Tips Memilih Homeschooling yang Tepat bagi Anak

Homeschooling artinya adalah salah satu program yang banyak diminati para orang tua untuk pendidikan alternatif bagi anaknya. Proses belajar dan kurikulum yang fleksibel menjadi faktor mengapa program belajar di rumah ini cukup diminati. Jalur homeschooling dipilih tidak hanya untuk meningkatkan hubungan keluarga saja. Namun juga untuk menanamkan nilai dan keyakinan pada anak serta menyediakan lingkungan yang nyaman dan aman.

Program ini berbeda dengan sekolah umum dimana seluruh komponen pembelajaran anak sudah disiapkan oleh penyelenggara pendidikan. Dalam model sekolah rumah, orang tua perlu menyiapkan sendiri komponen dan perangkat pembelajaran. Lalu apa saja tips sebelum memilih homeschooling yang tepat bagi anak? Simak tipsnya di bawah ini, yuk!

homeschooling artinya
Sumber: iStockPhoto

Manfaat Homeschooling

Manfaat kegiatan homeschooling bagi anak dan orang tua, antara lain:

1. Waktu Belajar yang Fleksibel

Salah satu keunggulan homeschooling adalah fleksibilitas waktu belajar. Artinya, orang tua, anak, dan pengajar dapat saling merundingkan kapan waktu yang tepat untuk memulai belajar dan menentukan lama waktu belajar. Selain itu, orang tua juga dapat menyesuaikan jadwal mata pelajaran yang akan dipelajari dalam satu hari.

2. Anak Lebih Bisa Mengembangkan Bakatnya

Orang tua dan anak bisa bersama-sama menentukan sendiri topik, jadwal, durasi, hingga cara belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar anak. Setiap anak memiliki bakat dan minat serta kemampuan mengolah informasi yang berbeda. Dengan homeschooling, metode belajar bisa lebih optimal untuk mengembangkan bakat anak sesuai keinginan dan kemampuannya.

3. Anak Bisa Mendapatkan Istirahat yang Cukup

Rutinitas sekolah formal mengharuskan anak untuk datang lebih pagi dan terkadang pulang pada sore hari. Hal ini membuat waktu istirahat anak menjadi berkurang. Anak yang kurang tidur akan terganggu konsentrasinya dan kesulitan menyerap informasi yang disampaikan oleh guru. Dengan metode homeschooling, anak bisa mendapatkan waktu istirahat lebih lama, sehingga dapat mengikuti pelajaran yang diberikan dengan optimal.

4. Orang Tua bisa Mengawasi Pergaulan Anak

Homeschooling juga membuat orang tua dapat terus mengawasi lingkungan pergaulan anak. Dengan demikian, anak dapat terhindar dari pergaulan bebas dan risiko mengalami perundungan.

5. Anak Berkesempatan untuk Belajar di Luar Rumah

homeschooling artinya
Sumber: iStockPhoto

Berbeda dengan pendidikan formal yang mengharuskan muridnya belajar di sekolah, homeschooling memberikan peluang kepada anak untuk bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dengan belajar di museum, perpustakaan, hingga alam terbuka.

Kekurangan Homeschooling

Meskipun homeschooling memiliki banyak manfaat atau kelebihan, ada beberapa kekurangan juga pada sistem belajar ini.

1. Ruang Lingkup Anak Terbatas

Efek utama dari homeschooling adalah terbatasnya ruang lingkup pergaulan dan pertemanan anak. Metode ini membuat anak hanya berinteraksi dengan pengajar dan orang tuanya. Untuk mengatasi efek sosial yang dapat terjadi pada anak homeschooling, artinya para orang tua perlu membuat anak-anaknya tetap terhubung dengan lingkungan sebayanya. Misalnya, membuat kelompok anak-anak homeschooling untuk berkumpul, belajar, dan berinteraksi bersama.

Baca juga:  Mulut Pahit Saat Hamil? Ini Cara Mengatasinya!

2. Fasilitas Pembelajaran Terbatas

Anak-anak homeschooling biasanya tidak mendapatkan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar layaknya sekolah formal. Seperti peralatan olahraga, laboratorium dengan segala alat peraganya, atau perpustakaan. Hal ini membuat orang tua perlu menyiapkan dana lebih untuk menyediakan fasilitas tersebut.

3. Usaha Ekstra dari Orang Tua

Karena terlibat langsung dalam pengajaran anak, diperlukan usaha ekstra dari orang tua. Mulai dari menyiapkan bahan ajaran, memahami materi, hingga menyusun metode belajar yang menyenangkan bagi anak. Jika menggunakan bantuan tutor pun, orang tua tidak bisa lepas tangan, karena keberhasilan homeschooling adalah tanggung jawab orang tua. Ini akan menjadi tantangan tersendiri jika orang tua bekerja atau memiliki anak yang lebih kecil.

