Bullying Verbal Adalah: Jangan Ajarkan Anak Menjadi Pelaku

tidak selamanya lingkungan sosial memberikan pengaruh positif, pengaruh negatif pun kerap dirasakan oleh individu lainnya. Salah satu pengaruh negatif yang dirasakan seseorang adalah perundungan atau bullying. Ada berbagai macam jenis, salah satunya verbal bullying adalah perundungan yang menggunakan bahasa lisan untuk mendapatkan kekuasaan atas korbannya.

Jenis perundungan ini berbeda dengan jenis lainnya. Hal ini dikarenakan bentuknya yang tidak kasat mata, karena perundungan menggunakan kata-kata yang diucapkan dari mulut pelaku. Tentunya kamu tidak ingin anak menjadi pelaku perundungan, kan? Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang verbal bullying dan cara mencegahnya.

bullying verbal adalah
Sumber: iStockPhoto

Apa Itu Verbal Bullying?

Verbal bullying adalah suatu bentuk kekerasan yang menggunakan kata-kata, pelecehan, penghinaan, ejekan yang dilakukan oleh seseorang, baik laki-laki ataupun perempuan secara berulang kali. Bentuk bullying verbal yaitu seperti berikut:

  • memaki
  • berkata kotor
  • menjuluki nama korban karna aneh atau lucu
  • body shamming atau menjuluki bentuk tubuh korban
  • memanggil korban dengan nama yang tidak pantas

Penyebab Terjadinya Verbal Bullying

Biasanya, perundungan ini terjadi di sekolah. Penyebab seseorang yang dirundung adalah orang yang memiliki keterbatasan fisik. Karena seseorang tersebut adalah sasaran empuk bagi pelaku perundungan, dan karena orang dengan karakter tertentu merupakan orang yang tidak mampu
melawan apapun terhadap perlakuan perundungan yang dilakukan oleh pelaku. Faktor yang menyebabkan perundungan ini antara lain:

  • seseorang itu pernah dirundung sebelumnya
  • merasa terpopuler
  • merasa banyak teman
  • hidup dikalangan orang-orang yangkasar dan terlalu dimanja tapi didikannya salah
Baca juga:  7 Ciri-Ciri Anxiety pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

Dampaknya Bagi Korban Perundungan Verbal

bullying verbal adalah
Sumber: iStockPhoto

Perundungan, terutama verbal bullying, akan mendapatkan efek yang sangat negatif. Korban akan mengalami stres yang berkepanjangan dan emosional yang tak terkontrol (labil) karena selalu dirundung. Orang yang telah menjadi korban perundungan verbal sering kali menemukan citra diri dan harga diri mereka rusak lebih parah daripada patah tulang. Efek dari perlakuan ini dapat mempengaruhi kehidupan seseorang selama bertahun-tahun.

Bullying verbal, dengan hinaan dan ejekan, akan menghilangkan rasa harga diri seseorang. Mereka akan kehilangan perasaan berkuasa atas hidup mereka. Dan mereka mulai mempercayai penghinaan dan melihat diri mereka sebagai sesuatu yang kurang dari siapa mereka sebenarnya.

Ketika intimidasi datang dari dalam keluarga atau lingkaran teman dekat, mereka mungkin merasa seolah-olah tidak ada cara untuk melarikan diri dan tidak ada jalan keluar. Perasaan tidak mampu dan rasa sakit itu sering menyebabkan depresi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Jika dibiarkan, korban emosional dari perundungan verbal bahkan menyebabkan korban mengalami penyakit mental hingga upaya bunuh diri, karena korban menyerah begitu saja.

Yuk, Ajari Anak Agar Tidak Menjadi Pelaku Atau Korban Verbal Bullying

Verbal bullying adalah masalah yang serius dan harus ditangani dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi verbal bullying:

bullying verbal adalah
Sumber: iStockPhoto
  • Jika kamu menjadi korban bullying verbal, jangan diam atau menanggapi dengan cara yang sama. Tunjukkan sikap tegas dan berani dengan mengatakan “berhenti” atau “tidak suka” kepada pelaku. Jika perlu, mintalah bantuan dari orang lain yang bisa dipercaya, seperti teman, keluarga, guru, atasan, atau konselor.
  • Jika kamu menjadi saksi bullying verbal, jangan tinggal diam atau ikut-ikutan. Berikan dukungan dan perlindungan kepada korban dengan mengatakan “tidak setuju” atau “tidak keren” kepada pelaku. Jika perlu, laporkan kejadian tersebut kepada orang yang berwenang, seperti guru, atasan, atau polisi.
  • Jika kamu menjadi pelaku bullying verbal, sadari bahwa perilakumu salah dan berbahaya. Mintalah maaf kepada korban dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Jika perlu, cari bantuan dari orang lain yang bisa membantumu mengubah perilaku, seperti keluarga, guru, atasan, atau konselor.
Baca juga:  Tekstur MPASI yang Tepat Sesuai Usia Bayi, Mulai 6 Bulan

Bullying verbal adalah perilaku yang tidak pantas dan tidak bermoral. Mari kita bersama-sama mencegah dan menghentikan bullying verbal dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan. Dengan begitu, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua orang.