7 Ciri-Ciri Diabetes yang Tidak Kamu Sadari, Ini Faktor Risikonya

Diabetes adalah kondisi kesehatan saat kandungan gula dalam darah melebihi normal yang dapat diterima tubuh. Penyakit diabetes ini dapat menyerang semua kalangan usia dan termasuk ke dalam penyakit yang berbahaya. Umumnya penyakit ini muncul akibat dari gaya hidup yang tidak sehat. Ciri-ciri diabetes yang dapat dikenali adalah luka yang sulit sembuh.

Gaya hidup ini menyebabkan penumpukan kadar gula dalam darah hingga berada di atas ambang batas normal yang sifatnya kronis dan memiliki jangka waktu yang panjang. Meskipun identik dengan kelompok lansia, nyatanya penyakit ini juga bisa menyerang usia muda. Ada sekitar 19,5 juta warga Indonesia yang berusia 20-79 tahun mengidap diabetes pada tahun 2021. Berikut penjelasan lebih dalam tentang 7 ciri-ciri diabetes dan faktor risikonya.

ciri-ciri diabetes
Sumber: iStockPhoto

Jenis Diabetes

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 atau diabetes autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan kadar glukosa darah meningkat sehingga memicu kerusakan pada organ-organ tubuh. Penyebab diabetes tipe 1 masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan penyakit ini terkait dengan faktor genetik dan faktor lingkungan.

Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak terjadi, yakni sekitar 90–95%. Sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin sehingga insulin yang dihasilkan tidak bisa digunakan dengan baik. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah resistensi insulin.

Diabetes Gestasional

Selain kedua jenis diabetes tersebut, ada jenis diabetes yang biasa terjadi pada ibu hamil, yakni diabetes gestasional. Diabetes jenis ini disebabkan oleh perubahan hormon pada masa kehamilan. Tetapi biasanya gula darah penderita akan kembali normal setelah masa persalinan.

7 Ciri-Ciri Diabetes

1. Meningkatnya Frekuensi Buang Air Kecil

ciri-ciri diabetes
Sumber: iStockPhoto

Sering buang air kecil setiap beberapa menit atau jam bisa jadi merupakan ciri-ciri terserang diabetes. Gejala sering buang air kecil di malam hari hingga membuat penderitanya tidak bisa tidur dengan tenang semakin memperkuat gejala diabetes. Gula darah yang terlalu tinggi atau hiperglikemia membuat seseorang yang terkena penyakit gula diabetes sering merasakan keinginan untuk buang air kecil. Gejala ini disebut juga dengan istilah poliuria.

2. Dehidrasi Berlebihan

Ciri-ciri penyakit gula diabetes yang menyebabkan dehidrasi terus-menerus dan berlebihan ini disebut dengan istilah polidipsia. Dehidrasi yang muncul ini berbeda dengan dehidrasi pada umumnya karena tidak mudah untuk dihilangkan meski sudah minum. Ketika gula yang seharusnya diserap ginjal justru diserap kembali ke dalam darah. Tingginya kadar gula tersebut menyebabkan tekanan osmotik sehingga menyebabkan kondisi di mana otak menerima sinyal haus.

3. Mudah Lapar

Rasa lapar kadang tidak hilang walau baru saja makan makanan berat merupakan tanda penyakit gula diabetes. Ini adakah gejala paling umum yang muncul pada penderita diabetes. Hal tersebut dikarenakan terdapat masalah produksi hormon insulin yang bertanggung jawab dalam proses pengolahan glukosan menjadi sumber energi bagi sel-sel dalam tubuh. Ketika tubuh merasa belum cukup energi maka akan mengirimkan sinyal untuk mendapat asupan makanan. Gejala diabetes yang diakibatkan oleh perasaan lapar ini disebut dengan polifagia.

Baca juga:  7 Penyebab Kentut Terus yang Bisa Jadi Penyakit Serius

4. Turunnya Berat Badan Secara Drastis

Berat badan dikatakan menurun drastis jika telah berkurang lebih dari 5% berat badan. Selain mudah lapar, turunnya berat badan secara drastis juga merupakan tanda penyakit gula diabetes pada tahap awal. Glukosa yang menjadi sumber energi utama dalam tubuh tidak bisa lagi dipecah oleh tubuh karena permasalahan pada insulin. Oleh karenanya tubuh mencari alternatif sumber energi lain pada tubuh, yaitu lemak dan protein.

Pemecahan otot dan lemak untuk dicadikan energi ini dapat membuat penurunan berat badan. Hal ini memungkinkan terjadinya pengurusan tubuh pada penderita diabetes. Sebagai catatan, otot dalam tubuh manusia berkontribusi dalam pemberian berat badan. Pada laki-laki sebesar 45% sedangkan pada perempuan sebesar 36%.

5. Kulit Gatal dan Kering

ciri-ciri diabetes
Sumber: iStockPhoto

Tubuh kehilangan banyak cairan lewat urine sehingga menyebabkan kulit kehilangan kelembapan alaminya. Masalah kulit ini merupakan ciri-ciri penyakit gula yang umum terjadi pada penderitanya. Penderita diabetes sering mengalami ciri-ciri penyakit gula berupa gatal dan kering pada kulit hingga bersisik atau pecah-pecah. Tingginya gula darah dalam tubuh akan menyebabkan produksi zat sitokin meningkat. Produksi zat sitokin yang berlebihan dapat membuat kulit meradang, kering, gatal, dan pecah-pecah.

6. Penyembuhan Luka Lambat

Seseorang yang terkena diabetes akan mengalami kondisi di mana luka, infeksi, dan memar akan sulit sembuh. Hal ini terjadi dikarenakan kadar glukosa yang tinggi merusak pembuluh darah hingga glukosa mengelilingi pembuluh darah dan arteri. Sel-sel tubuh akhirnya mengalami kesulitan dalam memperbaiki jaringan dan saraf yang rusak pada tubuh. Selain itu, tingginya kadar gula darah membuat sel tubuh yang berfungsi untuk menstabilkan sistem imun jadi melemah.

