Contoh Investasi
Ilustrasi investasi (Sumber: Freepik)

8 Contoh Investasi bagi Pemula dan 7 Tips Investasinya

Akhir-akhir ini, investasi sedang ramai dibahas banyak orang. Tak hanya orang tua, tapi juga anak muda seperti generasi milenial dan generasi Z juga. Hadirnya aplikasi untuk investasi membuat banyak orang jadi mulai cari tahu. Mulai belajar tentang investasi, dan bagaimana cara memulai investasi secara daring. Banyak sekali contoh investasi yang bisa ditiru oleh pemula, tidak hanya sebatas menabung uang di bank saja.

Beberapa di antaranya juga aman dan terjamin, sehingga kamu tidak perlu takut untuk mencobanya. Apakah kamu juga mau mulai investasi tapi masih cari-cari informasi? Simak penjelasan lengkap di bawah ini yang akan membahas tentang investasi secara lengkap mulai dari definisi sampai tips memulainya.

Contoh Investasi
Sumber: Pexels

Definisi dan Jenis Investasi

Investasi merupakan aktivitas penanaman modal. Biasanya dalam jangka panjang seperti pembelian saham, properti, atau barang berharga lainnya untuk mendapatkan keuntungan. Ketika membeli barang berharga untuk investasi, barang tersebut bukan untuk digunakan di masa sekarang. Namun digunakan di masa depan untuk menambah nilainya. Ada beberapa jenis investasi berdasarkan waktu penggunaannya, yaitu investasi jangka pendek dan jangka panjang.

Investasi jangka pendek yaitu jenis investasi yang bersifat sementara dan mudah dikonversi menjadi uang tunai, biasanya dalam jangka waktu di bawah 5 tahun. Contohnya seperti deposito, reksa dana, dan obligasi. Sedangkan investasi jangka panjang adalah investasi yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan keuntungan, yang memakan waktu lebih dari 3 tahun. Contoh produk investasi jangka panjang adalah: saham, properti, emas, reksadana saham, dan lainnya.

8 Contoh Investasi untuk Pemula

Dengan modal yang kecil, kita bisa memulai investasi kapan saja. Semakin cepat dilakukan maka keuntungan yang akan kita dapatkan juga semakin banyak. Berikut 8 contoh investasi untuk pemula:

1. Deposito

Investasi untuk pemula yang pertama adalah deposito. Produk investasi berjangka ini keuntungannya bisa diambil dalam jangka waktu tertentu. Mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Keuntungan yang diberikan deposito biasanya berbeda-beda, tergantung kebijakan pada masing-masing bank. Biasanya keuntungannya mulai dari 4-7% per tahun dengan pajak 20% untuk deposito dengan jumlah di atas Rp7 juta.

Investasi deposito cukup populer dan banyak dipilih karena termasuk jenis investasi aman dan minim risiko. Deposito cukup aman karena sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jika bank tempat kamu menyimpan deposito bangkrut, maka kamu akan tetap mendapatkan dana deposito kita secara utuh maksimal sebesar Rp2 miliar dari LPS. Deposito cocok digunakan untuk investasi dalam jangka pendek, misalnya untuk dana pendidikan anak atau dana untuk melahirkan, karena jangka waktunya tidak terlalu lama. 

2. Reksadana

Reksadana merupakan instrumen investasi untuk pemula yang cukup populer dan sedang menjadi tren karena bisa melakukan investasi dengan modal mulai dari rendah. Keuntungan yang didapat pun cukup menjanjikan, bisa mencapai 20% per tahun. Nantinya, uang yang diinvestasikan akan dikelola oleh manajer investasi profesional dengan menyebar modal yang kita investasikan di pasar uang untuk mendapatkan keuntungan.

Meskipun keuntungan yang didapat cukup besar, hal ini bergantung pada harga instrumen investasi di pasar uang. Jika sedang turun, maka modal yang kamu setorkan pun bisa berkurang. Saat ini, sudah tersedia banyak reksadana online untuk pemula yang bisa kita pilih dan kelola dengan mudah. Jika kita ingin mendapatkan return yang besar, kita bisa memiliki reksadana saham dengan risiko yang cukup tinggi.  Pastikan memilih manajer investasi terbaik dengan melihat track record-nya. 

