Tips dan Trik Cara Mendidik Anak di Masa Golden Age

Sebagian besar orang tua menganggap bahwa mendidik anak bukanlah suatu hal yang mudah. Seperti yang sudah diketahui bahwa setiap anak itu memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Jadi, mendidik anak itu memang tidak bisa sembarangan. Ada cara mendidik anak berdasarkan usia anak yang perlu dipahami setiap orang tua.

Pentingnya Mendidik Anak di Masa Golden Age

cara mendidik anak

Setiap orang tua, apalagi orang tua masa kini memang dituntut untuk semakin melek dengan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah cara mendidik anak berdasarkan usia anak yang harus dipahami dengan baik. Dengan berbekal ilmu pengetahuan, maka diharapkan setiap orang tua dapat mendidik anak dengan cara yang tepat, dan tanpa kekerasan.

Sejak pertama kali dilahirkan hingga anak berusia 5 tahun, merupakan usia emas atau disebut dengan istilah golden age. Pada masa inilah, otak anak akan tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Setiap informasi dalam bentuk apapun akan mudah diserap oleh anak, tanpa melihat baik atau buruknya. Maka dari itu, tugas orang tua adalah menambah pengetahuan anak dan mengajarkannya untuk berperilaku yang baik.

Sebagai orang tua, pastikan kamu tidak hanya mengajar atau mengarahkan anak saja. Tetapi juga memberikan contoh yang baik dan benar, ya. Karena di usia emas ini, seorang anak akan lebih suka menirukan perilaku orang-orang terdekatnya. Nah, berikut ini ada beberapa tips agar kamu sukses mendidik anak di masa-masa golden age.

1. Bersedia Mendengarkan Anak

Meskipun setiap orang tua bertugas memberikan perintah dan arahan, namun bukan berarti kamu tidak berkewajiban untuk mendengarkan keluhan anak. Hal ini sangat penting, karena bisa jadi anak sedang mengalami suatu masalah. Mau mendengarkan keluh kesah anak adalah kunci dari cara mendidik anak yang baik. Jika sebagai orang tua kamu menunjukkan sikap mau mendengarkan keluhan anak, atau peka bahwa mereka sedang kesal karena adanya masalah, maka anak akan lebih mudah mendengarkan perintah dan arahan yang kamu berikan.

Baca juga:  Psikologi Anak Usia Dini: Hal Penting yang Perlu Dipahami

2. Memberikan Arahan dengan Lembut

Mengajarkan sesuatu atau mengarahkan anak sebaiknya tidak menggunakan kata-kata yang kasar. Melainkan dengan tutur kata yang lemah lembut, penuh cinta, dan kasih sayang. Dengan begitu, seorang anak akan mendengarkan dan menjalankan setiap arahan dari orang tuanya dengan sepenuh hati. Jika seorang anak dibentak, apalagi sampai orang tua melakukan kekerasan, maka anak justru akan merasa ketakutan dan bisa berdampak buruk bagi perkembangan otak maupun psikologisnya.

Berteriak memang tidak pernah menjadi cara mendidik anak yang disarankan, karena hanya akan membangkitkan emosi saja. Oleh karena itu, pastikan kamu memanggil nama anak saat mereka bermain. Ketika menoleh dan memperhatikan kamu, lalu katakan dengan baik hal-hal yang kamu inginkan dari anak. 

3. Memberikan Kenyamanan dan Tatapan Hangat

Tugas kamu sebagai orang tua selanjutnya adalah memberikan rasa nyaman pada anak. Kamu harus bisa menjadi teman yang baik bagi anak, sehingga anak akan merasa nyaman dan terlindungi saat bersama kamu. Keterbukaan juga sangat penting, sehingga kamu akan tahu apa saja keseharian anak dan apa yang sedang dipikirkannya, hingga apa yang membuatnya sedih atau senang. Dengan begitu, kamu dapat memberikan perhatian yang tepat.

Tahukah kamu, bahwa tatapan mata ternyata memiliki kekuatan untuk menunjukkan perasaan? Saat orang tua menatap mata anak, maka anak akan melihat bahwa orang tuanya memberikan perhatian, bukan amarah, atau emosi negatif lainnya. Selain itu, dengan menatap mata anak, kamu juga akan paham apakah anak benar-benar mendengar atau malah cuek dengan perintah yang kamu berikan. 

Baca juga:  Rekomendasi Coworking Space Jakarta, Bisa Bikin Kamu Betah Kerja

4. Memberikan Contoh yang Baik

cara mendidik anak

Jadilah orang tua yang memberikan teladan dan panutan yang baik bagi anak, jangan malah sebaliknya. Salah satunya adalah mengajarkan sikap saling menghormati dan menghargai terhadap sesama. Misalnya, pada saat ada anak lain yang membutuhkan bantuan, seperti baju atau sepatu, ajarkan anak untuk menyumbangkan baju layak pakainya. Kamu bisa mencoba membiarkan anak yang menyerahkan sendiri baju tersebut agar ia senang dan mempunyai pengalaman yang berkesan.

Atau kamu juga bisa mengajarkan anak untuk menghargai uang, dengan cara menabung sedari kecil. Hal ini sangat penting, karena sikap saling menghormati, menghargai, dan berbagi akan berguna saat nanti anak sudah beranjak dewasa. 

Konsisten Menerapkan Cara Mendidik Anak

Cara mendidik anak atau pola asuh yang diterapkan secara rutin dan konsisten akan membuat anak merasa lebih aman dan nyaman. Dengan begitu, anak akan menjadi paham tentang apa yang kamu inginkan sebagai orang tuanya. Sehingga anak bisa bersikap lebih tenang ketika diberikan perintah dan arahan. Contohnya, saat kamu melarang anak untuk tidak terburu-buru menghabiskan makanannya secara berulang-ulang setiap hari secara konsisten, maka anak akan lebih memahami, dan anak akan bersikap lebih tenang untuk menghabiskan makanannya. 

Sementara itu, jika kamu tidak konsisten dalam memberikan arahan, maka anak akan merasa bingung. Misalnya, hari ini kamu melarangnya untuk tidak menghabiskan makanannya. Sementara keesokan harinya kamu malah memperbolehkan anak untuk tidak menghabiskan makanannya. Hal ini tentu saja akan membuat sinyal anjuran dan larangan yang membingungkan bagi anak dan bisa memicu anak menjadi tidak patuh. Jadi, sangat penting untuk melakukan berkali-kali, hingga anak mengerti dengan perintah yang kamu berikan.