7 Cara Mengeluarkan Dahak yang Nyaman bagi Bayi

Bayi yang mengalami batuk tentunya akan sangat tidak nyaman. Apalagi jika dia memiliki dahak yang ada di tenggorokannya. Hal tersebut tentunya membuat dia kesulitan untuk menelan dan juga bernafas. Sebagai orang tua, kamu akan berusaha mencari cara mengeluarkan dahak pada bayi.

Adapun cara-cara yang bisa digunakan pada bayi bisa membuatnya sedikit rewel. Terlebih dia belum bisa mengeluarkan dahak sendiri. Beberapa penyakit dapat menyebabkan dahak berlebihan dan mengganggu bayi, misalnya flu, batuk, atau pilek yang disebabkan bakteri maupun virus dan alergi. Karenanya, simak 7 cara yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan dahak di bawah ini, ya!

cara mengeluarkan dahak
Ilustrasi pemberian inhaler pada anak (Sumber: iStockPhoto)

Penyebab Munculnya Dahak

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu penyebab umum bayi pilek batuk berdahak. Hal ini dapat terjadi saat bayi menghirup polutan, virus atau pemicu iritasi lainnya. Ketika itu terjadi, tubuh bayi menghasilkan lendir lebih banyak di hidung dan saluran udara untuk “menjebak” dan menghilangkan iritan ini. Paparan udara kering dan kondisi cuaca lainnya juga dapat memicu produksi lendir berlebih dan jadi tersumbat.

Bayi lebih mudah terkena pilek dan hidung tersumbat daripada anak yang lebih besar karena beberapa alasan. Saluran hidung yang lebih kecil pada bayi tentu membuatnya tersumbat dengan cepat. Tak hanya itu, bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang sedang berkembang.

Ada beberapa hal yang menjadi pemicu lendir dan dahak pada bayi, misalnya saja sebagai berikut:

  1. Asap rokok
  2. Debu atau polutan
  3. Virus dan kuman
  4. Bahan kimia
  5. Perubahan cuaca
Baca juga:  Ketahui 10 Manfaat Inhalasi untuk Terapi Anak!

7 Cara Mengeluarkan Dahak yang Nyaman bagi Bayi

Setelah mengetahui penyebab munculnya dahak, kamu bisa melakukan 7 tips untuk mengeluarkan dahak dengan nyaman untuk bayi.

1. Penuhi Asupan Harian

cara mengeluarkan dahak
Sumber: Pexels

Jika bayi masih berusia 0-6 bulan, penuhi asupan hariannya dengan memberikan ASI dan/atau susu formula. ASI memiliki kandungan antibodi alami dari tubuh ibu untuk bayi, sehingga bayi akan lebih terjaga kekebalan tubuhnya. Dan jika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan, tetap penuhi kebutuhan ASI dan/atau susu formula, disertai dengan makanan pendamping serta air putih. Cara ini dapat membantu bayi untuk meringankan sakit pilek dan mengeluarkan dahak.

2. Menggunakan Penyedot Khusus

Beberapa orang tua mengeluarkan lendir dari hidung bayi dengan mulut mereka, namun hal tersebut tidak efektif. Hal itu justru akan memindahkan kuman dari hidung bayi ke daerah mulut orang tuanya. Alat yang bisa kamu gunakan untuk mengeluarkan dahak dari hidung bayi adalah semprotan yang berisi larutan salin (air garam steril). Tujuannya adalah untuk membantu mengencerkan dahak yang kental dan melegakan saluran pernapasan.

3. Humidifier/Diffuser

Pelembab udara atau humidifier akan membantu menghidrasi udara. Hal ini dapat membantu mengeluarkan dahak pada bayi secara perlahan. Kamu juga bisa menggunakan diffuser dengan aroma essential oil seperti eucalyptusthieves, atau grasslemon. Ketiga jenis EO ini diperccaya bisa membantu melancarkan saluran pernafasan.

4. Memberikan Kehangatan dan Kenyamanan

Saat cuaca sedang dingin, dahak di saluran pernafasan bayi menjadi lebih kental dan semakin sulit dikeluarkan. Ini pun bisa membuat bayi jadi gelisah. Maka dari itu, pastikan tubuh bayi tetap hangat. Kamu bisa memandikan bayi dengan air hangat. Setelah itu, pakaikan baju panjang yang berbahan lembut. Jangan lupa pastikan untuk menjaga suhu kamar tidak terlalu dingin untuk bayi.

Baca juga:  Ini 7 Tips Pumping ASI Agar Hasilnya Melimpah!

5. Pijat Bayi

cara mengeluarkan dahak
Sumber: iStockPhoto

Memijat bayi secara rutin dapat mengeluarkan dahak pada bayi, lho! Pijatan pada tubuh bayi dapat menstimulasi titik dalam tubuh bayi sehingga menjadi lebih rileks. Cara ini efektif untuk meringankan gejala pilek dan masalah pencernaan lainnya. Pijatan dapat memberikan rasa tenang dan membuat bayi tidak lagi rewel.

6. Menepuk Punggung Bayi

Ketika bayi berada dalam posisi tengkurap, tepuk perlahan punggung bayi untuk membantu dahak terdorong keluar dari saluran napasnya. Jika dahak di saluran napasnya sudah menumpuk, dengan ditepuk-tepuk punggungnya maka dahak akan mudah keluar. Namun, jika dahak mengencer dan masuk ke saluran pencernaan, maka ia akan terbuang melalui feses.

7. Berjemur

Berjemur dibawah sinar matahari pagi membawa banyak manfaat bagi si bayi, salah satunya untuk mengurangi dahak yang menyumbat hidung bayi. Jemurlah bayi selama 5 hingga 10 menit setiap hari. Adapun waktu terbaiknya adalah di atas jam 9 pagi dan jam 3 sore , karena sinar UV B yang kaya akan vitamin D berada di jam tersebut.

8. Perhatikan Kekentalan dan Warna Dahak

Jika dahak terlalu kental, ini bisa menghalangi pernapasan dan terkadang menjadi tanda penyakit. Perhatikan juga warna lendir pada dahak bayi, karena warna lendir juga merupakan indikasi penyakit yang diderita bayi. Berikut warna dahak yang perlu kamu perhatikan untuk memastikan dahak tersebut normal atau tidak.

  1. Lendir putih atau abu-abu yang lebih kental bisa berarti bayi dalam keadaan baik-baik saja atau ada penyumbatan pada sinus.
  2. Lendir kuning menandakan bayi mengalami flu ringan atau sedikit dehidrasi.
  3. Lendir hijau hingga cokelat bisa mengkhawatirkan karena adanya infeksi bakteri atau virus.
  4. Lendir merah atau cokelat mungkin menandakan bayi memiliki darah atau kotoran di lendirnya dan perlu segera mendapatkan pemeriksaan.

Itulah informasi tentang penyebab munculnya dahak dan cara mengeluarkan dahak pada bayi. Jika cara-cara tersebut tidak membuat dahak keluar, kamu bisa memeriksakan bayi ke dokter anak terdekat. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat agar bayi bisa merasa lebih abik. Semoga informasi di atas membantumu, ya!