Ciri-Ciri Haid Pertama yang Perlu Remaja dan Orang Tua Ketahui

Ciri-ciri haid pertama penting diketahui setiap remaja perempuan yang telah memasuki masa pubertas. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat bersiap dan tidak terkejut saat haid pertama mereka datang. Orang tua pun perlu mengetahui agar tidak panik saat melihat tanda-tanda haid pertama pada remaja putri mereka.

Haid pertama (menarche) adalah momen penting dalam kehidupan seorang perempuan. Proses ini tidak hanya menandai perubahan fisik dalam tubuh, tetapi juga menandakan awal dari sebuah fase baru dalam kehidupan mereka. Namun, seringkali kebanyakan remaja perempuan tidak sepenuhnya memahami atau siap menghadapinya ketika momen tersebut tiba. Mari simak ciri-ciri haid pertama di bawah ini.

ciri ciri haid pertama
Sumber: iStockPhoto

Ciri-Ciri Haid Pertama

1. Perubahan Fisik

Tanda pubertas menuju menstruasi pertama kali pada anak perempuan juga terjadi pada perubahan fisik. Diantaranya adalah perkembangan payudara. Hal ini biasanya akan mulai antara usia 8—13 tahun dan berlanjut sampai masa pubertas. Perkembangan payudara dari dengan area sekitar puting susu (areola) yang menjadi membesar dan beberapa jaringan payudara terbentuk di bawah puting susu. Payudara mungkin juga menjadi lebih sensitif. Hal ini biasanya disebut dengan premenstrual syndrome (PMS).

Selain itu, terjadi pula pelebaran pinggul. Seiring dengan perubahan hormonal yang terjadi selama masa pubertas, pinggul remaja perempuan mungkin akan menjadi lebih lebar dalam persiapan untuk kemungkinan kehamilan di masa depan. Ciri fisik yang selanjutnya adalah pertumbuhan rambut di bagian ketiak dan kemaluan.

2. Keputihan

Sebelum keluarnya darah haid pertama, biasanya keluar cairan bening atau keputihan terlebih dahulu. Keputihan ini bisa dimulai sekitar 6 bulan hingga 1 tahun sebelum seorang remaja perempuan mendapatkan haid pertamanya. Keputihan yang normal umumnya berwarna bening atau putih dan tidak berbau amis atau busuk.

3. Muncul Bercak Merah atau Kecoklatan

Ciri-ciri haid pertama kali adalah anak akan menemukan darah di celana dalam yang keluar dari vagina. Pada beberapa kasus, flek ini mulai keluar sekitar 6 bulan sebelum anak mendapatkan menstruasi pertama. Darah ini berwarna kecokelatan dan baru keluar dalam jumlah sedikit pada beberapa hari pertama menarche. Rata-rata hanya sekitar 20–90 ml atau sekitar 1–5 sendok makan.

Baca juga:  Musim Kemarau, Cegah Dehidrasi dengan 7 Cara Berikut

Setelah beberapa hari, volume darah yang keluar bisa bertambah banyak, kemudian ringan lagi di hari-hari terakhir periode haid. Periode haid biasanya berlangsung selama 7 hari. Pada saat ini, anak perempuan harus memakai pembalut untuk membantu menampung darah yang keluar.

4. Nyeri di Sebagian Tubuh

ciri ciri haid pertama
Sumber: iStockPhoto

Menjelang hari haid, sebagian remaja juga bisa mengalami kram atau nyeri di sekitar perut, punggung bawah, maupun selangkangan. Keluhan ini normal dan cukup umum terjadi. Namun, kamu perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter bila kram atau nyeri haid yang dirasakan cukup parah hingga tidak bisa beraktivitas. Payudara terasa nyeri juga menjadi tanda datangnya haid hari pertama. Jadi, jangan panik dan terlalu khawatir bila anak merasa payudaranya lebih sensitif, terutama saat tersentuh.

5. Muncul Jerawat

Munculnya jerawat di area wajah normal terjadi beberapa hari sebelum haid. Tidak hanya di wajah, jerawat juga bisa muncul di bagian leher, bahu, atau punggung atas. Hal ini dapat terjadi karena perubahan hormon selama masa siklus haid. Perubahan hormon dapat menyebabkan peningkatan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous, yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak dan berpotensi memicu jerawat.

6. Perut Kembung

Selain nyeri/kram, remaja perempuan juga akan mengalami perut kembung sebelum terjadi haid. Tidak hanya itu, beberapa remaja terkadang bisa mengalami sembelit atau diare pada hari-hari sebelum keluarnya darah haid.

