Cara Menjaga Hb Normal Ibu Hamil, Wajib Tahu Nih!

Ketika melakukan pemeriksaan rutin kandungan ataupun USG, kamu pasti pernah diminta untuk mengukur kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memastikan apakah kadar Hb normal pada ibu hamil atau tidak. Perlu diketahui bahwa hemoglobin adalah salah satu komponen sel darah merah yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Selain itu, hemoglobin juga berguna untuk membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru dan kemudian dikeluarkan dari tubuh. Itulah sebabnya kadar hemoglobin harus selalu normal agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Kira-kira, berapa kadar Hb normal ibu hamil? Apakah dampaknya jika hemoglobin pada ibu hamil tidak normal? Untuk mengetahuinya, simak informasi berikut.

Sumber: freepik

Kadar Hb Normal Ibu Hamil

Dalam pemeriksaan kehamilan, terutama pemeriksaan awal dan terakhir, setiap ibu hamil harus menjalani tes darah untuk melihat kadar hemoglobin dalam tubuh. Menurut WHO, berikut ini adalah penentuan kadar Hb normal ibu hamil dan kategori batasan anemia dari ringan hingga berat:

Normal: Hb > 11 gr/dl.

Anemia ringan: Hb 8 – 11 gr/dl.

Anemia berat: Hb < 7 gr/dl.

Berikut ini adalah kadar hemoglobin normal ibu hamil sesuai usia kehamilan:

Kehamilan trimester pertama: 11.6 – 13.9 gr/dl.

Kehamilan trimester kedua: 9.7 – 14.8 gr/dl.

Kehamilan trimester ketiga: 9.5 – 15.0 gr/dl.

Jika kadar hemoglobin Ibu hamil di bawah angka tersebut, maka dapat dikatakan ibu tersebut mengalami hemoglobin rendah.

Apa Dampak yang Terjadi Saat Hemoglobin Rendah?

Sumber: freepik

Rendahnya kadar hemoglobin pada ibu hamil seringkali terjadi. Kebutuhan zat besi yang diperlukan oleh ibu hamil meningkat hingga dua kali lipat untuk memenuhi pasokan sel darah merah dalam mencukupi perubahan pada tubuh. Penyebab rendahnya kadar hemoglobin pada ibu hamil adalah kurangnya asupan zat besi, sehingga ibu hamil akan rentan mengalami anemia. Jika kamu memiliki kadar hemoglobin yang rendah saat hamil, maka kamu akan memiliki risiko tinggi mengalami anemia. Ketika kadar hemoglobin pada ibu hamil lebih rendah dari normal, akan ada dampak yang terjadi, antara lain:

Baca juga:  Vitamin B6 untuk Apa? Simak Manfaat dan 10+ Sumbernya!

Terhambatnya Tumbuh Kembang Janin

Ibu hamil yang kadar hemoglobinnya rendah akan mempengaruhi tumbuh kembang si janin. Hemoglobin berfungsi dalam penyaluran oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke janin melalui plasenta ketika hamil. Jika hemoglobinnya rendah, maka perkembangan janin pun akan terganggu.

Kelahiran Prematur

Salah satu dampak yang terjadi saat kadar hemoglobin rendah adalah risiko kelahiran premature. Anemia yang berat akan memicu bayi lahir sebelum waktunya. Terkadang pula, bayi yang lahir dari ibu yang hamil dengan kondisi anemia berat akan memiliki berat badan yang rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen dan nutrien dari ibu.

Cacat Lahir

Dampak lain yang akan terjadi dari kadar hemoglobin rendah pada ibu hamil adalah cacat lahir pada janin. Tumbuh kembang janin yang tidak sempurna karena kurangnya suplai oksigen akan memicu cacat pada tubuh janin.