Model yang Digunakan dalam Homeschooling

Kurikulum yang diterapkan pada homeschooling berbeda dengan sekolah biasa. Adapun kurikulum yang digunakan pada homeschooling adalah sebagai berikut.

1. Sekolah di Rumah (School at Home)

Model ini menjadikan sekolah sebagai acuannya. Ciri yang terlihat dari School at Home adalah:

  1. Sifatnya terstruktur dan berjenjang
  2. Menggunakan kurikulum nasional atau internasional
  3. Mata pelajaran kompleks seperti sekolah
  4. Menggunakan buku pelajaran sebagai sumber materi belajar
  5. Ada ujian atau evaluasi periodik

Orangtua mengambil model school at home karena sekolah adalah model pendidikan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Berdasarkan pengalaman orangtua pribadi, sistem sekolah lebih familiar. Inilah yang memudahkan orangtua dalam menerapkan model school at home.

2. Unschooling

Model homeschooling yang kedua ini dipelopori oleh John Holt, pendidik asal Amerika yang mengkritik kegiatan sekolah pada pertengahan 1960-an. Ia berpendapat bahwa sekolah tak mampu mengeluarkan potensi dan melemahkan antusiasme belajar anak. Inilah yang membuat John Holt mengembangkan model unschooling. Unschooling memiliki pandangan yang bertolak belakang dengan school at home. Prinsipnya:

  1. Keinginan belajar bersifat alami
  2. Lingkungan atau alam adalah tempat belajar yang terbaik
  3. Keterlibatan orangtua/orang dewasa secara berlebihan bisa mengganggu proses alami anak

Sekalipun masih kecil, anak-anak tetaplah individu yang opini dan perasaannya perlu diperhatikan. Berdasarkan prinsip ini, model unschooling berjalan lebih alami dan mengikuti kebutuhan anak.

3. Classical Homeschooling

homeschooling artinya
Sumber: iStockPhoto

Model ini mengacu pada model pendidikan abad pertengahan Yunani. Materi yang diajarkan lebih banyak menggunakan karya-karya besar dari tokoh abad pertengahan. Melakukan riset, menulis, berdiskusi dan berdebat adalah gaya belajar yang sering dipraktikkan. Umumnya, sistem belajar homeschooling ala klasik ini menekankan pada kemampuan berpikir logis dan kritis baru diajarkan pada tingkat sekolah menengah atas. Dalam Classical Homeschooling, hal ini artinya menjadi inti pembelajaran yang dilakukan sepanjang waktu.

4. Charlotte Mason

Charlotte Mason adalah seorang pendidik yang peduli dengan pendidikan anak. Ia meyakini bahwa belajar bukanlah mengurung anak dalam lingkungan buatan. Melainkan memanfaatkan kesempatan dalam lingkungan keseharian anak dan membiarkan anak belajar dari orang-orang dan benda-benda di sekitarnya secara bebas.

3 hal yang mendasari model homeschooling Charlotte Mason antara lain;

  • Kuantitas – Anak membutuhkan banyak pengetahuan
  • Variasi – Anak membutuhkan pengetahuan yang beragam sebab materi monoton bisa mematikan hasrat belajar anak.
  • Kualitas – Anak membutuhkan pengetahuan dan gaya belajar yang bermutu. Bukan sekedar buku teks yang penuh teori dan tak bisa diterapkan di dunia nyata.

5. Montessori

Tokoh pendidikan asal Italia, Maria Montessori memiliki gagasan-gagasan unik mengenai pendidikan anak. Gagasan ini kemudian menjadi inspirasi para orangtua dan sekolah untuk menerapkannya. Tata cara homeschooling dengan gagasan Montessori adalah:

  1. Anak Sebagai Subyek Pendidikan. Orang dewasa hanya perlu menciptakan lingkungan kondusif dan fleksibel untuk memudahkan anak dalam proses pembelajaran.
  2. Lingkungan Terkontrol. Materi dan perangkat belajar yang digunakan disusun teratur serta disesuaikan dengan usia anak.
  3. Materi Nyata dan Imajiner. Dengan banyak penggunaan alat peraga, anak-anak jadi lebih mudah memahami materi pelajaran. Melalui benda nyata, barulah anak diarahkan ke contoh-contoh imajiner.
  4. Interaksi Lintas Usia. Model homeschooling ini membagi anak-anak berdasarkan kurikulum yang telah ditempuh.
Baca juga:  8 Menu Masakan Sehari-Hari untuk Keluarga, Dijamin Tidak Bosan!

