kegiatan produksi
Sumber: freepik.com

Kegiatan Produksi 101: Ulasan Jenis hingga 7 Tips Optimasinya

Pada dasarnya kegiatan produksi adalah hal fundamental yang dilakukan setiap jenis bisnis. Bedanya, terdapat bisnis yang melakukan produksi berupa barang, ada pula produksi yang dilakukan untuk menghasilkan layanan tertentu. Tapi bukankah ini dapat dikatakan kegiatan yang sama?

Secara mendasar, ya. Namun jika ditelisik lebih jauh, Anda akan mengenali beberapa jenis kegiatan produksi yang berbeda di dalam industri, termasuk juga faktor-faktor yang ada di dalamnya.

Maka untuk mengetahui hal ini lebih jauh, Anda bisa simak penjelasannya di dalam artikel ini, lengkap dengan contoh dan tips meningkatkan laba dari kegiatan produksi yang efisien!

Baca Juga: Pentingnya Mengenali Perbedaan Produk OEM, ODM, Original, KW, dan KW Super

Mengenal Ragam Jenis Kegiatan Produksi

kegiatan produksi

Jika diamati, terdapat dua kategori besar pengelompokan jenis kegiatan produksi yang biasa digunakan. Pertama adalah kegiatan berdasarkan produk yang dihasilkan, dan kegiatan berdasarkan jangka waktu dan prosesnya.

Kegiatan Produksi Berdasarkan Produk yang Dihasilkan

Berdasarkan produk yang dihasilkan, kegiatan produksi kemudian dibagi lagi menjadi 5 jenis berbeda.

  • Produksi ekstraktif, yakni kegiatan menghasilkan barang yang dilakukan dengan eksplorasi sumber daya alam tanpa mengubah sifat dan bentuknya. Contoh industri ini secara jelas adalah pertambangan, penangkapan ikan, atau pengeboran minyak bumi.
  • Produksi agraris, seperti namanya produksi jenis ini mengolah alam dan memanfaatkan tanah guna memperoleh hasil berupa barang setengah jadi atau barang jadi. Tidak hanya pertanian, yang termasuk dalam kegiatan kategori ini juga adalah peternakan.
  • Produksi industri, industri jenis ketiga merupakan pengolahan bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi, atau barang jadi. Produksi ini bersifat menambah nilai guna yang dimiliki, sehingga dapat dimanfaatkan lebih baik. Contohnya industri otomotif, pakan ternak, obat-obatan, dan sebagainya.
  • Produksi perdagangan, untuk jenis keempat kegiatan yang dilakukan adalah menghubungkan antara produsen dan konsumen akhir, agar barang dapat dinikmati dan beredar luas dii pasar. Nantinya industri seperti ini disebut juga dengan distribusi.
  • Produksi jasa, fokus kegiatan yang dilakukan bukan menghasilkan produk berupa barang yang tampak, namun lebih kepada jasa dan layanan. Wujudnya tidak kasat mata, namun dapat dirasakan manfaatnya. Contohnya mungkin adalah layanan transportasi online, barbershop, dan sejenisnya.
Baca juga:  4 Manfaat Screening dalam Rekrutmen Karyawan

Kedua, Berdasarkan Jangka Waktu dan Prosesnya

Jenis kegiatan produksi kedua akan digolongkan menjadi empat kelompok berbeda.

  • Kegiatan jangka pendek, dimana prosesnya berlangsung cepat dan bisa lekas dinikmati oleh konsumen. Contohnya adalah jajanan pasar, warung nasi, sate, dan produk jangka pendek lainnya.
  • Kegiatan jangka panjang, diperlukan waktu yang lebih lama untuk melakukan produksi hingga saat produk jadi dan siap dinikmati. Contohnya lebih mendasar, yakni peternakan lele, pembangunan rumah, budidaya hewan dan tanaman, dan sejenisnya.
  • Kegiatan terus-menerus, proses dan waktu yang dibutuhkan harus dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan. Penggabungan bahan dan alat yang ada harus terjadi berkesinambungan, agar produksi berjalan optimal. Contoh industrinya adalah pabrik gula, pabrik karet, dan sejenisnya.
  • Kegiatan berselingan, pada kelompok kegiatan ini, diperlukan bahan baku yang ragamnya banyak dan digabungkan menjadi produk dengan nilai sama sekali baru. Misalnya perakitan sepeda motor, perakitan pesawat terbang, dan sejenisnya.

