Bagaimana Cara Mengoptimalkan Fungsi Otak Kanan dan Kiri?

Otak manusia adalah organ yang luar biasa rumit. Hanya dengan berat sekitar 2 kg, terdapat 100 miliar sel saraf dan 100 triliun sambungan sel saraf di dalam otak. Sebagai pusat komando tubuh, secara garis besar otak membagi tugas dan fungsinya menjadi dua kelompok, yaitu otak kanan dan otak kiri. Lantas, apa perbedaan di antara keduanya dan bagaimana cara mengoptimalkan fungsi otak? 

Perbedaan otak kanan dan otak kiri, terletak pada jenis pemikiran yang dihasilkan, di mana otak kanan merupakan bagian otak yang memproses kreativitas untuk berimajinasi dan berpikir tentang seni. Sementara otak kiri lebih banyak memikirkan hal-hal yang analitis dan matematis. Berdasarkan perbedaan keduanya yang cukup jelas ini, para peneliti menyebutkan bahwa manusia memiliki satu sisi otak yang dominan. Namun ternyata penelitian mengenai dominasi otak kanan dan otak kiri adalah riset lama. Tetapi, hasil riset masih banyak dipercaya banyak orang hingga sekarang, terutama dalam bacaan-bacaan psikologi populer atau kuis-kuis psikologi di Internet. 

Perbedaan Fungsi Otak Kanan dan Kiri

otak kanan

Otak manusia secara garis besar dibagi menjadi dua bagian, di mana dalam bahasa kedokteran, disebut dengan hemisfer. Masing-masing bagiannya mengontrol fungsinya yang berbeda-beda. Secara fisik, tampilan otak kanan dan kiri memang tidak jauh berbeda. Namun, ada perbedaan besar yang memisahkan keduanya, yaitu terletak pada caranya memproses informasi yang masuk ke otak. Meskipun begitu, kedua bagian otak ini tidak bekerja sendiri-sendiri. Berdasarkan teori Sperry, setiap manusia memiliki kecenderungan untuk lebih memakai otak kanan atau otak kirinya. Berikut perbedaan keduanya secara lebih lengkap:

Baca juga:  Manfaat dan Tips Memilih Preschool yang Tepat untuk Anak

1. Otak Kanan

Otak kanan adalah bagian paling baik untuk mengerjakan tugas yang berhubungan dengan kreativitas, dan sesuatu yang ekspresif. Beberapa hal maupun kemampuan yang erat kaitannya dengan otak kanan ini adalah:

  • Musik
  • Warna
  • Kemampuan mengenali wajah orang lain
  • Mengekspresikan emosi
  • Membaca emosi orang lain
  • Intuisi
  • Imajinasi
  • Kreativitas

Manusia dengan otak kanan yang lebih dominan, maka akan lebih suka memvisualisasikan sesuatu, dibandingkan memikirkannya dalam bentuk kata-kata. Selain itu, mereka juga lebih bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih luas, dan cara berpikir yang lebih bebas.

2. Otak Kiri

Sementara otak kiri, berfungsi untuk mengerjakan tugas-tugas yang sifatnya lebih logis. Bagian otak ini dinilai lebih mampu untuk mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan:

  • Bahasa
  • Logika
  • Pemikiran kritis
  • Angka-angka
  • Analisis

Manusia dengan dominasi otak kiri, dipercaya lebih detail dan cenderung bekerja berdasarkan data dan fakta. Mereka juga senang berpikir dalam kata-kata, daripada visualisasi.

Namun ternyata, menurut penelitian terbaru, teori mengenai dominasi otak kanan dan otak kiri dinyatakan tidak akurat. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dari aktivitas kedua sisi otak tersebut. Sehingga para peneliti menyimpulkan, bahwa manusia sebenarnya tidak memiliki sisi otak dominan, seperti yang selama ini dikira kebanyakan orang. Meski begitu, perbedaan aktivitas antara dua sisi otak itu memang benar adanya. Karena masing-masing sisi, memang mengerjakan dua hal yang cenderung berbeda. Namun, tidak ada satu sisi yang lebih dominan dibandingkan sisi lainnya. Perbedaan aktivitas di kedua sisi otak ini juga akan tergantung dari kegiatan yang sedang dilakukan. 

Baca juga:  Jangan Cemas! Lakukan Ini untuk Mengatasi Bruntusan pada Bayi

Cara Mengoptimalkan Fungsi Otak

otak kanan

Walaupun teori dominasi otak kanan dan otak kiri telah terbantahkan, namun perbedaan keduanya tetap benar adanya. Sehingga, kedua sisi otak tersebut tetap memerlukan stimulasi atau latihan, agar tetap bisa berfungsi dengan baik dan optimal. Berikut ini, beberapa tips yang bisa kamu coba untuk melatih otak kiri agar fungsinya tetap bisa berjalan dengan baik:

  • Banyak membaca dan menulis.
  • Jangan pernah berhenti belajar, dan kuasai hal-hal baru.
  • Latih otak dengan mengisi teka-teki silang atau bermain puzzle.
  • Bermain games yang melatih ingatan dan strategi. 
  • Menjalani hobi baru yang membutuhkan fokus.

Sementara untuk melatih kreativitas, beberapa tips di bawah ini bisa kamu coba:

  • Baca atau dengarkan tentang ide-ide kreatif orang lain untuk menemukan bibit-bibit ide yang bisa dikembangkan.
  • Cobalah untuk melakukan sesuatu yang baru, yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
  • Mencari hobi baru yang melatih daya imajinasi.
  • Banyak memperhatikan lingkungan sekitar dan ke dalam diri sendiri, untuk bisa mengenali hal-hal yang inspiratif.
  • Menjalani kegiatan baru agar tidak membosankan. Keluarlah dari zona nyaman dan bepergian ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Jangan lupa untuk mempelajari berbagai budaya dan bidang yang sebelumnya belum pernah disentuh.

Semua tips untuk mengasah otak kanan maupun kiri, juga harus disertai dengan menjalani pola hidup yang sehat, seperti berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi, ya. Berolahraga minimal dua jam setiap satu minggu sekali, sudah bisa membantu meningkatkan kemampuan belajar serta daya ingat kamu, lho. Jadi, jangan malas untuk berolahraga, ya. Hindari juga untuk mengonsumsi makanan cepat saji yang banyak mengandung lemak jenuh. Selain itu, jangan lupa untuk cukup beristirahat setiap harinya.