6. Eclectic Homeschooling

Ini merupakan model yang netral. Sebab ianya memanfaatkan prinsip ‘mix and match‘. Eclectic homeschooling artinya mengambil kebaikan dan kemudahan dari tiap model, kemudian mengkombinasikannya sesuai kebutuhan atau kondisi keluarga.

Tips Memilih Homeschooling yang Tepat untuk Anak

Jika kamu ingin memilih homeschooling untuk anak, kamu juga harus memperhatikan tips di bawah ini agar bisa memilih lembaga homeschooling yang cocok untuk anak.

1. Peraturan yang Berlaku

Hal pertama yang perlu kamu perhatikan ialah mengetahui berbagai pengetahuan mengenai sekolah di rumah atau homeschooling. Pemerintah sendiri telah membuat peraturan khusus mengenai program homeschooling yang artinya bahwa program belajar ini sudah diakui dan sah adanya. Untuk peraturan mengenai homeschooling dapat kamu lihat pada Peraturan Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 129 Tahun 2014. Dalam peraturan tersebut terdapat beberapa poin penting, yaitu:

  1. Tujuan didirikannya homeschooling
  2. Homeschooling dilakukan oleh keluarga dan lingkungan dengan pembelajaran mandiri
  3. Hasil pendidikan homeschooling diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar pendidikan nasional.
  4. Penyelenggara homeschooling tunggal dan majemuk wajib mendaftar ke dinas pendidikan kabupaten atau kota
  5. Kurikulum yang diterapkan dalam homeschooling mengacu pada kurikulum nasional
  6. Penilaian hasil pembelajaran peserta didik homeschooling yang akan mengikuti UN/UNPK dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
  7. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna
  8. Pemerintah daerah berkewajiban melakukan pembinaan homeschooling

2. Tujuan Homeschooling

homeschooling artinya
Sumber: iStockPhoto

Sebelum kamu memilih homeschooling yang diinginkan, sebaiknya pahami terlebih dahulu mengenai tujuan dari homeschooling itu sendiri. Ketahui tujuan utamanya dan cari tahu apakah akan berpengaruh pada prestasi anak atau tidak. Dalam Permendikbud No. 129 Tahun 2014 telah dijelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan homeschooling adalah sebagai berikut :

  1. Pemenuhan layanan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu bagi peserta didik yang berasal dari keluarga yang menentukan pendidikan anaknya melalui homeschooling
  2. Melayani peserta didik yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk meningkatkan mutu kehidupan
  3. Pemenuhan layanan pendidikan yang secara sadar, teratur, dan terarah dengan mengutamakan untuk menumbuhkan dan menerapkan kemandirian dalam belajar, yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan yang berbentuk pembelajaran mandiri dimana pembelajaran dapat berlangsung di rumah atau tempat-tempat lain dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi anak yang unik dapat berkembang secara maksimal.

3. Proses Belajar Mengajar

Langkah selanjutnya adalah dengan mencari tahu berbagai proses belajar mengajar dari berbagai model homeschooling yang ada. Tips sebelum memilih lembaga homeschooling ketiga adalah mencari tahu proses belajar mengajar dengan berbagai prinsip homeschooling. Pertimbangkan terlebih dahulu apakah sang anak nantinya dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diterapkan atau tidak.

4. Mencari Referensi

Kamu juga perlu untuk mencari berbagai referensi lembaga homeschooling kemudian bandingkanlah satu sama lain, pilih yang sesuai dengan tujuan pendidikan keluarga kamu. Untuk mendapatkan referensi, kamu dapat bergabung dengan forum-forum yang khusus membahas mengenai homeschooling. Biasanya dalam forum tersebut akan saling berbagi informasi satu sama lain mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan homeschooling.

5. Berdiskusi dengan Anak

Anak merupakan peran utama dalam jalannya proses pembelajaran, untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan dihargai, kamu juga perlu untuk mengajak anak berdiskusi mengenai hal ini. Jika sudah ada kesepakatan antara anak dan orangtua dalam menentukan lembaga homeschooling, artinya proses belajar mengajar pun akan berjalan dengan lancar.

6. Biaya yang Dimiliki

Hal penting lainnya yang tidak boleh terlewatkan adalah mempertimbangkan biaya yang kamu miliki. Pilih lembaga homeschooling yang sesuai dengan pendapatan kamu, ini untuk menghindari kamu kewalahan dalam hal pembiayaan.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang homeschooling. Jadikanlah hal-hal di atas sebagai bahan pertimbangan dalam memilih lembaga homeschooling. Program homeschooling ini juga dapat dijadikan sebagai alternatif untuk anak yang mengalami kendala saat bersekolah di sekolah umum, seperti anak berkebutuhan khusus.