Baca juga:  8 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Paling Penting

3. Investasi Emas

Emas masih jadi salah satu investasi untuk pemula yang diminati karena harganya yang cenderung naik, meskipun mengalami fluktuatif. Jika nilainya sedang turun, jumlahnya pun tidak terlalu signifikan.  Kelebihan investasi emas lainnya adalah likuiditas yang tinggi, sehingga bisa dicarikan dengan cepat kapan saja jika sedang membutuhkan dana. Pilihlah investasi emas untuk investasi jangka panjang hingga 10-20 tahun ke depan agar keuntungan yang didapatkan juga lebih banyak. Misalnya untuk pendidikan anak hingga kuliah atau untuk dana haji. 

4. Surat Berharga Negara (SBN)

Belakangan, investasi Surat Berharga Negara (SBN) juga mulai dilirik oleh kalangan milenial. Hal ini karena akses untuk membeli Surat Berharga Nasional sudah semakin mudah dan bisa dilakukan secara daring. Surat Berharga Nasional (SBN) adalah jenis investasi berupa surat utang yang bisa dibeli dari pemerintah. Investasi jenis ini juga menjanjikan keuntungan yang cukup besar, yakni lebih dari 6% dan cukup aman karena dijamin oleh pemerintah. 

Ada 3 jenis Surat Berharga Negara (SBN) yang bisa dipilih, yakni:

  • Saving Bond Ritel (SBR), berupa obligasi negara
  • Sukuk tabungan, berupa Surat Berharga Syariah Negara
  • Obligasi Negara Ritel (ORI), berupa Surat Utang Negara yang dijual pada investor ritel

Untuk melakukan investasi ini, modal yang harus dikeluarkan mulai dari Rp 1 juta rupiah. 

Keuntungan dari SBN bisa didapatkan dengan 2 cara, yakni:

  • Menyimpan Surat Berharga Negara (SBN) hingga jatuh tempo dan mendapatkan keuntungan dari nilai bunga sesuai dengan kesepakatan awal.
  • Menjual Surat Berharga Nasional (SBN) melalui pasar sekunder dengan harga tertentu, sehingga kamu tetap mendapatkan keuntungan. 

5. Investasi Saham

Saham juga bisa menjadi pilihan investasi terbaik karena keuntungannya yang cukup besar. Beberapa orang terkaya di dunia juga bisa hidup mewah dari keuntungan investasi saham.  Sebelum memulai investasi ini, pastikan kamu mempelajarinya dengan benar. Jangan sampai melakukan investasi saham dengan meminjam uang hingga ratusan juta, namun tidak bisa mengelolanya dengan baik dan malah mengalami kerugian yang cukup besar. 

Biasanya, para pemula selalu tergiur dengan keuntungan saham yang tinggi yang selalu digembor-gemborkan di media sosial. Sehingga mengambil tindakan terburu-buru dengan menginvestasikan seluruh modalnya tanpa melakukan riset dengan detail. Bukannya untung, malah buntung. 

Sebelum masuk ke pasar saham, pastikan kamu melakukan riset terlebih dahulu mengenai saham dan aturan mainnya. Hal ini penting dilakukan karena saham merupakan investasi yang memiliki risiko tinggi dan penuh dengan spekulasi. Kamu bisa memilih jenis investasi saham untuk pemula yang sudah banyak ditawarkan.

6. P2P Lending

Peer to Peer Lending juga salah satu investasi yang mulai dilirik dan merupakan contoh investasi untuk pemula yang menguntungkan. Hal ini karena modal yang dibutuhkan minimum, hanya Rp100 ribu saja. P2P Lending sendiri adalah investasi dengan meminjamkan modal pada pihak lain, contohnya seperti pelaku UMKM. Nantinya, kamu akan mendapatkan keuntungan dari bunga yang ditawarkan oleh peminjam. 

Jika kita tertarik, pastikan untuk memilih P2P Lending dengan tepat dan jelas aturannya. Karena proses peminjaman melalui P2P Lending biasanya tidak menggunakan jaminan, sehingga risikonya cukup besar. Sebaiknya pilih P2P Lending yang sudah diawasi oleh OJK agar terjamin. 

