Yuk, Lihat 7 Fakta Menarik tentang Desa Penglipuran Bali!

Bali memang memiliki daya tarik luar biasa dalam hal pariwisatanya. Dilansir dari situs resmi Badan Pusat Statistik Bali, tercatat ada sekitar 276.559 kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali di bulan Agustus 2022. Salah satu wisata yang menarik perhatian wisatawan adalah Desa Penglipuran yang berada di Kabupaten Bangli. Desa adat ini memiliki keunikan yang khas hingga mendapat berbagai penghargaan di bidang pariwisata.

Tempat ini wajib untuk kamu masukkan dalam daftar destinasi saat berwisata ke Bali. Selain karena hunian di sana terbilang rapi, desa ini juga menawarkan pemandangan khas Bali yang natural. Apa saja sih, hal unik yang menjadikan Desa Wisata Penglipuran ini “magnet” bagi wisatawan? Yuk, kita simak 7 fakta menarik tentang desa ini.

Sumber: freepik

7 Fakta Menarik tentang Desa Penglipuran, Bali

1. Suasana yang Alami dan Khas Bali

Sumber: iStockPhoto

Desa ini masih melakukan tradisi yang cukup kental, meskipun letaknya tidak jauh dari pusat kota. Salah satu agenda yang dilakukan di desa adat ini adalah Penglipuran Village Festival yang diadakan setiap akhir tahun. Ada juga upacara adat untuk menyambut Hari Raya Nyepi, yaitu Ngusaba. Lalu, setiap 15 hari sekali masyarakat akan melakukan sembahyang di Pura Penataran.

Peraturan adat di sini pun bisa terbilang cukup unik. Masyarakat di sana sangat menghormati alam dan juga wanita. Bambu yang tumbuh di desa tersebut tidak boleh ditebang sembarangan kecuali jika sudah mendapatkan izin dari tokoh masyarakat setempat. Bagi laki-laki yang melakukan poligami, orang tersebut akan ditempatkan di Karang Memadu. Jika seseorang ketahuan mencuri, maka dia wajib untuk memberikan sesajen berupa 5 ekor ayam dengan warna bulu yang berbeda di 4 pura leluhur.

Baca juga:  Sirkuit Mandalika, Siap Memacu Adrenalinmu di Surga Wisata Lombok

2. Jarak Tempuh yang Tidak Jauh dari Pusat Kota

Sumber: iStockPhoto

Lokasi desa ini terbilang cukup dekat dari pusat kota, tepatnya 54 kilometer dari Pantai Kuta. Kamu dapat menjangkaunya dengan menggunakan motor, mobil, ataupun bus. Sedangkan di dalam desanya, kamu cukup berjalan kaki. Unik, ya. Jalur transportasi ini dapat ditempuh melewati jalan bypass Ngurah Rai menuju jalan bypass Ida Bagus Mantra. Medan jalan ini tidak berkelok-kelok dan masih berada di pusat kota menjadi kelebihan desa ini.

3. Komplek Pemukiman yang Asri

Sumber: iStockPhoto

Salah satu keunikan yang ditawarkan oleh Desa Penglipuran ini adalah model bangunannya yang hampir mirip. Mulai dari pintu gerbang, atap rumah, hingga dinding yang terbuat dari bambu atau batu bata. Di pintu gerbang hanya muat untuk dilewati oleh satu orang dewasa. Pembagian tata ruang dalam rumah juga hampir sama, seperti kamar tidur dan dapur. Bahkan, untuk cat di setiap rumah menggunakan cat berbahan dasar tanah liat. Hal ini dikarenakan masyarakat setempat menerapkan konsep ramah lingkungan mulai dari rumah sendiri.

Desa ini juga dikelilingi oleh hutan bambu yang total luasnya mencapai 45 hektar. Masyarakat setempat percaya jika hutan bambu ini merupakan bagian dari warisan para leluhur dan wujud nyata dalam bentuk pelestarian dan keseimbangan antara manusia dan alam. Selain menjadi pelindung desa, hutan bambu ini juga berfungsi sebagai kawasan resapan air.

4. Desa Terbersih di Dunia

Sumber: iStockPhoto

Berkat kebersihan dan kerapiannya, Desa Penglipuran termasuk dalam kategori desa terbersih di dunia menurut Kalpataru dan Indonesian Sustainable Tourism Award tahun 2017. Dan juga desa ini masuk dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation. Hal ini juga dikarenakan desa tersebut tidak menggunakan kendaraan bermotor di dalam lingkungannya, sehingga menjadi bebas polusi.

Baca juga:  Yuk Pahami tentang Mountaineering dan 4 Teknik Dasarnya!

Ketika memasuki kawasan desa ini, kamu akan disambut dengan deretan tanaman hijau. Semakin masuk ke dalam, kamu akan merasakan hawa yang semakin sejuk dengan pemandangan pagar tanaman. Oh iya, kamu tidak diperbolehkan untuk membuang sampah sembarangan, lho! Dalam kawasan ini sudah disediakan tempat sampah setiap 30 meter.

5. Konsep Tri Mandala

Sumber: pexel

Karena Desa Penglipuran ini merupakan desa adat yang perlu dilestarikan, maka tata ruang kawasannya pun juga mengusung adat yang sudah turun temurun. Konsep yang diterapkan adalah Tri Mandala, yaitu 3 konsep atau 3 wilayah seperti berikut.

  • Utama Mandala, yaitu wilayah paling utara dan berisikan tempat ibadah dan tempat suci bagi masyarakat.
  • Madya Mandala, merupakan wilayah tempat pemukiman masyarakat dimana rumah-rumah dibangun berbanjar sepanjang jalan utama.
  • Nista Mandala, adalah wilayah paling selatan sebagai tempat pemakaman penduduk sekitar.

6. Harga Tiket Masuk

Sumber: iStockPhoto

Jika tertarik mengunjungi Desa Penglipuran Bali, kamu perlu tahu harga tiket masuknya. Untuk wisatawan lokal akan dikenakan biaya Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Sedangkan untuk wisatawan asing, dikenakan biaya Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 25.000 untuk anak-anak. Tentunya harga ini dapat berubah sewaktu-waktu, ya.

7. Kuliner Khas

Sumber: www.djkn.kemenkeu.go.id

Tidak lengkap rasanya jika mengunjungi Desa Penglipuran jika tidak mencicipi kulinernya. Desa adat ini menyajikan loloh cemcem dan tipat cantok sebagai hidangan yang wajib dicoba. Loloh cemcem adalah minuman yang berbahan dasar daun cemcem yang kemudian diolah secara tradisional dan berkhasiat untuk melancarkan pencernaan. Sedangkan tipat cantok adalah makanan yang terbuat dari ketupat dan sayur rebus, kemudian disajikan bersama dengan saus kacang.

Itulah 7 fakta menarik tentang Desa Penglipuran di Bali. Kamu tidak hanya mendapatkan tradisi adat dan keindahan alam, namun juga merasakan suasana khas Bali yang otentik dan asri. Jangan lupa untuk selalu sopan dan menghormati adat di tempat wisata, ya. Dan juga menaati protokol kesehatan. Semoga penjelasan di atas tadi dapat membuatmu semakin mantap memasukkan Desa Penglipuran sebagai destinasimu saat berkunjung ke Bali.