Cappuccino Vs Latte, Mengulik Lebih Dalam Sajian Kopi di Jogja

Kopi adalah salah satu minuman yang memiliki banyak penggemar. Berkumpul bersama teman rasanya kurang lengkap jika tidak meminum kopi. Kapucino dan latte adalah dua minuman kopi Italia yang paling populer dan keduanya disiapkan dengan menggunakan susu panas. Sama-sama terdiri dari dua “komposisi” utama, yaitu textured milk dan espresso, apa yang membedakan cappuccino vs latte ini?

Meski sama-sama terbuat dari espresso dan susu, namun yang membedakan kedua minuman ini adalah jumlah takaran susu dan banyaknya foam yang ditambahkan ke dalam espresso. Banyaknya susu yang ditambahkan ini akan turut memengaruhi rasa minuman yang disajikan. Sehingga karenanya, sekali lagi, (rasa) cappuccino dan latte tentu saja tidak sama. Yuk, kita simak perbedaan kedua minuman kopi ini.

cappuccino vs latte
Sumber: iStockPhoto

Sejarah Latte dan Cappuccino

Istilah caffè dan latte pertama kali digunakan pada tahun 1847 dan kemudian pada tahun 1867 mereka muncul dalam esai William Dean Howells “Italian Journeys”. Latte awalnya berarti susu dalam bahasa Italia dan versi caffè dari minuman ini adalah penemuan Amerika. Caffè latte berasal dari Caffè Mediterraneum, sebuah kafe di Berkeley, California dan diseduh dalam bentuknya saat ini oleh Lino Meiorin untuk pertama kalinya. Dia menambahkan lebih banyak susu ke cappuccino jika tidak kuat ini dan menyebut minuman baru ini “caffè latte”.

Cappuccino dalam bentuk komersial diperkenalkan pada awal abad ke-20, ketika mesin espresso yang dipatenkan diperkenalkan oleh Luigi Bezzera dari Milan pada tahun 1901. Mesin-mesin ini membuat cappuccino sangat populer di kafe dan restoran dan arus dari yang dikembangkan pada tahun 1950an.

Cappuccino VS Latte

Cappuccino

cappuccino vs latte
Sumber: iStockPhoto

Pada dasarnya kapucino ini tidak jauh beda dengan latte yang berasal dari campuran espresso dengan susu. Akan tetapi kapucino punya komposisi, takaran, dan jenis susu yang berbeda dibandingkan caffe latte. Susu yang dipakai untuk membuat secangkir minuman ini adalah susu dengan foam yang lebih tebal dari latte.

Kapucino merupakan minuman kopi espresso yang dibuat dari 1/3 espresso, 1/3 susu steamed, dan 1/3 lagi buih susu. Takaran susunya juga lebih sedikit, karena sepertiga bagian dari kopi kapucino merupakan foam yang tebal dan terlihat kasar. Sementara itu, jika diperhatikan maka teksturnya akan membentuk semacam tiga layer berbeda.

Baca juga:  Kenalan dengan 7 Gunung Tertinggi di Bandung, Yuk!

Tiga layer berbeda itu umumnya terdiri dari kopi hitam espresso di bagian bawahnya, lalu lapisan susu steamed di tengah, dan buih atau frothing di atasnya. Sajian kapucino juga tidak dihias bagian permukaannya dan umumnya hanya ditaburi semacam bubuk cokelat untuk mempercantik permukaan foam-nya.

Latte

cappuccino vs latte
Sumber: iStockPhoto

Secara bahasa, Latte (atau Caffe Latte) berasal dari kata dalam Bahasa Italia yang artinya adalah susu, jadi secara teknis maknanya adalah kopi yang diberi tambahan susu. Latte sering disebut sebagai sajian kopi espresso yang milky karena kandungan susunya yang lebih banyak. Kunci paling mendasar dalam pembuatan latte ini adalah pada susunya yang terlebih dahulu mengalami proses steaming atau semacam pengukusan sampai masak benar.

Proses steaming atau pemanasan susu sampai masak ini akan menghasilkan tekstur susu yang foam-nya lebih lembut dan halus. Dibanding jenis campuran susu lainnya, susu pada latte cenderung mempunyai foam atau buih yang lebih halus serta tidak begitu pekat. Pemakaian susunya pun lebih banyak, dengan rasio campuran espresso dan susu dari kopi latte adalah 1 banding 2. Jadi misalnya espresso 30 ml maka campuran susunya sebanyak 60 ml.

Nah, karena susunya lebih lembut akibat proses pemasakan, makanya bisa lebih meresap ke dalam kopi espresso-nya. Selain itu karena foam-nya yang lembut, maka bisa dikreasikan dengan beragam hiasan atau yang dikenal dengan latte art. Fakta unik berikutnya, kalau kalian berkesempatan mengunjungi Italia, kalian harus menyebutnya secara lengkap yaitu Caffe Latte, jangan hanya Latte saja karena hanya akan disodori secangkir susu biasa.

