Jangan Sembarangan! Begini Cara Menghangatkan ASI yang Tepat

Sudah menjadi sebuah keharusan bagi setiap ibu untuk tidak menyepelekan cara menyimpan ASI perah, karena akan berpengaruh terhadap kandungan nutrisi dan kesehatan anak. Kemudian, pemahaman mengenai bagaimana cara menghangatkan ASI juga mutlak diperlukan. Alih-alih memberikan ASI untuk anak, cara menghangatkan ASI yang kurang tepat justru akan merusak nutrisi yang terkandung dalam ASI.

Untuk menyimpan ASI di dalam freezer atau lemari pendingin, kamu bisa menggunakan botol atau kantong penyimpanan khusus ASI. Tapi, pastikan memilih produk yang aman, bebas dari bahan kimia, serta pilih juga botol yang bernomor daur ulang “5” karena terbuat dari polipropilen (PP) sehingga lebih aman. 

Bagaimana Cara Menyimpan ASI Perah yang Tepat?

Berikut ini ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menyimpan ASI perah, yuk simak dan pahami satu per satu!

  • Menyimpan ASI perah harus menggunakan botol atau wadah penyimpanan ASI yang bersih dan steril. Pilihlah botol plastik bertutup atau kantong ASI plastik khusus yang bebas bahan BPA sebagai cara menghangatkan ASI dari dalam dot.
  • Selain botol dan kantong, alat pompa ASI yang digunakan juga harus bersih dan steril. Ketika sudah selesai digunakan, langsung bersihkan pompa tersebut dengan air panas dan sabun lalu bilas dan keringkan dulu, barulah disimpan kembali ke tempatnya.
  • Jangan lupa untuk selalu memberikan label pada setiap kantong atau botol ASI. Tulis tanggal dan waktu kapan kamu memompa dan menyimpan ASI tersebut. Pemberian label sangat berguna untuk mengetahui mana ASI yang harus diberikan lebih dulu. Sebaiknya gunakan ASI sesuai tanggal dan waktu urutan penyimpanan yang lebih awal, ya!
  • ASI perah sebaiknya disimpan di dalam freezer atau lemari pendingin alias kulkas.
  • Hindari untuk menyimpan ASI dengan meletakkannya di bagian pintu lemari pendingin karena mudah terpapar dengan udara luar.
  • Pastikan kamu melakukan pengecekan suhu lemari pendingin atau freezer secara rutin, setidaknya 3 kali dalam sehari.
  • Jika ASI dipompa saat di perjalanan, kantor, atau di luar rumah, maka sebaiknya suhu ASI harus selalu dalam keadaan dingin. Pastikan suhu ASI perah tetap terjaga sampai nantinya akan disimpan di dalam lemari pendingin atau freezer
  • Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum memompa, menyimpan, dan juga menghangatkan ASI.
  • Jagalah kebersihan diri dan semua benda yang bersentuhan dengan ASI untuk memperkecil kemungkinan bakteri atau virus berkembang di dalam ASI perah.
Baca juga:  10 Pilihan Jenama Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menghangatkan ASI

cara menghangatkan asi
Sumber: Freepik

Sebelum mengikuti cara menghangatkan ASI yang tepat, satu hal yang perlu diingat adalah konsep “first in first out“. Konsep ini artinya adalah apabila kamu memasukkan salah satu botol atau kantong ASI perah terlebih dahulu, maka botol atau kantong tersebut yang harus yang keluar kali pertama. Hal ini dilakukan karena kualitas ASI akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Supaya kualitas yang masih terjaga, maka konsep ini bisa dilakukan.

Ada beberapa penelitian yang mencari tahu lebih dalam mengenai pengaruh cara menghangatkan ASI perah terhadap nutrisi di dalamnya. Aturan yang pasti adalah jangan menghangatkan ASI perah di microwave atau di atas kompor, karena hal tersebut bisa menyebabkan suhunya terlalu tinggi. Cara untuk menghangatkan ASI perah yang salah tentunya dapat menyebabkan kerusakan substansial pada kandungan nutrisinya. Hindari pula menggunakan air keran atau dispenser yang terlalu panas, tapi sebaiknya gunakan air hangat untuk mencairkan ASI perah. 

Perlu diketahui, kerusakan ASI juga akan mempengengaruhi kumpulan bakteri baik yang ada di usus, padahal bakteri baik pada usus berperan penting untuk tumbuh kembang bayi.

Lantas, berapa suhu untuk menghangatkan ASI dan bagaimana caranya?

