8 Cara Ampuh Mengatasi Cegukan pada Bayi

Cegukan pada bayi setelah menyusui adalah hal normal yang terjadi hingga dia berusia 1 tahun. Bayi rentan mengalami cegukan, karena mekanisme kontrol untuk refleksnya belum berkembang dengan optimal. Hal tersebut mengakibatkan diafragma dapat mengencang secara tiba-tiba dan menutup pita suara di kerongkongan, sehingga menghasilkan bunyi khas cegukan di bagian atas tenggorokan.

Umumnya, cegukan pada bayi bisa hilang dengan sendirinya. Meski begitu, hal tersebut tentu akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Agar bayi merasa lebih nyaman kembali, kamu bisa melakukan 8 cara untuk mengatasi cegukan. Selain itu, kamu akan mendapatkan informasi mendalam tentang cegukan pada anak seperti penyebab, cara mencegah, dan hal-hal yang harus diwaspadai. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini ya!

Sumber: iStockPhoto

Penyebab Cegukan pada Bayi

Seorang bayi yang terlalu banyak minum ASI atau menyedot terlalu cepat akan lebih mudah untuk mengalami cegukan. Maka dari itu, ada baiknya untuk memberi ASI secukupnya dan istirahatkan bayi ketika sudah mulai cegukan. Cegukan pada bayi merupakan salah satu kebiasaan yang dikembangkan oleh anak. Cegukan memiliki manfaat bagi bayi untuk membantu perkembangan pada otak dan pernapasan. Jika seorang anak atau bayi banyak mengalami cegukan, itu tandanya mereka mengalami perkembangan yang baik.

8 Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi

Setelah mengetahui penyebab cegukan di bayi, kamu perlu mempelajari atau mengetahui bagaimana cara mengatasi kondisi ini.

Baca juga:  Ketahui Stimulasi Tepat untuk Perkembangan Bayi 4 Bulan

1. Mengganti Posisi Menyusui

Ketika bayi menyusui langsung atau minum susu melalui botol dot, seringkali udara juga masuk ke mulut bayi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya cegukan. Cara mengatasi cegukan pada bayi baru lahir, salah satunya dengan mengubah posisi menyusui. Setelah memperbaiki posisi menyusui, diharapkan bayi tidak lagi kemasukan udara bersamaan dengan ASI. Jika cegukan masih terjadi, hentikan sementara proses menyusui, karena kemungkinan besar bayi akan tersedak.

2. Memeluk Bayi

Cara mengatasi cegukan pada bayi baru lahir yang paling sederhana adalah dengan memeluknya. Memeluk bayi mampu memberi ketenangan saat tubuh mungilnya harus mengalami cegukan yang sedikit mengganggu. Biasanya dalam beberapa menit saja, bayi akan berhenti cegukan dan kembali dalam keadaan normal.

3. Pastikan Posisi Menyusui Benar

Perhatikan posisi menyusui kamu. Posisi menyusui yang tepat adalah puting beserta areola (bagian kulit berwarna lebih gelap yang melingkari puting) masuk ke mulut bayi, diikuti perut bayi berhadapan langsung dengan perut ibu. Posisi ini dapat membantu bayi menerima ASI secara baik, sehingga cegukan pun tak akan terjadi.

4. Menepuk Punggung Bayi

Sumber: iStockPhoto

Selain memeluknya, mengatasi cegukan pada bayi baru lahir juga bisa ibu lakukan dengan menepuk punggung bayi. Gendong bayi dengan posisi, seperti berdiri, letakkan kepalanya di pundak, lalu tepuk-tepuk punggung bayi secara lembut hingga bersendawa. Cara ini jika terus dibiasakan, cukup ampuh menghentikan cegukan dengan cepat.

5. Pemberian MPASI Sedikit demi Sedikit

Jika bayimu sudah memasuki masa MPASI, berilah dia makanan sedikit demi sedikit. Hal ini menyebabkan bayi tidak terburu-buru saat menelan makanan. Dengan demikian, cegukan pada bayi bisa teratasi dengan mudah.

Baca juga:  Leukosit Tinggi pada Anak: Penyebab hingga Dampak Buruknya

6. Menggunakan pacifier

Bayi tidak selalu mengalami cegukan saat menyusui. Ketika bayi tiba-tiba saja cegukan, biarkan ia mengisap pacifier, karena cara ini akan membantu mengendurkan diafragma dan bisa membantu menghentikan serangan cegukan.

7. Bantu Bayi Bersendawa

Saat menyusui bayi, cobalah untuk berhenti sejenak untuk membantu bayi bersendawa. Hal ini bisa membantu menghilangkan cegukan, karena bersendawa bisa menghilangkan kelebihan gas yang mungkin menyebabkan cegukan.

8. Memilih Botol Susu

Jika bayi meminum susu dengan menggunakan dot, perhatikan apakah botol susu yang digunakan memiliki regulator dan lubang pada dot bayi. Pilih botol dengan lubang dot yang lebih kecil agar bayi bisa mengatur ritme menyedot susu sehingga tidak cegukan.

Tips Jitu Menghindari Cegukan pada Bayi

Sumber: iStockPhoto

Muncul beberapa mitos yang dalam masyarakat, salah satunya yaitu cara untuk menghindari bayi cegukan. Namun, sebaiknya kamu menghindari hal tersebut, terutama jika berisiko menyebabkan cedera. Ada beberapa mitos yang perlu dihindari, antara lain:

  • Membuat bayi kaget atau menakut-nakuti bayi saat ia sedang cegukan
  • Menarik lidah bayi atau menekan dahinya saat ia cegukan
  • Memberi bantuan pernapasan
  • Meletakkan kain basah pada dahinya

Hal yang Harus diwaspadai Jika Cegukan tidak Kunjung Hilang

Cegukan yang dialami bayi umumnya berlangsung sekitar 10 menit. Namun jika cegukan terjadi terus menerus, ini bisa menjadi gejala bayi mengalami gastroesophageal reflux (GERD) atau refluks asam lambung, yaitu kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala lain yang dialami bayi saat terjadi GERD yaitu:

  • Rewel dan sering menangis
  • Muntah
  • Banyak bergerak atau sering melengkungkan punggungnya secara berlebihan setelah dan selama makan
  • Keluar ludah atau air liur lebih sering dari biasanya
  • Ludahnya berwarna kehijauan atau kekuningan
  • Sulit bernapas atau batuk-batuk

Jika kamu menemukan gejala di atas, segera bawa bayi ke dokter anak untuk penanganan lebih lanjut. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya kondisi yang lebih serius pada bayi.

Itulah hal-hal yang berkaitan dengan cegukan pada bayi. Jika terjadi cegukan terus menerus atau disertai gejala lain, segera periksakan anak ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan penyakit yang dialami.