Autentikasi dalam Sistem, Metode Pengamanan untuk Akun Kamu

Istilah autentikasi sebenarnya bukan istilah asing dalam dunia modern sekarang ini. Istilah ini sering kali terdengar pada berbagai urusan keamanan dan verifikasi, untuk memastikan akses yang diminta atau transaksi yang dilakukan benar-benar diminta oleh user pemilik akun.

Tapi tahukah kamu sebenarnya apa arti dari autentikasi sendiri? Apa fungsinya sehingga fitur ini ada hampir di setiap jenis layanan digital? Bagaimana pula cara kerjanya?

Sederet pertanyaan di atas akan dapat diperoleh jawabannya pada penjelasan di bawah ini!

Baca Juga: Anti Ribet! Begini Cara Setting Dark Mode di Smartphone

Memahami Apa Itu Autentikasi

autentikasi

Autentikasi dapat dipahami sebagai tahapan yang harus dilalui untuk pengguna layanan digital atau aplikasi guna membuktikan bahwa user yang meminta akses atau melakukan perintah adalah user yang berhak atas akses tersebut.

Hal ini sendiri diterapkan menyusul maraknya aksi pembajakan akun dan penyalahgunaan akun untuk kepentingan orang tidak bertanggungjawab, dan pada akhirnya merugikan user pemilik akun secara sah.

Idealnya, proses ini akan menggunakan metode verifikasi dan validasi yang telah disetujui sebelumnya, sehingga sistem dapat mengenali dengan akurat apakah user merupakan user asli atau hanya upaya pembobolan akun saja.

Bisa dengan menggunakan password, atau kode PIN, atau kode OTP, bahkan pada beberapa kasus menggunakan pengenalan wajah. Istilah ini kemudian berkembang dengan nama autentikasi 2 faktor, yang marak digunakan oleh berbagai layanan.

Baca juga:  Tips Cerdas Memilih Ukuran Sepeda Agar Nyaman Saat Olahraga

Fungsi dari Proses Autentikasi yang Dilakukan User

Jika diibaratkan sebuah bangunan, autentikasi adalah kunci untuk masuk ke pintu bangunan tersebut. Saat pintu yang digunakan memiliki kunci berlapis, idealnya bangunan akan semakin aman dari upaya pembobolan pihak tidak bertanggungjawab bukan?

Autentikasi hanya akan dapat dipenuhi oleh user dengan metode yang telah disetujui sebelumnya. Dengan demikian ketika terjadi akses ilegal, user bisa melakukan penolakan dengan menyatakan bahwa akses yang dilakukan adalah bukan dirinya.

Proses ini sendiri akan melibatkan penggunaan kode unik yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu, atau konfirmasi pada perangkat tertaut yang telah didaftarkan sebelumnya. Dengan demikian, segala jenis upaya akses atau transaksi akan diketahui oleh user yang sah, dan dapat diputuskan apakah hal tersebut berasal dari user atau bukan.

Saat user menyatakan bahwa akses yang diminta bukan dari dirinya, maka sistem layanan dapat mengenali konfirmasi tersebut dan menolak akses yang diminta. Hal ini juga diterapkan pada akses akun Google, misalnya pada akses alamat email yang dimiliki.

Mengintip Cara Kerja Proses Pengamanan Ini

autentikasi

Untuk memahami cara kerja dari autentikasi ini, setidaknya secara umum akan terbagi ke dalam dua jenis berbeda. Pertama adalah one time password atau OTP, dan yang kedua dikenal dengan nama time based one time password atau TOTP.

1. Jenis Pertama, One Time Password

Jenis pertama sendiri mengacu pada cara autentikasi dengan mengirimkan OTP pada user yang kamu miliki. Password ini hanya dapat digunakan satu kali, dan secara otomatis akan terkirim ketika akun milik user diakses atau melakukan transaksi tertentu.

OTP akan dikirimkan pada nomor telepon atau email atau kontak yang telah dihubungkan sebelumnya, dan hanya diketahui oleh user. Saat kode OTP ini masuk, user tinggal memasukkannya ke kolom yang tersedia untuk mengeksekusi transaksi yang diinginkan.

Baca juga:  5 Rekomendasi Laptop Murah Terbaik dengan Spesifikasi Mumpuni

2. Time based One Time Password

Cara kedua adalah time based one time password, jika OTP biasa mengandalkan sistem yang dimiliki layanan, maka cara kedua ini menggunakan kode yang dibuat oleh user sendiri. Hal ini mungkin saja digunakan ketika user tidak memiliki sambungan internet aktif untuk masuk ke dalam akun yang dimilikinya atau melakukan autentikasi.

Cara ini idealnya membutuhkan algoritma RFC 6238 untuk dilakukan, dan kode yang dibuat hanya berlaku selama 30 detik. Setelah waktu ini terlewat maka user harus membuat kode baru untuk melakukan proses autentikasi.

Ini Ilustrasi Cara Atasi Masalah Autentikasi pada Akun Google

Terkadang ketika ingin masuk ke akun Google menggunakan perangkat tertentu, ditemui kesalahan dan error yang menyebabkan seorang tidak bisa masuk. Beberapa cara mengatasinya adalah sebagai berikut.

  • Hapus data dari Google Play Store, cara ini dapat digunakan namun dengan catatan akan menghapus cache yang ada di perangkat. Masuk ke Settings, kemudian pilih Application, lanjutkan ke Google Play Store. Setelahnya cari menu Storage dan klik Clear Data. Konfirmasi akan muncul dari sistem.
  • Cara kedua, hapus akun Google yang ada di perangkat. Hal ini diperlukan untuk pembelian perangkat baru atau second. Cara yang dilakukan adalah klik Settings kemudian pilih Accounts. Selanjutnya pilih Google, dan lakukan proses remove akun pada perangkat yang digunakan.
  • Coba Uninstall Update Play Store. Cara ini bisa digunakan ketika permasalahan terjadi dari sisi sistem, yakni adanya error dari Play Store. Buka  menu Settings, kemudian pilih Application atau App, selanjutnya klik Google Play Store, dan klik Uninstall Update.

Baca Juga: Pengertian dan 6 Keuntungan Menggunakan WA Blast untuk Bisnis 

Cukup mudah bukan memahami apa itu autentikasi dan ilustrasi yang disampaikan di atas?