4 Investasi Jangka Pendek Paling Menguntungkan

investasi jangka pendek

Memiliki uang lebih tapi dalam waktu terbatas? Ingin investasi tapi cepat menghasilkan dan bisa segera digunakan? Jika jawabanya “iya”, mungkin kamu memerlukan investasi jangka pendek sebagai solusinya.

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang jangka waktunya hanya berkisar satu tahun. Untuk investasi ini juga cukup kecil dan biasanya memiliki nilai yang kenaikannya konsisten, tetapi tidak terlalu besar jumlahnya. Maka dari itu, investasi jangka pendek sering direkomendasikan bagi kamu yang baru mau memulai melakukan investasi.

Investasi Jangka Pendek Paling Aman dan Menguntungkan

Investasi jangka pendek ditujukan untuk membiayai pernikahan, membiayai perawatan kesehatan, menambah anggaran beli rumah, dan kebutuhan lain yang sifatnya dibutuhkan dalam waktu dekat. Nah, berikut ini adalah 4 jenis investasi jangka pendek yang paling aman dan menguntungkan!

Reksadana  

reksadana

Reksadana merupakan metode investasi dengan mengumpulkan dana dari investor yang nantinya akan dikelola oleh manajer investasi. Dana tersebut selanjutnya akan ditanamkan pada sejumlah efek oleh manajer investasi. Reksadana kini juga banyak dipilih orang untuk investasi jangka pendek karena investasi ini terbilang mudah dalam hal registrasi, top up dananya, dan tidak dikenakan pajak.

Akan tetapi, tidak semua reksadana bisa dipilih untuk dikelola dalam jangka pendek lantaran beberapa jenis reksadana punya risiko tinggi. Sebut saja seperti reksadana saham dan reksadana campuran. Adapun, jenis reksadana yang cocok untuk investasi jangka pendek dan minim resiko adalah reksadana pasar uang. Dan reksadana pendapatan tetap.

Reksadana pasar uang menawarkan keuntungan sebesar 7 persen setahun. Sedangkan reksadana pendapatan tetap menawarkan keuntungan sekitar 9 sampai 10 persen dalam setahun.

Deposito

deposito
sumber : BPR karya Artha

Deposito merupakan instrumen investasi jangka pendek yang familiar buat banyak orang karena aman dan mudah dipahami sistem kerja nya. Nasabah akan diberikan beberapa opsi perihal jangka waktu yang diinginkan, yaitu mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Bahkan jangka waktunya juga dapat diperpanjang secara otomatis menggunakan sistem ARO (Automatic Roll Over).

Hanya saja, soal pencairannya, nasabah cuma bisa mencairkan investasi deposito ini saat jatuh tempo. Selain itu, tingkat imbal hasil yang ditawarkan oleh investasi deposito tidak terlalu besar. Biasanya, hanya sekitar 5 persen dan dapat berubah-ubah karena mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia. Perlu diingat juga, ada pajak yang harus kamu bayar ketika berinvestasi pada deposito.

Baca juga:  Cara Berjualan di Shopee yang Wajib Kamu Ketahui

Peer to Peer (P2P) Lending

p2p lending
sumber : south china morning post

Investasi Peer to Peer (P2P) Lending merupakan salah satu jenis investasi jangka pendek yang belakangan ini populer serta sangat banyak dijadikan sebagai pilihan masyarakat. Investasi yang satu ini memungkinkan semua orang untuk memberikan atau mengajukan pinjaman satu sama lain tanpa menggunakan jasa dari bank sebagai perantara.

Semuanya diwadahi oleh perusahaan yang khusus bergerak di Peer to Peer (P2P) Lending. Berdasarkan jenis peminjamnya, P2P lending dibagi dua yaitu P2P lending konsumtif dan P2P lending produktif.

Disebut produktif karena peminjam dananya adalah para pengusaha mikro. Sementara itu yang konsumtif adalah P2P lending yang membebaskan peminjamnya menggunakan uang tersebut untuk apa pun. Dari segi tenor, P2P lending juga beragam. Ada yang setahun, dua tahun, dan bahkan ada hitungan hari saja.

Jika kamu ingin meminjamkan dana di P2P lending konsumtif, pilihlah yang tenornya dalam hitungan hari karena resikonya cukup besar. Namun jika sektor produktif, tidak masalah untuk memilih tenor setahun. Pada umumnya, Imbal hasil dari P2P lending berkisar antara 15 hingga 20 persen per tahun.

ORI (Obligasi Ritel Indonesia) atau Saham Pemerintah

saham pemerintah

Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham baru-baru ini menjadi investasi yang mulai banyak digunakan orang-orang. Jika kamu memiliki saham, secara langsung kamu bisa dikatakan sebagai pemilik perusahaan, tetapi tergantung seberapa besar saham yang kamu miliki untuk perusahaan tersebut. Bentuk dari saham sendiri berupa selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menyatakan jika pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan dengan porsi berapa persen.

Apabila perusahaan dalam kondisi baik dan meningkat maka nilai dari saham tersebut akan meningkat. Karena itu investasi ini daya tariknya cukup tinggi.

Baca juga:  Wajib Dibaca! Ini 8 Cara Memulai Bisnis Baru Bagi Korban PHK

Tips Melakukan Investasi Jangka Pendek

Tentukan Tujuan

Seperti yang sudah sering disebutkan, bahwa berinvestasi tanpa ada tujuan apapun hanya akan membuat kamu bingung dan tidak ada artinya. Berbeda jika punya tujuan keuangan yang jelas untuk masa depan, kamu bisa menentukan instrumen investasi mana yang tepat.

Misalnya, jika kamu berencana ingin berlibur ke Amerika 2 tahun lagi dan setelah dihitung-hitung perlu uang sebesar Rp 30.000.000. Dengan demikian, kamu bisa menghitung jika berinvestasi beberapa ratus ribu rupiah di reksa dana setiap bulannya, tujuan kamu bakal tercapai atau tidak dalam dua tahun lagi.

Perhatikan Kinerjanya

Kinerja instrumen investasi di masa lalu dapat menjadi gambaran bagaimana perkembangan ke depannya. Kalau pergerakannya stagnan atau tidak ada perkembangan yang berarti, besar kemungkinan kinerjanya di masa depan juga tidak akan berubah signifikan.

Pada reksa dana, biasanya kamu akan diberikan grafik kinerja pertumbuhan instrumennya oleh manajer investasi. Dari situ kamu bisa perhatikan dengan teliti kinerjanya. Untuk P2P Lending pun sama, kamu harus mencari tahu bagaimana track record dari platformnya.

Lakukan Diversifikasi

Melakukan diversifikasi merupakan langkah yang paling tepat untuk investasi jangka pendek. Maksudnya adalah kamu mengalokasikan dana di beberapa instrumen investasi agar meminimalisir risiko. Memang ini cukup membuat rumit, terutama bagi yang pemula tetapi perlu kamu lakukan supaya jika nanti mengalami kerugian di satu instrumen, masih dapat ditutupi oleh investasi lainnya.

Jangan Berlebihan

Sudah jadi sifat dasar manusia kalau sudah dapat untung, selalu ingin dapat yang lebih lagi. Justru inilah yang dapat membuat kamu susah hingga akhirnya terpancing emosi. Maka dari itu, sebaiknya jangan berlebihan dengan menentukan target nominal yang ingin diinvestasikan. Sesuaikan lagi dengan kebutuhan kamu agar kondisi finansial tidak berantakan nantinya.

Sudah siap untuk melakukan investasi jangka pendek? Jangan lupa dengan tips di atas ya. Salam sukses!

Tags: , , , , , ,

Berita Terbaru