kejang pada bayi
Sumber: Freepik

Waspadai Kejang pada Bayi, Atasi dengan 7 Cara Ini!

Bayi tiba-tiba mengalami kejang, orang tua mana yang tidak panik? Bayi memang dapat mengalami kejang, karena kejang dapat menyerang siapa pun di segala rentang usia dengan berbagai sebab berbeda. Kejang adalah gerakan otot tubuh yang berkontraksi secara tidak terkendali, yang biasanya disebabkan oleh adanya gangguan ataupun kelainan pada pengendalian sinyal listrik (neurotransmitter) dari pusat saraf otak ke otot-otot tubuh.

Berbicara soal kejang, sebagian orang mungkin akan membayangkan tubuh yang tersentak, gemetar, dan kehilangan kesadaran sementara. Akan tetapi, tanda-tanda kejang pada bayi seringkali lebih halus, bahkan pada awalnya kamu mungkin tidak memperhatikan bahwa ada yang salah pada bayi. Itulah mengapa sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda dan jenis kejang pada bayi, supaya kamu tidak kecolongan dan baru mengetahui apa yang terjadi di saat sudah terlambat.

Mengenal Tanda-Tanda dan Jenis Kejang pada Bayi

kejang pada bayi
Sumber: Freepik

Berikut ini adalah tanda-tanda dan jenis kejang pada bayi yang perlu diperhatikan:

1. Kejang Demam

Kejang yang dipacu demam tinggi, biasanya di atas 39 atau 40 derajat celcius, di mana jika mengalaminya maka bayi akan memutar bola mata dan anggota badannya menjadi kaku disertai dengan kejut atau sentakan.

2. Kejang Petit Mal

Ini adalah jenis kejang yang paling sering terjadi pada anak dan bayi. Anak atau bayi akan tampak menatap ke atas seolah tengah memandang ruang angkasa atau melamun, ia mungkin juga berkedip cepat atau tampak mengunyah. Episode kejang yang juga dikenal dengan istilah Absence Seizure ini biasanya akan berlangsung kurang dari 30 detik, dan dapat terjadi beberapa kali sehari.

3. Kejang Fokal

Jenis kejang ini memiliki tanda-tanda bayi akan berkeringat, muntah, menjadi pucat, dan mengalami kejang atau kekakuan dalam satu kelompok otot, seperti jari, lengan, atau kaki. Bayi mungkin juga akan mengalami tersedak, menggigit bibir, menjerit, menangis, bahkan kehilangan kesadarannya.

Baca juga:  Obati dengan Tepat, Kenali 11 Ciri-Ciri Herpes pada Bayi

4. Kejang Tonik

Jenis kejang ini terjadi dengan tanda-tanda bagian tubuh bayi (lengan, kaki) atau seluruh tubuhnya tiba-tiba menegang.

5. Kejang Mioklonik

Tanda-tanda kejang ini adalah sekelompok otot, biasanya di leher bayi, bahu, atau lengan atas, tampak menyentak. Kejang ini biasanya akan terjadi dalam kelompok peristiwa atau beberapa kali sehari dan beberapa hari berturut-turut.

6. Kejang Drop Attack

Kejang yang dikenal dengan istilah Atonic Seizure ini biasanya terjadi dengan tanda-tanda bayi mengalami kehilangan kekuatan otot secara tiba-tiba sehingga membuatnya lemas dan tidak responsif. Kepalanya mungkin akan jatuh atau terkulai secara tiba-tiba, atau jika ia merangkak atau berjalan maka ia mungkin akan jatuh ke lantai.

7. Kejang Infantil

Jenis kejang ini cukup langka terjadi, namun bisa dialami bayi pada tahun pertamanya, biasanya saat bayi berusia antara 4 dan 8 bulan. Tanda-tandanya adalah tubuh bayi akan membungkuk ke depan atau bayi melengkungkan punggungnya saat lengan dan kakinya menegang. Kejang ini cenderung terjadi ketika seorang anak bangun atau akan tidur, atau setelah ia diberi makan. 