Cara Menghangatkan ASI Agar Nutrisinya Tidak Rusak

cara menghangatkan asi
Sumber: Freepik

Ada beberapa cara menghangatkan ASI yang bisa dilakukan sesuai kebutuhan, baik ASI yang dimasukkan ke dalam kulkas maupun ASI yang dimasukkan ke dalam freezer. Di bawah ini adalah penjelasan lebih lengkapnya.

1. Cara Menghangatkan ASI dari Kulkas

Cara menghangatkan ASI dari kulkas bawah bisa dilakukan dengan beberapa langkah, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Ambil ASI perah dari kulkas atau lemari es dan sisihkan.
  • Sementara itu, silakan panaskan air menggunakan panci lalu tuang air yang hangat ke dalam cangkir atau mangkuk.
  • Kemudian tempatkan kantong atau botol berisi ASI yang tertutup rapat ke dalam mangkuk tersebut. Ingat, ASI harus disimpan dalam wadah tertutup untuk pemanasan.
  • Biarkan ASI direndam dalam air hangat selama 1-2 menit, sampai ASI mencapai suhu yang diinginkan.
  • Gunakan tangan bersih untuk menuangkan ASI ke dalam botol.
  • Aduk secara perlahan ASI yang sudah mencair supaya lemak hindmilk dan foremilk di dalamnya menyatu dengan baik.
Baca juga:  Mata Merah pada Anak: 8 Pemicu dan Cara Mengatasinya

Sebelum memberikan botol susu kepada anak, periksa kembali suhu ASI tersebut dengan cara menuangkan sedikit ASI ke pergelangan tangan dan coba rasakan apakah ASI tersebut sudah hangat atau masih panas.

2. Cara Menghangatkan ASI dari Freezer 

Banyak kamu yang memilih freezer sebagai tempat penyimpanan ASI yang lebih awet, kamu bisa melakukan beberapa cara menghangatkan ASI beku dari plastik yang disimpan dalam freezer. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  • Untuk menghangatkan ASI beku dari plastik, kamu perlu mengeluarkan ASI tersebut dari freezer dan masukkan ke dalam kulkas bagian bawah dulu untuk dicairkan semalaman. 
  • Kemudian kamu bisa mengikuti petunjuk yang sama dengan cara menghangatkan ASI dari kulkas seperti penjelasan di atas.
  • Jika kamu membutuhkan ASI yang cepat dan hanya memiliki ASI beku, maka kamu bisa menghangatkan ASI dengan air panas langsung dari freezer dengan menggunakan metode yang sama. Hanya saja, kamu perlu menyimpan ASI beku tersebut di dalam air hangat selama 20-30 menit atau bahkan lebih lama. 

Bagaimana Aturan Memberikan ASI yang Sudah Dihangatkan?

cara menghangatkan asi
Sumber: Freepik

Perlakukan ASI perah seperti liquid gold yang begitu berharga, dan pastikan proses menghangatkan ASI benar-benar sesuai prosedur. Tujuannya adalah agar kualitasnya tetap terjaga. 

Lantas, berapa lama ASI bertahan setelah dipanaskan? Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan, ASI dari kulkas atau freezer yang yang telah dihangatkan dan dibawa ke suhu kamar, maka harus segera diberikan dalam waktu 2 jam. Itu artinya, ASI yang sudah dihangatkan tahan selama 2 jam saja.

Sementara itu, untuk mengetahui apakah ASI yang sudah dihangatkan boleh masuk kulkas lagi, maka jawabannya adalah tidak. Jangan pernah mengembalikan ASI perah yang sudah diturunkan ke kulkas kembali ke freezer, ya!

Bisakah ASI Dihangatkan Dua Kali?

Pertanyaan berikutnya, kira-kira bolehkah ASI dihangatkan dua kali? Jawabannya adalah tidak boleh. Disarankan, kamu menghindari menghangatkan lagi ASI yang sudah dihangatkan sebelumnya. Hal ini karena akan merusak atau bahkan menghilangkan kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI. Selain itu, rasanya juga akan menjadi berubah.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perlu diketahui bahwa ASI yang sudah dihangatkan satu kali kadang akan terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. Tapi jangan khawatir, karena ASI dalam kondisi ini masih cukup aman untuk dikonsumsi. 

Cara menghangatkan ASI memang harus dicermati dengan baik agar nutrisi di dalamnya tetap terjaga dan anak dapat terhindar dari risiko yang berbahaya. Selain memahami cara menghangatkan ASI yang tepat, sebagai ibu kamu juga perlu memerhatikan penggunaan botol atau kantong penyimpanan ASI yang aman, kebersihan diri sendiri, barang-barang anak, dan lingkungan, serta proses penyimpanannya yang benar.