Child scratching and looking at his arm because it itches in a park with green background

7 Ciri-Ciri Alergi Dingin yang Muncul Setiap Musim Hujan

Akhir tahun biasanya identik dengan musim hujan. Pada musim ini, beberapa orang akan mengalami ciri-ciri alergi dingin, seperti: bersin terus menerus, pilek, hingga muncul bentol-bentol di tubuh seperti digigit nyamuk. Alergi dingin merupakan reaksi kulit yang muncul dalam beberapa menit setelah tubuh terkena suhu dingin. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh cuaca dingin, perubahan suhu yang turun secara drastis, berada di ruangan ber-AC, berenang, atau setelah mandi pagi.

Alergi muncul akibat pelepasan histamin dalam jumlah cukup besar yang kemudian menyerang sistem kekebalan tubuh. Namun, apa saja ciri-ciri alergi dingin yang perlu kamu waspadai, terutama di musim hujan seperti ini? Selain itu, bagaimana cara mengatasi alergi dingin dan tips menjaga kesehatan saat musim hujan? Yuk, simak ulasan berikut.

Table of Contents

Sumber: iStockPhoto

Ciri-Ciri Alergi Dingin

Berikut ciri-ciri alergi dingin yang perlu kamu waspadai, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bengkak pada Kulit (Angioedema)

Pembengkakan pada kulit berawal ketika tubuh terkena udara dingin. Sistem imun menganggap suhu dingin sebagai zat asing yang berbahaya, kemudian bereaksi dengan melepaskan antibodi dan histamin. Histamin adalah zat kimia yang memicu berbagai gejala alergi. Kemudian, antibodi dan histamin akan memasuki pembuluh darah dan menyebabkan kebocoran cairan di bawah kulit.

Cairan lama-kelamaan menumpuk dalam jaringan sehingga menyebabkan pembengkakan. Bengkak ini juga bisa muncul di bagian tubuh lain, seperti bibir, hidung, mata, hingga tenggorokan. Jika terjadi pembengkakan di tenggorokan, maka akan mengakibatkan edema faring. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernafas hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

2. Muncul Bentol-Bentol atau Biduran (Urtikaria)

Suhu dingin akan membuat sel darah putih melepaskan histamin ke aliran darah. Pelepasan zat kimia tersebut memicu respons peradangan. Akibatnya, kulit menjadi penuh dengan bentol merah serta menjadi bengkak dan gatal. Mungkin akan muncul pula perubahan lain pada kulit yang terjadi sebagai bagian dari reaksi alergi.

Ciri-ciri alergi dingin yang satu ini tidak lantas hilang begitu saja saat penderita berpindah ke lingkungan yang lebih hangat. Dalam beberapa kasus, kulit gatal akibat alergi dingin dapat memburuk dan bertahan hingga 24 jam.

3. Bersin Terus Menerus

Sumber: iStockPhoto

Ciri-ciri alergi dingin yang selanjutnya adalah bersin yang terjadi terus menerus. Bersin merupakan reaksi pertahanan tubuh saat adanya alergi, benda asing dan gangguan lain pada saluran nafas. Bersin terus menerus disertai pilek atau hidung keluar cairan terus menerus saat dingin. Hal ini akan memicu terjadinya rhinitis, yaitu radang pada rongga hidung karena alergi. Kondisi ini berbeda dengan flu yang disebabkan oleh virus.

4. Pusing dan Demam

Demam adalah reaksi alamiah tubuh yang menandakan sedang terjadi peradangan akibat pelepasan histamin. Sementara itu, pusing yang dikarenakan alergi dingin biasanya terjadi jika hidungmu tersumbat. Saat kamu menghirup udara dingin, hal tersebut bisa memicu sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan histamin ke dalam hidung. Akibatnya, pembuluh darah pun melebar dan membuat hidung tersumbat. Hidung yang tersumbat lambat laun menekan sinus, yakni rongga dalam tengkorak dan tulang wajah yang berada di sekitar hidung. Tekanan dalam sinus akhirnya menyebabkan rasa sakit di kepala.

Baca juga:  Apa Itu Gangguan Psikosomatis? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

5. Sesak Napas

Sesak napas juga merupakan ciri-ciri alergi dingin, lho. Kondisi ini dapat terjadi karena udara dingin yang masuk ke dalam kerongkongan memicu pelepasan histamin dan zat kimia lainnya dari sistem kekebalan tubuh. Menghirup udara dingin bisa membuat saluran napas atas menjadi kering. Kemudian, udara dingin membuat hidung menjadi tersumbat, gatal-gatal, dan berair. Pada orang dengan alergi dingin, reaksi mungkin akan muncul dalam bentuk yang lebih parah.

6. Gatal-Gatal

Sumber: iStockPhoto

Kebanyakan penyebab gatal-gatal saat dingin masih belum diketahui, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Orang yang mengalami gatal karena alergi dingin terkadang tidak masalah ketika minum es atau mengonsumsi sesuatu yang dingin. Hal itu dipengaruhi kondisi pita kapiler di kulit lebih sensitif menghadapi perubahan suhu ketimbang di jaringan mulut. Terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang seseorang rawan terkena masalah kesehatan ini, salah satunya adalah faktor genetik yang membuat tubuh mengeluarkan histamin ketika kulit kedinginan.

7. Anafilaksis

Ciri-ciri alergi dingin yang terakhir adalah anafilaksis atau syok anafilaktik. Kondisi ini terjadi karena reaksi alergi yang berat dan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastic dan penyempitan saluran pernapasan. Hal ini terjadi dalam hitungan menit setelah seseorang terpapar udara dingin. Jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini dapat mengancam jiwa.

