS, Penyakit Reproduksi Kaum Hawa?

Apa itu PCOS? Polycystic ovarian syndrome merupakan kondisi yang lazim didapati pada remaja perempuan yang berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon. Pada perempuan dengan kondisi ini, ovariumnya mengandung banyak kista folikel, yakni folikel berisi cairan yang tidak/ belum matang. Kondisi ini berhubungan dengan anovulasi, yaitu gagal matangnya sel telur, serta kelebihan produksi androgen yang merupakan hormon yang seharusnya tinggi pada pria, bukan pada wanita.

Pada wanita dengan PCOS, kadar hormon-hormon ini tidak seimbang sehingga folikel-folikel sel telur tidak dapat berkembang dan menjadi matang. Folikel sel telur tampak sebagai kista-kista kecil berdiameter 4-9mm. Tanpa sel telur yang matang, ovulasi tidak akan terjadi. Dengan demikian, tidak ada sel telur yang dapat dibuahi. Untuk lebih mendalami tentang penyakit pada wanita ini, simak penjelasan selengkapnya.

apa itu pcos
Sumber: iStockPhoto

Penyebab PCOS

Apa itu penyebab kasus PCOS sebenarnya belum dapat dipastikan secara ilmiah. Namun, setidaknya ada 3 faktor yang berperan, yaitu:

1. Resistensi Insulin

Insulin adalah hormon yang disekresikan kelenjar pankreas yang berfungsi untuk mengolah dan memindahkan glukosa dari peredaran darah ke jaringan tubuh. Pada orang dengan resistensi insulin, kadar insulin di dalam darah tinggi, namun aktivitasnya menurun. Hal ini dapat merangsang ovarium untuk meningkatkan produksi hormon androgen. Kadar hormon inilah yang mempengaruhi perkembangan sel telur sehingga mengganggu proses ovulasi.

Akhirnya, terjadilah gangguan siklus menstruasi. Kadar androgen yang tinggi juga dapat menyebabkan munculnya jerawat dan hirsutisme. Pada penderita PCOS berusia muda, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 8% kasus resistensi insulin dapat diperburuk oleh adanya defisiensi vitamin D.

2. Faktor Genetik

Perempuan yang memiliki ibu, tante, nenek, ataupun saudara perempuan yang pernah mengalami PCOS, memiliki risiko lebih besar untuk menderita PCOS di masa depan. Meski demikian, PCOS biasanya tidak muncul jika faktor risiko ini dapat ditekan oleh gaya hidup sehat. Seperti makan makanan yang bergizi seimbang, menghindari junk food dan makanan berminyak, serta olahraga teratur 3 sampai 5 kali seminggu.

Baca juga:  Buah Sukun dan 10+ Manfaatnya untuk Tubuh

3. Obesitas

Berat badan berlebih atau obesitas dapat menyebabkan gangguan siklus haid, atau haid tanpa disertai dengan keluarnya sel telur (anovulasi). Kurang bergerak atau gaya hidup sedentary juga bisa memicu penyakit sindrom metabolik yang merupakan salah satu faktor risiko PCOS, yang membuat sel telur tidak terbentuk dengan sempurna.

7 Gejala PCOS

Penting mengetahui lebih jauh gejala PCOS sejak awal untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Tujuh gejala PCOS adalah sebagai berikut.

1. Gangguan Siklus Menstruasi

apa itu pcos
Sumber: iStockPhoto

PCOS ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur. Pada banyak kasus, wanita yang mengalami PCOS akan mendapatkan menstruasi kurang dari 8-9 kali dalam setahun. Jarak antar haid dapat kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, atau darah menstruasi mengalir deras. Hal ini disebabkan oleh menurunnya aktivitas ovulasi pada sistem reproduksi sehingga dinding rahim tidak dapat meluruh. 

2. Warna Kulit Menggelap

Sindrom ini juga menampakkan gejalanya secara fisik, yakni warna kulit penderita yang berubah menjadi lebih gelap. Biasanya kulit yang menggelap terjadi pada bagian lipatan, seperti leher, pangkal paha, bawah payudara, serta selangkangan. Kondisi ini disebut juga dengan acanthosis nigricans.

3. Muncul Jerawat yang Parah dan Banyak

Salah satu gejala PCOS adalah membuat kondisi kulit menjadi lebih berminyak dari biasanya. Hal tersebut memicu pertumbuhan banyak jerawat di area wajah, dada, hingga punggung bagian atas. Jadi, penyebab jerawat jika tiba-tiba muncul di sejumlah area tadi, kemungkinan besar seseorang mengalami PCOS. 

