Feeding Rules MPASI, Bagaimana Cara Menerapkannya?

MPASI (Makanan Pendamping ASI) mulai diberikan sejak bayi berumur 6 bulan. Sebagai orang tua, kamu perlu menerapkan feeding rules agar anak tidak mengalami GTM (gerakan tutup mulut). Dengan aturan ini, maka kalori anak tercukupi sehingga nutrisi hariannya terpenuhi. Lalu, bagaimana cara menerapkannya?

Kalori yang cukup bagi bayi sangat penting karena memberikan banyak sekali manfaat. Mulai dari mendukung proses perkembangan otak hingga mempertahankan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, aturan ini juga bisa mengajarkan bayi untuk mengenali sinyal lapar dan kenyang. Lebih jelasnya, yuk simak informasi selengkapnya di bawah ini!

feeding rules
Sumber: iStockPhoto

Definisi dan Syarat Feeding Rules

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), feeding rules adalah penerapan aturan makan untuk bayi dan anak. Tidak hanya sekedar mengatur jadwal makan yang teratur, tapi juga perlu dilakukan responsive feeding yaitu responsif terhadap bahasa tubuh anak, kapan dia merasa lapar atau kenyang. Serta menciptakan lingkungan yang nyaman supaya anak merasa senang saat makan. Mengacu pada pentingnya aturan makan yang dijelaskan, IDAI merekomendasikan beberapa syarat yang harus diperhatikan.

1. Makan Terjadwal

Kamu bisa gunakan metode feeding rules 2 30 2. Artinya 2 jam sebelum makan, anak tidak boleh makan atau minum apapun kecuali air putih sedikit. Ini untuk memancing rasa laparnya. Lalu lanjutkan dengan 30 menit makan, jangan lebih dari 30 menit ya. Kemudian lanjutkan dengan 2 jam tanpa makan minum, hanya sedikit air putih. Berikut ini contoh jadwal aturan makan dari IDAI yang bisa kamu terapkan.

Baca juga:  10 Rekomendasi Mainan Bayi 3 Bulan sebagai Stimulus Terbaik

06.00: ASI
08.00: Makan pagi (ASI & MPASI)
10.00: Cemilan
12.00: Makan siang (ASI & MPASI)
14.00: ASI
16.00: Cemilan
18.00: Makan malam (ASI & MPASI)
21.00: ASI
(02.00 ASI bila perlu)

2. Prosedur Makan

Berikan makanan dalam porsi kecil. Hentikan kalau setelah 15 menit anak masih menolak makan. Motivasi anak untuk mengeksplorasi makanannya sendiri. Terakhir, bersihkan mulut hanya setelah selesai makan.

3. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman

Meskipun sulit, namun hindari anak makan sambil bermain atau nonton. Kamu juga tidak perlu memaksa anak menghabiskan makanannya. Dan jangan berikan makanan sebagai hadiah.

4. Perhatikan Takaran Makan Anak Sesuai Usia

feeding rules
Sumber: iStockPhoto

Selain jadwal makan yang terpola, kamu juga perlu memperhatikan takaran MPASI untuk anak. Sebab setiap usia bisa berbeda-beda. Sesuaikan juga tekstur dan frekuensi pemberian makan agar sejalan dengan perkembangannya. Jika baru memulai MPASI, awali dengan memberikan sebanyak 2-3 sendok setiap kali makan. Ketika usianya bertambah besar, kamu dapat meningkatkannya secara bertahap.

Berikut saran porsi makan bayi sesuai umurnya dari IDAI:

6 bulan: 2-3 sendok makan

6-9 bulan: ½ mangkuk ukuran 250 ml

9-12 bulan: ½ mangkuk ukuran 250 ml

12-24 bulan: ¾ mangkuk ukuran 250 ml

Sebaiknya kamu memberikan makanan padat terlebih dahulu, baru disusul dengan makanan cair. Kemudian diakhiri dengan minum. Terlalu banyak minum di awal akan membuat anak merasa kenyang lebih cepat.

Bagaimana Tips Penerapan yang Efektif?

Menerapkan feeding rules seperti ini memang tidak mudah. Tapi kamu bisa coba beberapa tips berikut ini.

1. Makan Bersama Keluarga

Anak senang meniru orang-orang di sekitarnya. Jadi ketika ia melihat orang lain makan, mereka juga termotivasi untuk makan.

2. Biarkan Anak Eksplorasi makanan

Dekatkan anak dengan makanannya dan berikan piring serta sendok makan dengan karakter kesukaannya. Biarkan ia bermain dengan semua itu.

Baca juga:  7 Ciri-Ciri Anxiety pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

3. Ajari Anak Memberikan “Tanda”

Pancing anak untuk memberi tahu beberapa hal seperti “lapar”, “kenyang”, “minta tambah”, “tidak mau”, “mau minum”, dll. Dengan memahami kemauannya, ia jadi tidak mudah kesal dan ngambek saat sedang makan.

4. Berikan MPASI Bergizi

Perhatikan nutrisi dan gizi dalam setiap MPASI yang kamu berikan. Jangan hanya sekedar enak saja, tapi MPASI harus bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak supaya bisa berkembang dengan baik.

5. Eksplorasi Menu

Variasi makanan sangat penting diperkenalkan ke anak sedini mungkin, supaya nantinya ia tidak pilih-pilih makanan. Ada banyak sekali resep MPASI yang bisa dicoba.

Manfaat Penerapan Feeding Rules

feeding rules
Sumber: iStockPhoto

Penerapan feeding rules dapat membawa banyak dampak yang positif bagi anak. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menerapkan aturan ini secara rutin:

1. Mencegah Mogok Makan pada Anak

Feeding rules dapat menciptakan variasi makan yang tidak membosankan bagi si kecil. Ketika variasi makanannya seimbang, maka anak akan semakin merasa nyaman tentang rutinitas makannya. Dengan begitu, mereka akan cenderung antusias untuk mencoba makanan baru. Dengan variasi makanan yang konsisten seperti ini, anak akan merasa tertarik untuk mencoba makanan baru dan di saat yang sama juga nyaman dengan rutinitas makanannya.

2. Menekan Risiko Obesitas

Makanan yang sehat cenderung memiliki tingkat lemak jenuh, kalori, dan gula yang lebih rendah. Kedua jenis makanan ini dapat meningkatkan berat badan cukup signifikan. Di samping itu, feeding rules juga dapat membuat porsi makan lebih seimbang. Dengan mengajarkan anak untuk mengenali ukuran porsi yang tepat untuk tubuh mereka. Hal ini membantu mencegah perilaku overeating dan membiasakan mereka untuk makan dalam jumlah yang lebih sesuai dengan kebutuhan energi.

3. Membangun Kebiasaan Makan yang Sehat

Konsep makanan sehat dan bervariasi ditanamkan sejak dini, mengajarkan anak bahwa makanan adalah investasi bagi tubuh mereka. Selain itu, penerapan makanan sehat juga secara tidak langsung turut memberikan pemahaman tentang komposisi nutrisi bagi si kecil. Sehingga, ke depannya mereka akan lebih berhati-hati dengan pilihan makanan yang mereka konsumsi.

Nah, itulah beberapa hal mengenai aturan makan MPASI yang bisa kamu berikan untuk anak. Menerapkan feeding rules mungkin tidak semudah itu, tetapi demi kesehatan dan tumbuh kembang si kecil, maka hal tersebut patut diperjuangkan.