Yang Perlu Kamu Ketahui tentang Hari Raya Nyepi di Bali

Jika kamu berkunjung ataupun tinggal di Bali, tentunya kamu akan merasakan suasana yang aman dan tentram. Lingkungan di Bali bisa dibilang toleran terhadap masyarakat sekitar, meskipun mayoritas penduduknya beragama Hindu. Pada tahun ini, Hari Raya Nyepi dilaksanakan mulai tanggal 22 hingga 23 Maret. Perayaan ini menjadikan salah satu momen yang dinantikan setiap tahunnya.

Saat perayaan Nyepi, kehidupan diĀ BaliĀ akan sangat sepi dan sunyi selama seharian penuh. Kegiatan sehari-hari yang biasa berlangsung akan dibatasi, kecuali pada objek vital seperti rumah sakit. Sehingga tidak ada keramaian atau gemerlap lampu kota yang menerangi suasana malam hari di Bali. Ingin tahu bagaimana suasana Bali saat Nyepi? Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini!

hari raya nyepi
Sumber: Pinterest

Rangkaian Perayaan Hari Raya Nyepi

Nyepi adalah salah satu hari suci bagi umat Hindu yang dirayakan setiap bulan kedasa atau bulan kesepuluh, tepatnya sehari setelah bulan baru kesembilan Tahun Baru Saka, menurut kalender yang digunakan oleh umat Hindu di Bali dan Lombok. Saat hari raya tiba, umat Hindu di Bali mengendalikan diri dengan tidak bepergian, tidak bekerja, melakukan puasa, dan menghindari aktivitas yang dapat mengotori raga selama selama 24 jam, mulai pukul 05.00 WIB pagi hingga 05.00 WIB pagi keesokannya. Saat Nyepi, biasanya diadakan serangkaian upacara adat seperti di bawah ini.

Baca juga:  Tak Perlu Ragu, Hadapi Summit Attack dengan 6 Tips Ini

1. Upacara Melasti

rangkaian ritual hari raya nyepi yaitu melasti di pantai
Sumber: Pinterest

Ritual pertama yang mengawali perayaan Nyepi di Bali adalah ritual Melasti. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan diri sebelum melaksanakan Nyepi. Biasanya ritual Melasti dilakukan di pura yang berada di dekat laut. Salah satu rangkaian Nyepi di Bali ini berlangsung tiga atau empat hari sebelum ritual Nyepi diadakan.

2. Tawur Kesanga

rangkaian ritual hari raya nyepi yaitu tawur kesanga yang identik dengan ogoh-ogoh
Sumber: Pinterest

Tawur Kesanga atau Mecaru biasanya dilaksanakan H-1 sebelum perayaan Nyepi. Tradisi ini identik dengan pawai festival ogoh-ogoh. Bagi masyarakat Hindu Bali, ogoh-ogoh merupakan representasi dari sifat buruk dan jahat manusia. Karena itu, di akhir perayaan ogoh-ogoh akan dibakar sebagai simbol pembersihan sifat jahat manusia yang dilenyapkan dalam ritual Nyepi.

3. Nyepi

rangkaian ritual hari raya nyepi yaitu melakukan catur bhrata penyepian
Sumber: Pinterest

Setelah menjelang matahari terbit di ufuk timur, barulah umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi. Ketika merayakan Nyepi, umat Hindu di Bali memperoleh pembelajaran untuk mengendalikan diri dengan Catur Bratha Penyepian, yaitu:

  1. Tidak bepergian (amati lelungan),
  2. Tidak beraktivitas/bekerja (amati karya),
  3. Tidak melakukan aktivitas yang dapat mencemarkan badan atau menikmati bermacam hiburan (amati lelanguan), serta
  4. Tidak menyalakan api atau lampu (amati geni)

4. Upacara Ngembak Geni

rangkaian ritual hari raya nyepi yaitu omed-omedan di jalan sesetan
Sumber: Pinterest

Pasca pelaksanaan Nyepi, rangkaian acaranya belum selesai. Khidmatnya perayaan Nyepi di Bali dilanjutkan dengan Ngembak Geni. Biasanya pada ritual ini masyarakat Bali akan saling berkunjung ke sanak saudara atau melakukan dharma shanti. Penutup rangkaian nyepi ini menjadi pertanda untuk memulai lembaran baru dengan hati yang bersih. Para pemuda dan pemudi juga akan melakukan omed-omedan usai tradisi Ngembak Geni. Festival saling mencium ini dilakukan untuk mempererat keakraban antar umat Hindu Bali.

Baca juga:  Inilah Fakta-fakta Menarik dan Keseruan Apa Saja yang Ada di Jatim Park 3

Fakta Menarik Nyepi

Selama 24 jam perayaan Nyepi di Bali, ternyata ada beragam hal menarik yang terjadi. Berikut 5 fakta menarik seputar perayaan Nyepi di Bali.

  1. Hemat 1 juta liter bahan bakar. Karena bepergian tidak diperbolehkan selama Nyepi, maka semua masyarakat Bali tidak boleh berkendara dalam kurun waktu 24 jam. Diperkirakan ada satu juta liter bahan bakar yang berhasil dihemat.
  2. Menginspirasi World Silent Day. Ternyata perayaan Nyepi di Bali menginspirasi kampanye World Silent Day atau Hari Berdiam Sedunia. Aksi berdiam diri pada Hari Raya Nyepi membuat PBB menetapkan setiap 21 Maret sebagai World Silent Day.
  3. Mengurangi global warming. Selama perayaan Nyepi, Bali tercatat berhasil menghemat listrik hingga 60% dibandingkan hari-hari biasa.
  4. Ketenangan luar biasa. Suasana yang tenang saat Nyepi di Bali sulit ditemukan khususnya di masyarakat perkotaan yang selalu disibukkan dengan rutinitas padat.
  5. Pengurangan emisi gas karbon dioksida. Dalam satu hari perayaan Nyepi, terjadi pengurangan emisi gas karbon dioksida hingga 20 ribu ton dalam sehari.

Selain baik untuk keseimbangan lingkungan, ritual Nyepi juga membuat Bali jadi lokasi yang tepat bagi wisatawan untuk melakukan refleksi diri. Di momen ini, kamu yang tidak merayakan Nyepi bisa memanfaatkannya dengan melakukan meditasi atau yoga. Selamat mempersiapkan Nyepi bagi kamu yang akan merayakannya!