Dampak dan Penyebab Saat Hemoglobin Tinggi

Bukan hanya kadar hemoglobin yang rendah, kadar hemoglobin yang tinggi juga dapat membahayakan kesehatanmu dan janin, lho. Hemoglobin yang tinggi artinya jumlah sel darah merah cukup banyak dari normal pada ibu hamil. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain:

  • Dehidrasi. Ketika terjadi penurunan asupan cairan selama kehamilan, maka hemoglobin akan meningkat secara tiba-tiba.
  • Eritrositosis. Pada kondisi ini, tubuh tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan oksigen dari berbagai jaringan, kemudian memicu peningkatan produksi sel darah merah. Hal ini jelas meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh.
  • Konsumsi zat besi berlebih. Peningkatan kadar zat besi juga akan menyebabkan peningkatan kadar hemoglobin secara tiba-tiba.

Lalu apa risikonya? Berikut dampak yang terjadi Ketika kadar hemoglobin pada ibu hamil lebih tinggi dari normal.

  • Bayi memiliki berat badan lahir yang rendah (BBLR). Selama trimester pertama dan kedua, kondisi yang terjadi pada ibu hamil akan menyebabkan berat badan janin kurang dari normal.
  • Jika kadar hemoglobin naik di atas 14 g/dl selama trimester kedua, risiko terjadi preeklampsia akan meningkat.
  • Peningkatan kekentalan darah dapat memengaruhi aliran darah dalam tubuhmu. Akibatnya, darah tidak mencapai plasenta dan menghambat perkembangan janin.
Baca juga:  Mitos atau Fakta? Tanaman Obat Jadi Bahan Baku Vaksin COVID-19

Tips Menjaga Kadar Hemoglobin Normal pada Ibu Hamil

Setelah mengetahui dampak yang terjadi jika kadar hemoglobin pada ibu hamil tidak normal, ada baiknya kamu menjaga hemoglobin agar tetap berada pada kadar yang normal. Berikut tips menjaga kadar hemoglobin yang normal untuk ibu hamil.

1. Konsumsi Vitamin Kehamilan

Saat pemeriksaan kehamilan berlangsung, umumnya dokter akan meresepkan vitamin kehamilan yang mengandung zat besi untuk mencegah anemia selama hamil. Jika kamu mengalami anemia, dokter akan menambahkan suplemen penambah zat besi.

2. Konsumsi Makanan yang Kaya Zat Besi

Sumber: freepik

Selama kehamilan, kamu akan memerlukan asupan zat besi setidaknya 27 mg per hari. Untuk itu, kamu perlu rutin konsumsi sumber makanan yang kaya akan zat besi. Seperti ikan, daging unggas, daging merah, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

3. Mencukupi Asupan Vitamin C

Vitamin C memiliki peran dalam penyerapan zat besi dalam tubuh. Jadi, kamu juga perlu untuk makan sumber vitamin C, seperti jeruk, tomat, jambu, dan stroberi.

4. Minum Susu

Susu mengandung beberapa vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Beberapa produk susu sudah diformulasikan khusus untuk ibu hamil, jadi kamu tidak perlu khawatir. Selain susu bubuk, kamu bisa meminum susu cair yang telah dipasteurisasi. Hal ini dimaksudkan agar susu tersebut bebas dari kuman dan bakteri penyakit.

5. Menambah Asupan Asam Folat

Asam folat merupakan salah satu jenis dari vitamin B yang dapat menghasilkan heme, yaitu bagian dari sel darah merah yang mengandung hemoglobin. Apabila asam folat kamu tidak cukup, sel darah merah dalam tubuh tidak akan bisa matang. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia defisiensi folat dan kadar hemoglobin yang rendah. Beberapa makanan yang mengandung asam folat antara lain kacang-kacangan, sayuran hijau, dan daging sapi.

Sekarang kamu telah mengetahui pentingnya menjaga kadar hemoglobin normal pada ibu hamil selama kehamilan. Kesehatan ibu hamil harus diperhatikan agar janin yang dikandung juga sehat dan terjaga tumbuh kembangnya. Jika kadar hemoglobinmu masih rendah dalam jangka waktu yang lama, ada baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter dan diperiksa lebih lanjut. Dan juga konsultasikan penggunaan suplemen zat besi atau penambah darah, ya.