impulsif

Anak Menunjukkan Kecenderungan Impulsif? Begini Cara Merawatnya

Pernahkah kamu melihat anak yang cenderung bertindak seenaknya atau tidak mau mendengarkan arahan dari orang lain, termasuk orang tuanya sendiri? Anak dengan perilaku seperti ini disebut juga anak impulsif. Apakah itu? Di bawah ini beberapa informasi seputar anak dengan perilaku impulsif yang penting untuk dipahami. Langsung disimak, ya.

Menurut Campbell dan Werry (1986), definisi impulsif merupakan perilaku yang cenderung merusak dan tidak terkontrol akibat tindakan yang dilakukan tanpa memikirkan konsekuensinya terlebih dulu. Biasanya perilaku ini merupakan bentuk respons emosional pelaku terhadap kejadian yang dialami seseorang di masa lalu. Meskipun ia menyadari tindakan yang dilakukannya, tapi ia cenderung tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri, sehingga akan terus melakukan hal tersebut.

Kondisi ini pada umumnya ditunjukkan oleh anak-anak, karena mereka belum mengerti cara menyampaikan emosi atau meredam dorongan (impuls) yang dirasakannya. Namun tidak hanya anak-anak saja. Karena pada dasarnya, hampir setiap orang mungkin pernah melakukan perilaku impulsif sesekali. Misalnya, membeli suatu barang saat berada di pusat perbelanjaan, padahal sedang berhemat. Akan tetapi, perilaku yang terjadi sesekali ini bukanlah hal yang patut untuk diwaspadai.

Perilaku impulsif baru dapat disebut sebagai gangguan psikologis jika perilaku tersebut semakin sering muncul atau terasa sulit untuk dikendalikan. Penyebab pasti seseorang melakukan perilaku ini belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa kondisi psikologis yang cenderung membuat seseorang sering melakukan perilaku ini, antara lain:

  • BPD (Borderline personality disorder)
  • ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder)
  • Bipolar
  • Kleptomania 
  • Penyakit Parkinson. 

Tanda Perilaku Impulsif pada Anak

Impulsivitas pada setiap anak biasanya berbeda-beda. Perilaku dan tabiat anak pun akan berubah seiring dengan anak bertumbuh dewasa. Namun, perilaku impulsif ini bisa membahayakan anak atau dapat menyebabkan keributan di sekolah ataupun di rumah. Berikut ini adalah beberapa tanda bahwa anak-anak mengalami kecenderungan perilaku impulsif.

  • Anak cenderung memotong ucapan atau pembicaraan orang lain seperti orang tuanya, guru, ataupun temannya. Menginterupsi di sini juga dapat berupa berbicara untuk memotong pembicaraan atau bertingkah laku.
  • Anak yang impulsif tidak mengerti konsep untuk menunggu giliran ataupun berbagi. Sebagai contohnya, di dalam kelas, anak akan berbicara meskipun bukan gilirannya untuk berbicara, terlalu berlebihan dalam mengemukakan pendapatnya, atau merebut mainan dari anak lainnya. 
  • Anak lebih senang berteriak-teriak atau tertawa yang tidak pada tempatnya. Perilaku ini adalah tanda bahwa anak tidak mengerti cara berkomunikasi yang baik.
  • Anak bisa saja melakukan aktivitas yang berbahaya tanpa berpikir bagaimana konsekuensi dari perbuatannya tersebut. Hal ini tentu saja dapat mengancam keselamatan anak. 
Baca juga:  Psikologi Anak Usia Dini: Hal Penting yang Perlu Dipahami

Penyebab Anak Berperilaku Impulsif

Anak dengan kecenderungan impulsif seringkali tidak bisa ditahan. Mereka tidak berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak dan kesulitan untuk mengontrol respons mereka terhadap suatu situasi. Lantas, apa saja penyebab perilaku impulsif pada anak?

1. Saraf Impuls yang Masih Belum Berkembang Sempurna

Dikutip dari Psych Central, bagian dari otak anak-anak yang mengontrol saraf impuls masih dalam tahap perkembangan. Oleh karena itu, jika dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak akan berbicara dan mengambil tindakan tanpa memikirkan konsekuensinya.

2. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Perilaku impulsif seringkali muncul pada anak-anak yang mengidap gangguan ADHD. Anak-anak akan sering menunjukkan perilaku seperti tidak bisa sabar menunggu giliran, memotong pembicaraan orang, cenderung mengambil risiko, dan terlalu vokal, serta berlebihan dalam menyuarakan pendapatnya Perilaku impulsif pada anak dengan ADHD ini terjadi karena ketidakseimbangan yang terjadi pada otak.

3. Stres dan Frustasi Menjadi Penyebab Anak Impulsif

Alasan lain terjadinya perilaku impulsif pada anak adalah karena tekanan yang dirasakan oleh anak. Ketika anak-anak sedang mengalami masalah, baik di sekolah maupun pada kehidupan sehari-harinya, bisa saja mereka akan melampiaskannya dengan perbuatan impulsif.

4. Tidak Dapat Mengekspresikan Diri dengan Baik

Perilaku impulsif ini sering terjadi kepada anak yang usianya lebih kecil, karena belum bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik. Anak belum mengerti bahwa apa yang dirasakan sebenarnya adalah rasa stress dan frustasi. Impulsif pada anak juga menyebabkan anak-anak menjadi tidak acuh kepada bagaimana perilaku mereka berdampak kepada sekitar.

Baca juga:  Sekolah Ramah Anak: Pengertian, Konsep, hingga Manfaatnya bagi Anak

Tips Merawat Anak dengan Kecenderungan Impulsif

Sebagian besar orang cenderung menganggap perilaku impulsif adalah perilaku yang kurang baik, bahkan bermasalah. Tanpa intervensi sedari dini, impulsivitas pada anak dapat membuat orang tua menjadi bingung dan frustasi, sehingga mengakibatkan orang tua mendisiplinkan anak dengan terlalu keras. Di sekolah misalnya, anak impulsif sering dicap sebagai “anak pembawa masalah” yang mengganggu jalannya pembelajaran dan menjadi distraksi untuk siswa-siswa lainnya. Sehingga akibatnya, anak tersebut akan mendapatkan reputasi yang buruk di mata guru dan temannya. Bisa saja anak tersebut juga dikucilkan dari lingkungannya.

Jika orang tua menyadari bahwa anak menunjukkan gejala impulsivitas yang berlebihan, penting untuk membawa anak kepada profesional untuk dievaluasi. Komunikasi antara guru dan orang tua juga diperlukan untuk mengetahui seperti apa perilaku anak ketika di sekolah. Menurut penelitian, olahraga atau bergerak secara aktif juga dapat membantu otak untuk mengontrol saraf impuls. Oleh karena itu, anak-anak dengan ADHD disarankan untuk mengikuti kegiatan olahraga secara rutin.

Kemudian, salah satu cara untuk mengontrol perilaku impulsif pada anak adalah dengan membuatnya menyadari bahwa apa saja yang dilakukan dan membantunya untuk mengerti bahwa apa yang dilakukan tersebut kurang baik. Sebagai contoh, jika anak menyela pembicaraan orang lain, beritahu pada anak bahwa orang lain tengah berbicara dan ajak anak untuk mendengarkan dengan sabar, lalu bergantian berbicara. 

Hal lain yang perlu dipahami adalah bagaimana cara mengontrol emosi anak. Ajarkan anak mengenai konsekuensi dari setiap perbuatan yang dilakukan. Hindari membuat anak merasa bahwa dirinya yang bermasalah, melainkan perilaku impulsifnya lah yang merupakan masalahnya. Carilah penyebab perilaku impulsif pada anak terlebih dahulu, apakah memang dari kesalahan cara mendidik ataukah memang kondisi otak anak yang menyebabkan impulsivitas seperti ADHD.

Nah, itulah informasi terkait penyebab anak impulsif dan bagaimana cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menangani dan merawat anak dengan perilaku tersebut. Semoga bermanfaat.

Rishna Maulina

Share