Obati dengan Tepat, Kenali 11 Ciri-Ciri Herpes pada Bayi

Herpes pada bayi tidak boleh disepelekan, sebab kondisi ini dapat berkembang menjadi herpes sistemik. Kemudian, herpes jenis ini dapat menyebabkan komplikasi serius, mulai dari gangguan pernapasan, kejang, penurunan kesadaran, hingga radang otak. 

Jika kondisi semacam itu terjadi, maka dapat mengganggu kinerja organ vital bayi, seperti sistem sarafnya, paru-paru, ginjal, dan hati. Tidak hanya itu saja, virus herpes juga dapat menyebar hingga ke mata yang dapat mengakibatkan infeksi pada kornea dan menyebabkan kebutaan. Terdengar sangat menyeramkan, ya!

Sebenarnya, herpes itu penyakit apa sih? Herpes adalah sejenis infeksi yang disebabkan oleh virus herpes. Pada umumnya, herpes pada bayi disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) di mana virus ini umumnya menyerang anak berusia 1 sampai 5 tahun. Virus ini juga dapat menyerang bayi saat masih berada di dalam kandungan atau saat proses persalinan yang ditularkan dari Ibu maupun orang dewasa lainnya, lho.

Selain itu, virus herpes pada bayi juga dapat ditularkan pada saat proses menyusui jika payudara ibu memiliki luka melepuh akibat penyakit herpes. Virus HSV ini dapat menular melalui air liur, kontak kulit dengan orang dewasa, serta sentuhan pada benda yang dipegang orang yang mengalami herpes. 

Bayi yang belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna sangat rentan terserang virus ini, terlebih pada saat kondisi kesehatannya sedang lemah. Misalnya saat bayi kelelahan, terluka pada kulit, dehidrasi, flu, atau terpapar sinar matahari maupun suhu dingin terus menerus.

Jangan sampai salah dalam mengatasi dan mengobati herpes pada bayi, ya. Perhatikan ciri-cirinya berikut ini!

Baca juga:  7 Ciri-Ciri Anxiety pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

Ciri-Ciri Herpes pada Bayi

herpes pada bayi
Sumber: Freepik

Bayi yang mengalami herpes akan memiliki luka melepuh di sekitar mulut, hidung, dagu, serta pipnyai. Luka itu akan pecah dalam beberapa hari, dan akan membentuk kerak serta dapat sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih satu hingga dua minggu.

Selain adanya luka melepuh, herpes pada bayi juga ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Bayi tiba-tiba demam yang baru muncul pada dua sampai 12 hari setelah infeksi.
  2. Mengalami sakit tenggorokan.
  3. Gusi menjadi bengkak.
  4. Terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.
  5. Adanya ruam.
  6. Menjadi lebih sering meneteskan air liur.
  7. Mudah rewel.
  8. Sulit dan tidak mau makan serta minum.
  9. Lidah dan kulit menjadi tampak membiru.
  10. Mengalami sesak napas.
  11. Menangis lebih kencang daripada biasanya.

Jika sudah terdapat tanda sesak napas yang disertai dengan lidah dan kulit yang tampak membiru, maka hal ini menandakan bahwa herpes pada bayi sudah menyerang sistem pernapasannya dan harus segera ditangani. Segera bawa bayi ke dokter anak supaya mendapatkan penanganan selanjutnya!

Cara Mengobati Herpes pada Bayi

Sebenarnya herpes pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya. Namun jika kondisi ini memburuk, herpes pada bayi harus segera diobati. Dokter anak biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, darah, urin, dan mengambil sampel dari luka serta cairan otak melalui pungsi lumbal. 

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi herpes pada bayi yang perlu diperhatikan:

  • Infeksi herpes pada bayi bisa diatasi dengan obat antivirus yang diberikan melalui infus ke pembuluh darah bayi yang akan memakan waktu beberapa minggu. Apabila bayi mengalami kejang atau sulit minum hingga mengalami dehidrasi, maka akan diberikan pengobatan lainnya.
  • Pada ibu hamil yang positif terserang herpes, maka sangat disarankan untuk melakukan proses persalinan dengan operasi Caesar demi mencegah penularan herpes terhadap bayinya. Di samping itu, ibu hamil yang mengidap herpes genital juga sangat disarankan untuk menjalani pengobatan antivirus sejak usia kehamilan 36 minggu.
  • Untuk mencegah penularan herpes, baik Ibu maupun Ayah disarankan untuk melakukan hubungan seksual yang aman dan sehat.
  • Penting untuk mencegah bayi agar tidak sembarangan dicium oleh orang asing, karena yang harus diingat, komplikasi herpes bahkan dapat menyerang sistem sarafnya, paru-paru, ginjal, dan hati.
Baca juga:  8 Cara Tradisional Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Perhatikan! Begini Panduan Merawat Bayi yang Terserang Herpes

herpes pada bayi
Sumber: Freepik

Jika bayi sudah terlanjur terserang virus herpes, maka sebagai Ibu kamu bisa melakukan perawatan herpes dengan mengikuti panduan berikut ini:

  • Langkah pertama, berikan obat pereda nyeri ringan seperti paracetamol sesuai dengan resep dokter.
  • Kompres luka dengan menggunakan handuk basah untuk meredakan bengkak dan merahnya.
  • Jangan memberikan MPASI yang asam dan asin, karena hal itu dapat membuat lukanya terasa lebih sakit.
  • Berikan makanan yang lembut dan dingin (untuk bayi di atas 6 bulan).
  • Oleskan salep pereda nyeri dengan panduan dan juga resep dari dokter.
  • Terus berikan ASI dan cairan lainnya dengan jumlah yang lebih banyak untuk mencegah bayi dehidrasi.
  • Hindari terlalu sering menyentuh luka.
  • Bersihkan tangan bayi dengan air mengalir dan sabun atau cairan antiseptik secara rutin.
  • Hindari berbagi peralatan makan dan minum dengan bayi yang terserang herpes.

Itulah informasi mengenai herpes yang sangat penting untuk diketahui. Ingat, untuk mencegah penyakit herpes pada bayi sebaiknya orang tua atau keluarga menjaga kebersihan lingkungan sekitar bayi. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi, kemudian batasi kontak bayi dengan orang lain yang belum tentu sehat.