Baca juga:  4 Jenis Rasio Keuangan dan Signifikansinya untuk Bisnis

7. Forex

Contoh Investasi
Sumber: Pexels

Forex merupakan jenis investasi berupa jual beli mata uang. Transaksi forex bisa dilakukan kapan saja karena buka selama 24 jam dan merupakan pasar keuangan terbesar di dunia. Salah satu keunggulan forex yang disukai oleh para investor adalah tingginya likuiditas investasi, sehingga peluang untuk mendapatkan keuntungan besar juga tinggi. Jika kita tertarik dengan investasi ini, pastikan kamu memiliki broker forex resmi yang sudah terdaftar di Bappebti atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

8. Tabungan Emas Online

Jika kita masih pemula dan khawatir tidak bisa menyimpan emas dalam bentuk fisik, kamu bisa membuka tabungan emas secara online. Sistem tabungan ini sama seperti tabungan biasa. Kamu bisa menyetorkan uang setiap bulannya dan akan diakumulasikan sesuai dengan harga emas. Misalnya, kamu menabung sebanyak Rp10 juta, maka kamu bisa mendapatkan sekitar 10,4 gram tabungan emas. Risiko kehilangan emas juga lebih kecil, karena bentuk fisik dari emas disimpan oleh penyedia layanan tabungan emas ini. 

7 Tips Investasi Dasar

Setelah mengatahui 8 jenis investasi yang aman dan terpercaya untuk pemula, kamu juga perlu tahu tips investasi dasar agar tidak merugi di masa depan. Berikut 8 tipsnya:

1. Tentukan Tujuan investasi

Sebelum melakukan investasi, kamu perlu menentukan tujuan investasi terlebih dahulu. Tujuan investasi bisa bermacam-macam, misalnya: untuk tabungan pendidikan anak, membeli rumah impian, tabungan masa tua, pernikahan, dan lainnya. Menentukan tujuan bisa membantu kamu untuk konsisten karena ada goals tertentu yang ingin dicapai. Ini juga bisa membantumu memilih jangka waktu dan instrumen investasi yang paling sesuai dengan tujuanmu.

2. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Investasi bisa dilakukan dalam jangka waktu yang kamu mau, bisa jangka pendek, menengah, atau panjang. Jangka waktu ini memberi gambaran seberapa lama kamu bisa mencapai target investasi. Selain itu, menentukan jangka waktu juga bisa membantu kamu memilih instrumen investasi yang sesuai. Misalnya, kamu memilih investasi jangka panjang, maka instrumen yang bisa kamu pilih adalah properti, emas, saham, atau reksadana.

3. Pilih Instrumen Investasi

Setelah menentukan jangka waktu, kamu perlu memilih instrumen investasi yang ingin dijalankan. Bisa satu instrumen, bisa juga lebih. Pelajari dan pahami masing-masing instrumen beserta keuntungan dan kerugiannya. Pilih instrumen yang risikonya paling bisa kamu tanggung. Risiko terbagi menjadi 3, yaitu: konservatif (stabil), moderat (bisa menerima fluktuasi), dan agresif (berani menghadapi fluktuasi yang tajam dan kerugian).

4. Modal Kecil Tapi Konsisten

Investasi tidak harus dilakukan dengan modal besar sekaligus. Kamu bisa mulai dari modal atau angka yang kecil. Misalnya, investasi reksa dana, kamu bisa memulainya dengan Rp 50.000 sampai Rp 100.000, atau emas yang bisa dibeli mulai dari 0,1 gram. Jadi tidak harus langsung banyak, yang penting konsisten. Seperti peribahasa, sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.

6. Pilih Platform yang Kredibel

Contoh Investasi
Sumber: Pexels

Investasi sekarang bisa dilakukan dengan mudah, bahkan bisa dilakukan secara online melalui platform digital. Ada banyak platform digital untuk investasi yang ada di Indonesia. Pastikan kamu memilih platform yang sudah terdaftar dan berizin OJK, ya.

7. Diversifikasi Investasi

Diversifikasi adalah membagi modal investasi ke dalam beberapa aset atau instrumen investasi. Jadi kamu tak hanya fokus ke satu instrumen saja, tapi bisa ke beberapa sekaligus. Misalnya, investasi emas, reksa dana, dan saham. Tujuan dari diversifikasi adalah untuk memperoleh keuntungan investasi yang maksimal. Misalnya, satu instrumen mengalami kegagalan, kamu masih punya instrumen lain yang bisa mendatangkan keuntungan. Tapi kalau kamu masih pemula, fokus ke satu dulu sambil belajar instrumen investasi lainnya.

Itulah pembahasan tentang investasi, mulai dari pengertian, contoh investasi, hingga tips memulai investasi bagi para pemula. Semoga hal ini membantu memberikan pandangan dan wawasan mengenai arti dan macam-macam investasi yang tersedia saat ini. Termasuk untuk memilih mana instrumen investasi yang dirasa paling tepat dan sesuai dengan kebutuhanmu.

Mia Atika

Add comment

Share