Bayi Tengkurap: Boleh atau Bahaya? Cek Faktanya di Sini

Bayi banyak menghabiskan waktu untuk tidur di awal kelahirannya. Bayi memang harus memiliki waktu tidur yang cukup serta berkualitas setiap harinya, agar dapat tumbuh dengan optimal. Tidur berkualitas dapat menunjang pertumbuhan serta perkembangannya, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu agar bayi dapat tidur nyenyak, ibu perlu mengkondisikan ruangan dan lingkungan agar nyaman untuk si kecil. Lantas posisi tidur apa yang paling baik untuk bayi? Bolehkah si kecil tidur tengkurap? Cek faktanya di bawah ini.

Risiko Bayi Tidur Tengkurap

resiko bayi tengkurap
Sumber: Pixabay

Bayi yang dapat tidur dengan nyenyak dan lama tentu akan membuat orang tua tenang. Namun jangan sekali-sekali membiarkan bayi tidur tengkurap ya, bu. Pasalnya ada banyak risiko yang mungkin terjadi ketika bayi tidur tengkurap, seperti:

1. Risiko Sindrom Kematian Mendadak

Pernahkah ibu mendengar tentang Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS? SIDS merupakan sindrom kematian mendadak pada bayi yang tidak diketahui penyebabnya. Meskipun sudah diperiksa secara menyeluruh, namun kematian bayi akibat SIDS sulit diketahui penyebabnya.

Namun banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tidur tengkurap pada bayi dapat meningkatkan terjadinya risiko SIDS. Hal ini karena pada saat tidur tengkurap terjadi tekanan pada rahang yang mempersempit saluran pernapasan. Akibatnya, saluran napas bayi menjadi terganggu dan menyebabkan kematian mendadak.

Selain itu, bayi yang tidur tengkurap akan menghirup kembali udara atau oksigen yang telah dikeluarkan sehingga kadar oksigen turun dan karbondioksida meningkat. Hal ini mengakibatkan bayi kekurangan oksigen dan akhirnya terjadi kematian mendadak.

Baca juga:  Anti Ribet! Ini Resep MPASI Pisang untuk Bayi

2. Risiko Hidung Tertutup Selama Tidur

Risiko lain jika bayi dibiarkan tidur tengkurap adalah posisi hidung si kecil yang tertutup selama tidur. Bayi di bawah usia 4 bulan masih kesulitan membalikkan badannya sendiri dari posisi tengkurap ke posisi terlentang. Hal ini dikarenakan otot punggung serta perut bayi yang belum kuat untuk berguling.

Akibatnya jika hidung bayi tertutup saat tidur, ia sulit untuk merubah posisi. Hal ini sangat berbahaya bagi pernapasan bayi. Meskipun tidak selalu mengarah pada SIDS, namun hidung bayi yang tertutup selama tidur tetap berisiko. Kondisi ini diperparah jika di sekitar tempat tidur bayi terdapat selimut, boneka, atau benda-benda lainnya.

3. Kegerahan

Bayi tidur tengkurap juga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi. Pasalnya, tengkurap dalam posisi lama bisa mengakibatkan bayi merasa gerah dan panas. Bayi akan mudah terbangun dan rewel, akibatnya tidur si kecil menjadi kurang berkualitas. Dalam hal ini, ibu perlu mengatur suhu ruangan agar tetap sejuk. Kondisi ruangan yang panas juga dapat memicu risiko sindrom kematian mendadak pada bayi.

Baca Juga: 8 Tips Ampuh Agar Bayi Cepat Gemuk dalam 1 Minggu, Catat Ya!

Kapan Diperbolehkan?

bayi tengkurap
Sumber: Pixabay

Meskipun tidur tengkurap pada bayi membahayakan, namun tidak selamanya dilarang. Seiring perkembangan usia bayi, tidur tertelungkup diperbolehkan bahkan disarankan. Bayi tidur telungkup diperbolehkan saat usianya menginjak 1 tahun. Pada usia ini, risiko terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi sudah berkurang. Gerakan motorik kasar bayi pun sudah berkembang pesat sehingga ia mampu membalikkan badannya sendiri ketika tidur.

Ibu juga harus tahu bahwa usia rawan posisi tertelungkup pada bayi adalah usia 1-4 bulan. Di rentang usia ini, usahakan tidak membiarkan bayi tidur telungkup. Saat usia 5 bulan, bayi mulai bisa berguling sendiri, namun ia masih rentan mengalami SIDS. Oleh karena itu, tunggulah hingga bayi berusia 1 tahun sebelum membiarkannya tidur nyenyak dengan posisi tengkurap. Di bawah usia tersebut, jika ibu mendapati bayi tidur tengkurap, segera balik badan si kecil.

Baca juga:  Hati-Hati, Ini 8 Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil!

Baca Juga: Ketahui Stimulasi Tepat untuk Perkembangan Bayi 4 Bulan

Manfaat Tidur Tengkurap Pada Bayi

bayi tengkurap
Sumber: Pixabay

1. Membantu Pembentukan Tengkorak

Tulang tengkorak bayi yang masih belum sempurna, membuat kepalanya masih cukup elastis. Karena itulah, posisi telungkup dipercaya dapat menghindari bentuk kepala bayi peyang atau gepeng akibat tidur terlentang terus menerus. Posisi tengkurap juga mampu mempercepat pembentukan tengkorak Si Kecil.

2. Melatih Otot Leher

Posisi tengkurap nyatanya dapat membantu Si Kecil melatih kekuatan otot lehernya. Pasalnya, dalam posisi tengkurap pada bayi akan terdorong untuk mengangkat kepalanya sendiri. Biasanya kemampuan ini sudah bisa dilakukan saat bayi menginjak usia 4 bulan.

3. Kualitas Tidur Lebih Baik

Bunda, posisi tengkurap nyatanya dapat membuat tidur Si Kecil lebih nyenyak lho. Hal ini dikarenakan, tengkurap mampu meredam refleks kaget saat bayi tertidur. Dengan begitu, bayi bisa merasa lebih terjaga saat tidur, dan tentunya mampu meredam efek rewel baginya.

4. Menguatkan Fungsi Paru-Paru

Pada posisi tengkurap, posisi paru-paru berhadapan dengan kasur dan menopang tubuhnya. Hal ini justru akan membentuk tulang paru-paru yang lebih kuat, dengan begitu fungsi paru-paru pun akan bekerja dengan baik. Meskipun terbukti mampu memberikan berbagai manfaat, Bunda pun masih perlu berhati-hati saat menindurkan bayi dalam posisi tertelungkup. Sebaiknya Bunda tidak menindurkan Si Kecil terlalu lama dalam posisi tengkurap, berikanlah juga pengawasan. Dengan begitu, Bunda bisa mengganti posisi Si Kecil saat ia sudah tidak merasa nyaman.

Setelah mengetahui resiko dan manfaat dari bayi tidur tengkurap pastinya sekarang Anda tahu, kapan si kecil sudah tepat untuk melakukannya. Jangan sampai salah yha. Ingat! Bayi sehat akan memiliki tumbuh kembang yang kuat.