museum sonobudoyo

Jalan-Jalan Sambil Menambah Wawasan di Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo adalah museum tertua di DIY, yang menjadi destinasi wajib untuk para wisatawan yang tengah berkunjung ke Jogja. Karena lokasinya yang berada di Alun-Alun Utara, setiap wisatawan tidak perlu susah-susah untuk mencarinya. Museum Sonobudoyo dibangun sejak tahun 1934. Dan kini museum tersebut sudah terdiri dari dua unit, yaitu Unit I dan Unit II. Unit I adalah bangunan lama museum di sisi utara Alun-Alun Utara. Sedangkan Unit II berada di Jalan Wijilan yang berjarak sekitar 450 meter dari bangunan Unit I. 

Koleksi yang dipamerkan di museum ini terbagi menjadi 10 kategori, yaitu Teknologi, Geologi, Seni Rupa, Biologi, Keramikologi, Etnografi, Filologika, Arkeologi, Numismatika, Historika.  Museum Sonobudoyo tercatat sebagai salah satu museum terlengkap di Indonesia setelah Museum Nasional di Jakarta, lho. Predikat museum terlengkap mengundang banyak wisatawan untuk datang berkunjung. Kalau kamu ingin jalan-jalan sekaligus menambah wawasan, museum ini menjadi pilihan yang paling tepat.

Mengenal Sejarah Museum Sonobudoyo

museum sonobudoyo
Sumber: https://www.alodiatour.com/

Museum Sonobudoyo terletak di Jalan Trikora nomor 6 Yogyakarta, berseberangan dengan Alun-alun Utara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Cikal bakal berdirinya museum ini adalah Java institut. Yaitu sebuah yayasan yang bergerak di bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali, dan Lombok yang didirikan di Surakarta pada tahun 1919. Tugas pokok kegiatannya adalah membantu kegiatan pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal.

Sementara itu, tanah dan bangunan museum adalah hadiah dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII l. Pembangunan museum dimulai dengan pembangunan pendapa kecil dengan candra sengkala Buta Ngrasa Esthining Lata yang bermakna tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi. Kemudian peresmian museum ini dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII pada tanggal 6 November 1935 dengan candra sengkala Kayu Winayang ing Brahmana Budha, yaitu angka tahun 1866 Jawa atau tahun 1935 Masehi.

Baca juga:  Daya Tarik 8+ Pantai Laut Selatan Jawa yang Perlu Kamu Tahu!

Museum Sonobudoyo memiliki jumlah koleksi terbanyak di Yogyakarta, yaitu mencapai 63.000 buah. Koleksi tersebut berupa benda-benda artefak mulai dari batik, keris, arca zaman klasik, keramik, gerabah senjata tradisional, keramik kuno, dan masih banyak lainnya. Asal mula koleksi adalah hibah dari Java Instituut, sebuah perkumpulan pakar seni dan budaya Jawa, Bali, Nusa Tenggara yang anggotanya terdiri dari orang-orang Indonesia dan juga Mancanegara.

Lebih Dekat dengan Koleksi Museum Sonobudoyo

museum sonobudoyo
Sumber: https://travelspromo.com/

Koleksi unggulan Museum Sonobudoyo berdasarkan buku koleksi terbitan Dinas Kebudayaan DIY antara lain berupa tembikar, nekara tipe Heger 1, timpanon Nekara, moko, dan perhiasan emas. Selain itu, ada juga arca kepala Dyani Bodhisatwa yang berupa perunggu berlapis emas yang ditemukan di Pathuk, Gunungkidul pada tahun 1956.

Selain koleksi unggulan, keris juga merupakan salah satu jenis koleksi terlengkap yang dimiliki oleh museum ini. Tercatat ada sekitar 1.200 buah keris yang menjadi koleksi dari museum ini yang berasal dari berbagai penjuru Tanah Air. Keris-keris yang disimpan di museum ini mempunyai bentuk dan tipe yang berbeda-beda. Misalnya keris-keris Jawa yang berbentuk keris luk tujuh, keris luk 11, keris luk 13, keris lurus, dan juga keris dengan berbagai macam pamor.

Sedangkan keris dari luar Jawa berasal dari Aceh yang berupa keris rencong, Mandau dari Kalimantan, keris dari Madura dan Bali serta keris dari Sulawesi. Museum ini juga mempunyai koleksi sebuah bahan baku pembuatan keris sekitar 700 Masehi silam, yang bernama Wesi Buddha.

Baca juga:  10+ Rekomendasi Gunung dan Bukit di Sumatera untuk Trekking

Menyaksikan Pertunjukan Wayang Kulit dan Naskah Kuno

museum sonobudoyo
Sumber: https://www.kompasiana.com/

Sebagai bagian dari museum, pengelola juga masih menampilkan pagelaran wayang kulit dalam bentuk asli. Yaitu menggunakan Bahasa Jawa dan musik gamelan Jawa di malam hari. Pertunjukan yang digelar secara ringkas ini biasanya akan dimulai pada pukul 20.00-22.00 WIB di hari kerja, dan ditujukan untuk turis asing serta domestik.

Menariknya lagi, museum ini juga menyediakan ruang dan fasilitas untuk mendapatkan informasi mengenai naskah-naskah dan arsip kuno melalui perpustakaan Museum Sonobudoyo. Di sana ada banyak referensi karya tulis, baik tulisan dalam bentuk naskah cetak maupun manuskrip kuno. Naskah cetak maupun manuskrip dalam perpustakaan memang tidak bisa dipinjamkan atau dibawa pulang. Tapi naskah kuno tersebut bisa kamu baca ditempat. Jam kunjung perpustakaan, mulai dari Senin-Kamis pukul 08.00 WIB–15.30 WIB. Hari Jumat pukul 08.00–14.00 WIB, sedangkan hari Sabtu, Minggu, dan juga hari libur nasional tutup.

Segera tentukan jadwal kunjunganmu ke Museum Sonobudoyo, ya! Jangan lupa menyiapkan budget lebih, karena di sana juga ada beberapa toko oleh-oleh. Setelah lelah menikmati koleksi museum, kamu bisa membeli cinderamata untuk dibawa pulang. Mulai dari kaos, miniatur, hingga berbagai kerajinan tangan yang merupakan karya dari penduduk sekitar.

Selain belanja oleh-oleh, kamu juga bisa berwisata kuliner dengan mencicipi berbagai makanan khas Jogja yang tersebar di sekitar Alun-Alun Utara. Lalu tidak jauh dari museum, kamu bisa mampir ke objek-objek wisata ikonik Jogja, seperti Masjid Gedhe Kauman, hingga Kraton Jogja.

Rishna Maulina

Share