Mengenal 5 Faktor Fundamental Produksi

kegiatan produksi

Berlanjut pada bagian berikutnya, adalah bahasan mengenai faktor fundamental dalam produksi yang dijalankan. Setiap jenis produksi dapat dipastikan memiliki kelima faktor ini, dan wajib dioptimalkan agar proses produksi berjalan efektif dan membawa keuntungan untuk Anda.

1. Sumber Daya Alam

Kegiatan produksi akan selalu memerlukan faktor sumber daya alam. Jika tidak secara langsung, maka sumber daya alam secara tidak langsung seperti air, tanah, atau udara. Faktor sumber daya alam wajib ada dalam setiap kegiatan produksi yang dijalankan, pada setiap jenis bisnis yang ada di dunia.

Baca juga:  7 Tips Sukses Usaha Clothing Line bagi Pemula

2. Sumber Daya Manusia

Keberadaan sumber daya alam harus diolah oleh sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan. Bahkan pada fasilitas produksi tercanggih pun, keterlibatan manusia tetap diperlukan. Jadi faktor fundamental kedua adalah sumber daya manusia.

3. Modal

Modal akan berarti secara luas, baik sumber dana atau keberadaan alat yang diperlukan untuk produksi. Keduanya juga wajib ada di dalam proses produksi agar berjalan optimal.

4. Kewirausahaan

Faktor keempat adalah kewirausahaan. Maksudnya adalah seorang pebisnis yang menjalankan kegiatan produksi wajib memiliki keahlian, mental binsis, dan orientasi yang jelas terkait bisnis yang dijalankannya. Mulai dari perencanaan, konsep, eksekusi, hingga pengawasan dan evaluasi.

5. Informasi dan Data

Optimalisasi informasi dan data terkait urusan produksi juga wajib hadir, demi kemutakhiran proses yang dijalankan. Seperti dipahami, arus informasi dan penggunaan data sangat krusial dalam persaingan bisnis saat ini.

Lalu Bagaimana Cara Meningkatkan Laba dari Kegiatan Ini?

kegiatan produksi

Meski kebanyakan laba perusahaan akan datang dari penjualan produk, namun kegiatan produksi juga dapat membawa keuntungan secara langsung. Beberapa tips yang bisa digunakan adalah:

  1. Selalu lakukan perencanaan cermat atas kegiatan yang akan dilakukan
  2. Memilih dan memilah penyedia bahan baku yang berkualitas, namun tetap dengan harga sesuai dengan budget bisnis Anda
  3. Manajemen gudang, persediaan, produksi, dan arus kas yang baik dengan penggunaan sistem ERP atau sejenis
  4. Pastikan distribusi berlangsung efektif, dengan menganalisa kebutuhan pasar dan cakupan yang diperlukan produk
  5. Buat produk dengan kualitas yang baik, namun dengan harga yang kompetitif saat dilepas ke pasar
  6. Optimalkan strategi pemasaran dengan penggunaan berbagai kanal yang sesuai dengan pasar produk Anda, seperti media sosial, optimasi SEO, pemasaran konvensional, dan sejenisnya
  7. Miliki tim yang solid, berdedikasi, dan semangat yang sama dalam memajukan perusahaan

Baca Juga: 9 Tugas Marketing, Fungsi, dan Tanggung Jawab di Perusahaan 

Cukup sederhana bukan penjelasan mengenai kegiatan produksi di atas?

Share