7. Emosional

Saat haid pertama, remaja perempuan bisa mengalami perubahan mood menjadi lebih mudah marah atau tersinggung. Sama seperti munculnya jerawat, kondisi ini juga terjadi karena perubahan hormon. Selain itu, remaja perempuan juga akan mengalami kelelahan yang berlebih, apalagi jika melakukan aktivitas yang cukup berat seperti berolahraga.

8. Nafsu Makan Meningkat

Sebelum atau selama haid pertama kali, remaja perempuan juga akan mengalami lonjakan nafsu makan. Lonjakan nafsu makan ini akan berhubungan dengan tinggi dan kenaikan berat badan. Penambahan berat badan ini normal dan merupakan bagian dari pubertas.

Kapan Haid Pertama terjadi pada Remaja?

Umumnya, anak perempuan akan mengalami menstruasi pertama kali pada usia 12 tahun dengan rentang usia 10—15 tahun. Setiap perempuan memiliki waktu kematangan yang berbeda. Perbedaan waktu menarche antar anak perempuan ini normal terjadi karena banyak faktor yang dapat memengaruhi, misalnya pola makan, aktivitas fisik, dan stres. Jadi, remaja perempuan sebenarnya tidak perlu berpikir terlalu cepat atau lambat haid dari teman teman yang lain karena belum mengalami tanda menstruasi pertama.

Baca juga:  Manfaat Telur Omega 3 yang Perlu Kamu Ketahui untuk Kesehatan

Apa yang Harus Dilakukan Saat Haid Pertama?

Ketika remaja perempuan mengalami haid pertama, ini yang harus orang tua lakukan.

1. Hadapi Menstruasi

Saat mengalami menstruasi, kamu dapat menenangkan anak dengan berkata bahwa semua akan baik-baik saja, serta hal tersebut merupakan hal yang wajar dialami setiap wanita. Kamu dapat membantu mereka dengan memberitahu cara menggunakan pembalut dan membuatnya merasa nyaman dengan memberikan obat pereda nyeri bila mengalami nyeri saat pertama kali haid.

2. Dengarkan Anak

Saat anak mengalami menstruasi pertama kali, kamu dapat menanyakan atau memancing anak untuk cerita mengenai kekhawatiran atau ketakutannya. Biarkan mereka berbagi rasa sakit dan perubahan suasana hati. Setelah itu, kamu dapat memberikan solusi untuk membantu anak kembali ceria, meskipun sedang mengalami menstruasi.

3. Bersikap Hangat

ciri ciri haid pertama
Sumber: iStockPhoto

Anak akan mengalami perubahan suasana hati, oleh sebab itu tetaplah bersikap hangat untuk merespon emosinya. Janganlah memarahi anak. Bersabar dan yakinkan anak bahwa perubahan tersebut merupakan hal wajar saat mengalami menstruasi.

4. Jangan Menakuti Anak

Menstruasi dapat membuat orang merasakan nyeri dan kram. Oleh sebab itu, kamu dapat membuat percakapan yang tidak menakutkan. Terutama saat membahas kram, nyeri, masalah kesehatan, dan kebocoran. Sebaliknya, buatlah anak merasa biasa saja atau normal saat menghadapi masalah menstruasi.

5. Rayakan Menstruasi Pertamanya

Terkadang, beberapa anak merasa takut untuk memberitahu orang tua terkait menstruasi pertama. Jika kamu dan pasangan mengetahui hal tersebut, ajak anak untuk merayakan hari pertama menstruasi dengan acara kecil-kecilan. Kalian dapat mengajak anak untuk berbelanja pembalut, camilan, hingga mengajaknya menonton film untuk melupakan rasa nyeri menstruasi.

6. Berikan Edukasi Seksual dengan Benar

Menarche juga berarti anak perempuan sudah bisa hamil jika sudah melakukan hubungan seksual. Jika ada yang bilang bahwa melakukan hubungan seksual pertama kali tidak akan menyebabkan kehamilan, hal ini tentu saja salah. Hamil tidak berhubungan dengan sudah berapa kali kamu melakukan hubungan seksual.

Beberapa orang juga beranggapan bahwa anak perempuan yang baru mendapat menarche belum bisa hamil karena tubuhnya belum siap untuk hamil. Anggapan ini salah besar. Berapa pun usia anak perempuan, 11-13 tahun, lebih muda, atau lebih tua dari ini, jika ia sudah mengalami menarche, maka ia sudah bisa untuk hamil. Jika melakukan hubungan seksual dan sel telur bertemu dengan sperma, maka kehamilan bisa terjadi. Namun, jika sel telur ini tidak dibuahi oleh sperma, menstruasilah yang akan terjadi. Oleh sebab itu, sangat penting memberikan edukasi mengenai seks pada anak perempuanmu.