Psikologi Anak Usia Dini: Hal Penting yang Perlu Dipahami

Tahukah kamu, bahwa perkembangan fisik dan psikologis anak dari usia dini sampai dewasa tergantung pada pengalaman yang dilaluinya selama proses pertambahan usia? Jadi dapat dikatakan bahwa interaksi dengan orang tua akan memberikan dampak yang signifikan pada anak.  Perkembangan perilaku anak akan berfokus pada bagaimana interaksi lingkungan mempengaruhi perilaku. Perkembangan psikologi anak juga dianggap sebagai reaksi terhadap hadiah, hukuman, rangsangan, serta penguatan yang diberikan oleh lingkungan. 

Pada masa perkembangan anak usia dini, setiap orang tua harus lebih mengawasi anaknya dalam melakukan sesuatu dan menjaga perkataan atau perbuatan yang tidak baik. Kenapa demikian? Karena pada masa ini, pembentukan sifat atau karakter anak akan berlangsung. Pada masa ini, anak akan mulai mengikuti apa yang dikatakan oleh orang yang terdekat, terutama orang tuanya. Itulah mengapa setiap orang tua sebaiknya tidak perlu berbicara dengan suara yang keras atau lantang. Mengingat di masa ini adalah masa yang paling peka atau sensitif, dalam apa yang diberikan oleh lingkungan. Informasi selengkapnya, kamu bisa langsung simak ulasannya di bawah ini!

Jenis-jenis Sisi Perkembangan Usia Dini

psikologi anak

Terdapat 3 sisi perkembangan masa usia dini yang berpengaruh pada psikologi anak yang perlu diketahui oleh setiap orang tua. Di antaranya adalah seperti berikut ini:

1. Tumbuh Kembang Fisik

Perkembangan fisik anak usia dini, merupakan hasil dari interaksi antara faktor keturunan dan faktor lingkungan. Pada masa ini, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang dapat merangsang pertumbuhan dengan membiarkan anak bereksplorasi dan mencoba hal-hal yang baru. Hal ini karena otak akan tumbuh pesat pada usia 2 sampai dengan 6 tahun, hingga mencapai sekitar 90% otak dewasa, yang diiringi oleh pesatnya kemampuan kognitif.

Baca juga:  Tekstur MPASI yang Tepat Sesuai Usia Bayi, Mulai 6 Bulan

2. Tumbuh Kembang Kognitif

Perkembangan kognitif anak sudah mulai dapat dikenali pada saat anak-anak sudah mampu belajar dengan menggunakan simbol-simbol. Hal tersebut seiring dengan perkembangan linguistik atau kemampuan mereka dalam menguasai bahasa yang digunakan. Pada masa ini, imajinasi dan memori juga berkembang. Hanya saja, anak pada masa ini belum sepenuhnya mampu untuk berpikir logis, hubungan sebab-akibat, persepsi waktu, dan perbandingan.

3. Tumbuh Kembang Sosial dan Emosional

Perkembangan sosial dan emosional ini merupakan dua sisi yang saling berkaitan. Perkembangan ini biasanya akan melibatkan perolehan nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang memungkinkan anak-anak untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif. Dan juga berkontribusi dengan cara yang positif kepada keluarga, sekolah, serta masyarakat.

Tahapan Perkembangan Psikologi Anak

psikologi anak

Selain 3 sisi perkembangan usia dini, berikut ini adalah tahapan perkembangan psikologi anak yang perlu kamu pahami:

  • Tahap Sensorimotor, yaitu periode waktu antara kelahiran dan usia dua tahun di mana pengetahuan bayi tentang dunia masih terbatas pada persepsi inderanya dan aktivitas motoriknya. Perilaku anak juga terbatas pada respon motorik sederhana yang disebabkan oleh rangsangan sensorik.
  • Tahap Pra-Operasional, yaitu periode antara usia 2–6 tahun di mana seorang anak akan belajar menggunakan bahasa. Selama berada di tahap ini, anak-anak belum memahami logika konkret, tidak bisa secara mental memanipulasi informasi, dan tidak dapat mengambil sudut pandang orang lain.
  • Tahap Operasional, yaitu periode antara usia 7–11 tahun di mana anak-anak telah mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perkembangan mental. Anak-anak mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret, tetapi masih mengalami kesulitan memahami konsep-konsep abstrak atau hipotesis.
  • Tahap Operasional Formal, yaitu periode antara usia 12 tahun hingga dewasa ketika anak sudah mulai mengembangkan kemampuan untuk berpikir tentang konsep abstrak. Keterampilan seperti pemikiran logis, penalaran deduktif, dan perencanaan sistematis juga sudah muncul selama tahap ini.
Baca juga:  Simak Bedanya Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki Atau Perempuan!

Peran Penting Pola Asuh Terhadap Perkembangan Anak

psikologi anak

Menurut Kohn, pola asuh orang tua adalah bagaimana cara mendidik orang tua terhadap anak, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Konsep dan pola asuh yang terjadi di dalam keluarga sangat diperlukan untuk masa depan anak yang lebih baik. Jika pola asuh sejak kecil telah keliru atau salah, maka masa depan anak tidak akan teratur dengan sendirinya. Sehingga, orang tua perlu untuk mengetahui apa saja macam-macam konsep dan pola asuh pada anak usia dini.

Konsep pengasuhan anak adalah RPM3 yang merupakan singkatan dari (Responding, Preventing, Monitoring, Mentoring, dan Modelling). RPM3 tersebut memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pengasuhan semua anak, termasuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Sebagai orang tua masa kini, kamu harus menerapkan kelima konsep pengasuhan anak tersebut agar anak-anak menjadi anak dewasa yang cerdas dan memiliki masa depan yang cerah.

Sementara pola asuh dalam keluarga pada anak ada empat macam, yaitu Otoriter, Permitif, Demokratis, dan Situasional. Pola asuh yang responsif merupakan salah satu jenis pola asuh yang disebut-sebut sangat mendukung perkembangan psikologi anak. Pola asuh responsif bahkan juga dapat mendukung perkembangan anak dengan latar belakang ekonomi yang rendah dan memiliki kelahiran prematur. 

Dan sebaliknya, pengasuhan yang tidak responsif dapat membahayakan perkembangan anak, terutama bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi. Pola asuh yang responsif ternyata juga berdampak pada volume hippocampal yang lebih besar untuk anak usia pra sekolah, lho. Peningkatan volume di wilayah otak tersebut dikaitkan dengan sejumlah faktor psikososial, misalnya reaktivitas stress.

Hubungan antara pengasuhan responsif pada anak usia dini dan peningkatan volume di wilayah hippocampal tersebut juga menunjukkan usia dini adalah waktu yang tepat untuk anak mendapatkan perkembangan psikologi yang maksimal.