7. Kesemutan yang Berlangsung Lama

Gejala kesemutan ini muncul akibat dari adanya kerusakan saraf ringan hingga kerusakan saraf yang parah. Gejala ini biasanya dialami oleh penderita diabetes yang telah mengalami penyakit diabetes selama lebih dari 5 tahun. Kesemutan yang diakibatkan oleh rusaknya saraf penderita diabetes ini disebut dengan istilah neuropati perifer atau neuropati diabetik. Penderita diabetis terkadang juga mengalami pembengkakan yang terjadi pada kaki dan tangan.

Faktor Risiko Penderita Diabetes

Seseorang akan lebih berisiko terkena diabetes tipe 1 jika memiliki faktor risiko berikut:

  1. Berusia 4–7 tahun atau 10–14 tahun
  2. Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1
  3. Menderita penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus
  4. Menderita penyakit autoimun
  5. Mengalami cedera pada pankreas

Sementara itu, diabetes tipe 2 lebih berisiko terjadi pada seseorang dengan faktor-faktor berikut:

  1. Berusia lebih dari 45 tahun
  2. Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2
  3. Jarang beraktivitas fisik atau berolahraga
  4. Memiliki berat badan berlebih
  5. Menderita prediabetes
  6. Menderita kolesterol tinggi
  7. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)

Khusus pada wanita, ibu hamil yang menderita diabetes gestasional dapat lebih mudah mengalami diabetes tipe 2. Selain itu, wanita yang memiliki riwayat penyakit polycystic ovarian syndrome (PCOS) juga lebih mudah mengalami diabetes tipe 2.

Baca juga:  Inilah Jenis Penyakit Kulit dan Cara Mencegah atau Mengatasinya
ciri-ciri diabetes
Sumber: iStockPhoto

Pengobatan Diabetes

1. Obat-Obatan

Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Beberapa pasien diabetes tipe 2 juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Insulin tambahan biasanya akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat oral. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta memberitahu cara menyuntiknya.

Pada kasus diabetes tipe 1 yang berat, dokter akan merekomendasikan prosedur transplantasi pankreas untuk mengganti pankreas yang rusak. Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani transplantasi tersebut tidak memerlukan lagi terapi insulin, tetapi harus mengonsumsi obat imunosupresif secara rutin.

Pada pasien diabetes tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah metformin. Metformin berfungsi menurunkan produksi glukosa dari hati dan membantu tubuh dalam mengolah insulin secara efektif.

Dokter juga dapat memberikan suplemen atau vitamin guna mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Misalnya, pasien diabetes yang sering mengalami gejala kesemutan akan diberikan vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin-vitamin ini bermanfaat untuk menjaga fungsi dan struktur saraf tepi. Hal ini sangat penting untuk pasien diabetes tipe 2 agar terhindar dari komplikasi neuropati diabetik yang cukup sering terjadi.

2. Tes Gula Darah Mandiri

Tes gula darah mandiri dilakukan sebanyak minimal 4 kali dalam sehari, yaitu pada setiap sebelum makan dan sebelum tidur, terutama bagi yang menjalani terapi insulin. Frekuensi tes yang dilakukan tergantung pada anjuran dari dokter. Setelah itu, hasil tes akan dicatat dan catatan tersebut perlu dibawa ketika kontrol ke dokter.

Pencegahan Diabetes

Bukan hanya orang dewasa atau lansia saja, anak muda juga bisa terkena diabetes. Terutama penggemar makanan dan minuman manis tinggi gula atau memiliki berat badan yang berlebih (obesitas). Namun, kamu tidak perlu khawatir karena ada beberapa tips untuk menghindari gejala diabetes pada usia muda, di antaranya adalah:

  1. Konsumsi makanan yang sehat. Kurangi asupan gula, makanan berlemak, makanan cepat saji, atau makanan yang digoreng setiap harinya.
  2. Bergerak lebih aktif. Gerakkan tubuhmu dengan menyalurkan hobi di masa muda, seperti melakukan olahraga, berkebun, atau bermusik. Perbanyak aktivitas gerak di luar ruangan dibanding bermain gawai di dalam ruangan.
  3. Menjaga berat badan. Jaga berat badan ideal dengan melakukan diet dan olahraga secara teratur untuk menghindari obesitas.

Diet untuk Penderita Diabetes

ciri-ciri diabetes
Sumber: iStockPhoto

Pasien dianjurkan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Pilihan makanan untuk penderita diabetes juga sebaiknya benar-benar diperhatikan. Bila perlu, pasien juga dapat mengganti asupan gula dengan pemanis yang lebih aman, seperti sorbitol atau stevia. Pasien dan keluarganya juga dapat melakukan konsultasi gizi dan pola makan dengan dokter guna mengatur pola makan sehari-hari.

Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien dianjurkan untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 150 menit dalam seminggu. Pasien juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan olahraga dan aktivitas fisik yang sesuai. Pasien harus mengontrol gula darahnya secara disiplin melalui pola makan sehat agar gula darah tidak meningkat hingga di atas normal. Selain itu, pasien juga akan diberikan jadwal untuk menjalani tes HbA1C secara mandiri guna memantau kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir.

Perlu diketahui bahwa diabetes termasuk penyakit kronis jangka panjang yang tidak dapat disembuhkan. Sekali kamu terkena diabetes, maka kamu harus hidup dengan penyakit ini selama sisa usia. Maka dari itu, hindarilah penyakit diabetes dengan beberapa upaya di atas selagi kamu bisa. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.