4. Pertumbuhan Rambut Berlebih (Hirsutisme)

Tanda lain dari PCOS adalah tumbuhnya rambut secara berlebih atau hirsutisme, terutama di area wajah dan tubuh seperti dada, perut, dan punggung. Gejala ini hampir dialami lebih dari 70% orang yang mengalami PCOS dan biasanya rambut yang tumbuh lebih tebal dan gelap. 

5. Perubahan Mood

Tubuh yang mengalami PCOS memiliki kadar hormon yang tidak teratur, sehingga berdampak juga pada suasana hati atau mood seseorang. Hal ini memicu perubahan mood secara terus-menerus yang berpotensi menyebabkan stres dan depresi. 

6. Banyak Kista dalam Ovarium

Selain menstruasi yang tidak teratur, PCOS juga dapat ditandai dengan pembesaran ovarium. Kondisi ini biasanya akan disertai dengan banyaknya kista dalam ovarium. Hal ini terjadi karena selama menstruasi ovarium menghasilkan beberapa kantung berisi cairan yang berkembang dan membesar. Namun pada wanita PCOS, kantung berisi cairan tersebut tidak ada yang terseleksi untuk matang, sehingga tetap berada dalam ovarium.

Baca juga:  Sugar Rush dan Dampaknya pada Kesehatan Anak, Bahayakah?

7. Sulit Hamil

Gejala terakhir yang bisa terjadi ketika seseorang menderita PCOS adalah sulit hamil. Karena ovulasi yang tidak teratur, maka penderita PCOS akan berisiko mengalami kesulitan kehamilan. Bahkan pada beberapa kasus, PCOS bisa mengakibatkan infertilitas atau kemandulan.

Dampak PCOS pada Wanita

Jika tidak teratasi dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada kesehatan tubuh. Lalu, apa itu dampak dari PCOS? Berikut komplikasinya, yaitu:

  1. Kemandulan
  2. Diabetes gestasional
  3. Hipertensi gestasional
  4. Steatohepatitis non-alkoholik
  5. Sindrom metabolik
  6. Diabetes mellitus tipe 2
  7. Sleep apnea
  8. Depresi dan gangguan cemas
  9. Perdarahan rahim abnormal
  10. Kanker endometrium

Pengobatan

apa itu pcos
Sumber: iStockPhoto

Pengobatan untuk PCOS tergantung pada sejumlah faktor. Hal itu termasuk usia, tingkat keparahan gejala, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Berikut beberapa pilihan pengobatannya:

1. Perubahan Gaya Hidup

Dokter mungkin akan menyarankan pengidap untuk menurunkan berat badan agar gejala PCOS yang dialami bisa membaik. Beberapa cara sehat yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan adalah dengan diet rendah kalori dan berolahraga secara rutin. Kedua cara tersebut juga bisa membantu tubuh menggunakan insulin lebih efisien, menurunkan kadar glukosa darah dan membantu pengidap berovulasi. 

2. Obat-Obatan

Untuk membuat siklus menstruasi teratur, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis obat-obatan, seperti:

  1. Pil KB. Ini membantu mengontrol siklus menstruasi, menurunkan kadar androgen, dan mengurangi jerawat.
  2. Terapi progrestin. Dokter juga bisa merekomendasikan penggunaan hormon progesteron yang bisa membantu mengembalikan siklus haid yang terganggu.
  3. Obat-obatan lain, seperti clomifene, letrozole, dan metformin, juga bisa menormalkan kembali siklus haid dan membantu ovulasi.
  4. Obat diabetes. Ini sering digunakan untuk menurunkan resistensi insulin pada pengidap PCOS. Obat diabetes juga bisa membantu mengurangi kadar androgen, memperlambat pertumbuhan rambut, dan membantu pengidap berovulasi lebih teratur.

3. Prosedur Medis

Selain metode pengobatan di atas, dokter juga bisa merekomendasikan elektrolisis untuk menghilangkan rambut di tubuh pengidap. Prosedur ini menggunakan aliran listrik rendah untuk menghancurkan folikel rambut dalam beberapa kali terapi.

Nah, itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang apa itu PCOS. Penyakit ini sulit untuk dicegah karena belum pasti penyebab utamanya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan PCOS, seperti menjaga berat badan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala seperti yang disebutkan, jangan sungkan untuk pergi ke dokter kandungan terdekat.