Penyebab Kejang pada Bayi yang Wajib Diketahui

Kejang pada bayi bisa terjadi akibat adanya kelainan aktivitas sinyal listrik (neurotransmitter) di otak yang mengatur fungsi dan gerak tubuh. Kelainan itu akan menyebabkan gangguan pada kesadaran, sensasi, gerakan, serta perilaku yang tidak disadari dan tidak dapat dikendalikan oleh tubuh. Pemicu dari kelainan ini di antaranya adalah kerusakan saraf yang disebabkan oleh beberapa hal, yaitu cedera kepala, cacat lahir, infeksi, demam tinggi dengan suhu lebih dari 380 celcius, hingga adanya masalah keseimbangan senyawa kimia dalam otak

Pada bayi, pemicu yang paling sering menyebabkan kejang adalah demam tinggi atau yang disebut juga kejang demam, dan biasanya paling sering menimpa anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Penyebab dari demam tinggi ini adalah adanya infeksi atau peradangan. Selain itu, kejang demam juga dikatakan berhubungan dengan faktor genetik, di mana bayi yang memiliki orang tua dengan riwayat epilepsi kemungkinan besar akan mengalaminya juga.

Baca juga:  Pentingnya Mengetahui Berat Badan Ideal Bayi Sesuai Tahapan Usianya

Pertolongan Pertama Saat Anak Mengalami Kejang

kejang pada bayi
Sumber: Freepik

Pada saat mendapati bayi mendadak kejang, ada beberapa pertolongan pertama yang harus dilakukan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Langkah pertama, coba baringkan bayi pada tempat yang datar seperti kasur atau lantai. Kemudian pastikan tidak ada benda-benda berbahaya di dekatnya.
  2. Kemudian, baringkan tubuh bayi menyamping agar air liur atau jika bayi muntah tidak masuk ke saluran napasnya.
  3. Jangan lupa untuk melonggarkan atau buka pakaiannya agar bayi dapat bernapas dengan lebih nyaman.
  4. Pastikan kamu tidak memasukkan benda, makanan, atau minuman apapun ke dalam mulut bayi, karena hal itu justru dapat membuatnya tersedak. Hindari juga untuk membuka mulut bayi secara paksa, dan jangan memegang tangan-kaki bayi dengan paksa, karena dapat menyebabkan tulangnya patah.
  5. Langkah berikutnya, ukur suhu tubuh, hitung durasi, dan amati apa yang terjadi saat bayi mengalami kejang. Informasi inilah yang akan sangat berguna untuk diberikan kepada dokter.
  6. Tunggu hingga kejangnya berangsur reda, kemudian biarkan bayi istirahat dan tidur hingga terbangun sendiri. Biasanya setelah selesai kejang, bayi akan lelah, belum sepenuhnya sadar, atau masih mengantuk.
  7. Bawa bayi ke dokter secepat mungkin untuk dilakukan pemeriksaan dan untuk mengetahui apa penyebabnya.

Perlu diketahui, bahwa bayi tidak harus selalu dibawa ke UGD pada saat mengalami kejang, tapi hanya pada beberapa kondisi misalnya bayi baru pertama kali mengalami kejang, sering mengalami kejang, atau mengalami kejang susulan. Bayi yang menjadi bingung selama lebih dari 2 jam setelah selesai mengalami kejang juga harus segera dibawa ke UGD. Selain itu, bawa bayi ke UGD jika kejang pertama terjadi selama lebih dari 5 menit, atau kejang dengan epilepsi berlangsung selama lebih dari 10 menit.

Tanda kejang pada bayi itu tidak sama dengan kejang yang terjadi pada orang dewasa. Tanda-tanda kejang pada bayi cenderung tersamar atau sangat halus. Jika sudah mengetahui jenis dan tanda-tanda kejang hingga pertolongan pertama yang harus dilakukan, kini kamu bisa sedikit lebih tenang, bukan?

Rishna Maulina

Share