Penyebab Alergi Dingin

Setelah mengetahui ciri-ciri alergi dingin, kamu juga perlu mengetahui penyebabnya agar dapat dihindari seminimal mungkin. Beberapa penyebab terjadinya alergi dingin antara lain:

  • Penyakit dasar tertentu, seperti hepatitis dan autoimun yang meningkatkan risiko terkena alergi dingin.
  • Infeksi, terutama pneumonia atau radang paru-paru. Orang yang terkena infeksi seperti ini akan lebih rentan terpapar alergi dingin.
  • Faktor genetik yang membuat tubuh mengeluarkan histamin ketika kulit kedinginan.

Risiko alergi dingin juga biasanya terjadi pada orang dewasa muda atau yang berusia 20 tahun ke atas.

Cara Mengatasi Ciri-Ciri Alergi Dingin

Sumber: iStockPhoto

Agar ciri-ciri alergi dingin tidak terjadi atau muncul kembali, kamu dapat melakukan hal-hal seperti berikut.

  • Berkonsultasi dengan dokter untuk meminta resep obat yang sesuai dengan kebutuhan tubuhmu. Dokter biasanya akan merespkan obat antihistamin, cyproheptadine, omalizumab, dan doxepin. Jangan asal membeli jenis obat di atas tanpa petunjuk dan dosis dari dokter, ya.
  • Melakukan terapi, seperti antagonis leukotriene, ciclosporin, kortikosteroid sistemik, dapson, hingga antibiotik oral dan hormon sintetis.
  • Jika kamu berisiko tinggi mengalami alergi dingin, maka kamu perlu membawa pena epinefrin. Epinefrin adalah obat yang bisa mengatasi reaksi alergi secara mandiri dalam keadaan darurat. Dengan bentuknya yang seperti pena, kamu dapat membawanya kemana saja dan digunakan dengan cara menyuntikkannya pada paha, perut, ataupun lengan.
  • Menjaga kondisi agar tetap hangat dengan cara menggunakan pakaian tebal saat cuaca terasa dingin. Jika kamu harus keluar rumah, pakailah jas hujan untuk melindungi dari hujan.
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman dingin hingga alergi dingin tidak terjadi lagi.
  • Jika kamu akan menjalani Tindakan operasi, konsultasilah pada dokter atau petugas kesehatan tentang cara untuk mengatasi gejala alergi dingin di ruang operasi.
  • Jika mengalami sesak napas ataupun anafilasksis, segera bawa penderita ke UGD untuk mendapatkan penanganan medis dengan cepat dan tepat.
Baca juga:  7 Cara untuk Menghilangkan Tahi Lalat Secara Alami

Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Untuk menjaga kesehatan saat musim hujan melanda, kamu dapat menerapkan beberapa tips ini.

1. Menjaga Pola Makan

Jika tubuh kekurangna nutrien, maka daya tahan tubuh akan menurun sehingga rentan terkena penyakit. Perhatikan pola makan sehat dengan konsumsi karbohidrat, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, disarankan juga mengonsumsi probiotik seperti tahu, tempe dan yogurt agar terhindar dari infeksi seperti flu dan diare. Mengonsumsi probiotik membantu menjaga usus agar sistem pencernaan lancar.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Seringkali orang mengabaikan konsumsi air putih saat musim penghujan, udara yang dingin menjadikan alasan rasa haus jarang terjadi. Faktanya, baik musim kemarau maupun musim penghujan kebutuhan cairan dalam tubuh tetap sama. Semua makanan yang masuk kedalam tubuh akan dicerna dengan baik apabila cairan dalam tubuh terpenuhi. Selain itu, pasokan air yang cukup mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi pastikan anda tetap mengkonsumsi cairan sedikitnya 8 gelas per hari.

3. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Sumber: iStockPhoto

Selain menjaga kesehatan tubuh, perhatikan juga kebersihan lingkungan di sekitarmu. Bersihkan lingkungan pada tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang untuk kuman dan bakteri berkembang biak. Seperti mengubur atau membakar sampah, menutup lubang yang berpotensi membuat air hujan tergenang, menutup penampungan air, dan memotong ranting dan rumput yang terlalu rindang. Lingkungan teduh, lembap dan tempat yang kotor akan menjadi sarang bagi nyamuk penyebab demam berdarah berkembang biak.

4. Segeralah Mandi Setelah Terkena Hujan

Alergi dingin akan muncul saat tubuh mengalami perubahan suhu yang drastis. Ketika tubuh basah terkena air hujan, sebaiknya segera mandi dan keramas untuk menstabilkan temperatur dingin yang terbawa oleh air hujan. Saat Anda mengeringkan tubuh, temperatur tubuh bertahap kembali ke suhu normal.

5. Perhatikan Pola Tidur

Tips terakhir yang dapat kamu gunakan dalam mengahadapi musim penghujan ini adalah dengan memperhatikan pola tidur. Tidurlah secukupnya, namun jangan tidur dengan porsi yang berlebihan. Porsi tidur yang berlebih akan membuat tubuh menjadi lemas dan kaku pada otot. Selain itu, hindari pula begadang atau terjaga hingga larut malam. Tidur yang cukup bisa memulihkan kembali stamina dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Untuk itulah, pastikan jika anda memiliki waktu tidur yang cukup dimalam hari.

Nah, itulah beberapa ciri-ciri yang ditimbulkan akibat alergi dingin, cara mengatasi, dan tips untuk mengahadapi musim hujan yang memicu terjadinya alergi dingin. Selalu jaga kesehatan agar tidak sakit. Semoga ulasan di atas dapat membantumu mengatasi alergi dingin yang mungkin terjadi pada tubuhmu atau orang-orang yang kamu sayangi.

Mia Atika

Add comment

Share