5 Rekomendasi Coffeeshop di Jogja

Setelah mengetahui cappuccino vs latte, kali ini akan ada 5 ulasan tentang 5 rekomendasi coffeeshop yang ada di Jogja. Jogja menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian seluruh masyarakat lokal dan mancanegara. Selain itu, kota ini juga menjadi surganya para pecinta kopi, lho! Apa saja ya rekomendasi 5 coffeeshop di Jogja?

1. Lestari Corner

Lestari Corner merupakan coffeeshop yang berada di Jalan Nangka, Krodan, Maguwoharjo. Cafe ini menyajikan berbagai menu makanan berat, mulai dari bubur ayam, chicken katsu, nasi gongso sapi, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk aneka minuman, kedai ini menyajikan berbagai pilihan kopi dan non kopi. Harga menu yang ditawarkan juga cukup terjangkau, mulai dari Rp15.000 hingga Rp35.000 saja.

2. 28 Coffee Cabang Seturan

Fasilitas cafe yang disediakan cukup lengkap untuk menunjang para mahasiswa, mulai dari WiFI, colokan listrik di setiap meja, hingga toilet. Harga makanan dan minuman di cafe ini mulai dari Rp14.000 sampai Rp25.000 saja. Selain itu, 28 Coffee Cabang Seturan juga memiliki ruangan outdoor dan indoor. 28 Coffee Cabang Seturan berada di Jl. Seturan Raya Jalan Selokan Mataram No.A3, Kledokan, Caturtunggal, Depok.

Baca juga:  Spot Foto di Jakarta yang Tidak Kalah dengan di Luar Negeri

3. Silol Coffee & Eatery

cappuccino vs latte
Sumber: Babad Jogja

Cafe yang berada di pusat kota Jogja ini memiliki beragam fasilitas yang memanjakan para pengunjungnya. Mulai dari tempat yang nyaman, hingga suguhan live music yang tersedia di akhir pekan. Untuk menu makanan dan minuman juga beragam, mulai dari aneka olahan biji kopi dari berbagi jenis sampai makanan khas Barat. Daya tarik dari Silol Kopi & Eatery ini juga terletak dari desain interior yang instagramable, sehingga cocok untuk para anak muda. Lokasi cafe 24 jam ini berada di Jalan Suroto, Kotabaru, Jogjakarta.

4. Loko Cafe

Cafe 24 jam Jogja ini bisa menjadi pilihan pertama untuk mengisi perut selepas turun dari kereta api di Stasiun Tugu Jogjakarta. Awalnya, cafe ini khusus berada di dalam area stasiun. Namun pihak stasiun Tugu Jogjakarta kemudian memperluas ke bagian depan di ujung kawasan Malioboro. Berkonsep semi outdoor, tentunya cafe ini sangat asyik dipakai nongkrong dari berbagai kalangan masyarakat.

Soal sajiannya, di sini tersedia beragam varian kopi Nusantara yang diolah secara espresso based maupun manual brew. Makanannya sendiri tersedia dari mulai tradisional seperti bakmi godog, gudeg koyor, dan brongkos. Tapi ada juga makanan internasional seperti cordon bleu, sandwich, hingga pancake. Atmosfer kafe yang nyaman dan desainnya yang menarik membuat cafe ini memiliki daya tarik sendiri.

5. Legend Coffee

Berlokasi di ujung Jalan Abu Bakar Ali yang dekat dengan akses ke arah Malioboro, Legend Coffee jadi pilihan tempat nongkrong yang legendaris. Cafe ini dulunya terkenal sebagai pilihan nongkrong 24 jam di Jogja. Namun semenjak pandemi, tempat ini dibatasi hanya sampai jam 24.00 saja. Areanya sendiri sangat luas dengan konsep bangunan lawas yang memancarkan aura estetiknya.

Legend Coffee ini juga dikenal sebagai cafe sejuta umat karena konsepnya yang menyediakan banyak permainan seru di dalamnya. Soal makanan beratnya tersedia nasi goreng sapi, bakmi godog, sop buntut, bubur ayam, dan juga spaghetti. Sedangkan untuk kudapannya tersedia tempe mendoan, pisang bakar, roti bakar, kentang goreng, dan banyak lagi. Minumannya juga beragam, mulai dari kopi-kopian hingga minuman jus.

Nah, itu dia pembahasan mengenai cappuccino vs latte. Selain itu, ada 5 rekomendasi coffeshop yang bisa kamu kunjungi ketika mengunjungi Jogja. Tunggu apalagi, segera jadwalkan agendamu untuk mencicipi kopi kesukaanmu sambil menikmati suasana Jogja!