dimas djayadiningrat

Dimas Djayadiningrat, Sutradara Andal hingga Single Parent

Bagi penggemar industri kreatif Indonesia, nama Dimas Djayadiningrat tentunya sudah tak asing lagi. Sosoknya sudah dikenal sebagai salah satu sutradara kenamaan tanah air yang menghasilkan deretan karya luar biasa.

Tapi, kesuksesan seorang Dimas Djayadiningrat tentunya tidak datang sekejap mata. Melainkan buah dari kerja keras yang sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lampau.

Ingin tahu kisah inspiratif dari seorang sutradara handal Dimas Djay? Yuk, kepoin di bawah ini.

Latar Belakang Kehidupan Dimas Djayadiningrat

Terlahir dari keluarga yang memiliki darah biru, sejak kecil sebenarnya Dimas Djayadiningrat sudah sangat familier dengan kesenian.

Kakek dari pihak bapaknya, Prof. Husein Djajadiningrat adalah ahli bahasa Aceh, sementara istrinya, Partini Djajadiningrat, adalah seorang pengarang sastra yang sangat dikenal karena karyanya, Ande-Ande Lumut.

Dia juga cucu salah satu raja di Keraton Surakarta: Mangkunegoro VII yang ahli membuat tari-tarian klasik. “Kakekku sering mengajakku nonton dan menceritakan wayang,” ia mengenang ayah dari ibunya. “Wayang itu kan seperti video klip atau film di masa lalu, di sana ada lighting, sutradara, dan tokoh”. Karena inspirasi tersebut, seorang Dimas Djay akhirnya memiliki keinginan kuat untuk bergelut di bidang seni dan menjadi sutradara.

Sutradara Video Musik Terkenal dan Desain Cover Album

album terbunuh sepi yang video klipnya dan cover dikerjakan dimas djayadiningrat

Pada era 90-an, Dimas Djay dikenal sebagai salah satu sutradara untuk video-video klip musik Indonesia. Karya-karyanya selalu ditunggu oleh anak muda di masa tersebut.

Darah seninya diasah dengan menjadi mahasiswa desain grafis di Universitas Trisakti. Ilmu yang didapatkan kemudian digunakannya untuk berkarya bersama komunitas musisi di Gang Potlot. Ya, tempat berkumpulnya musisi-musisi muda, sekaligus basecamp bagi band legendaris Indonesia, Slank.

Baca juga:  Belajar Strategi Kepemimpinan dari Kisah Margaret Thatcher

Awalnya Dimas Djay membuat cover desain album untuk penyanyi Oppie Andaresta. Di luar dugaan ternyata hasil karyanya sangat diminati. Tetapi meskipun mendapat apresiasi yang baik, membuat desain album bukanlah minat tertingginya.

Akibat dari perkenalannya dengan beberapa selebritis tanah air, muncullah peluang untuk mengggarap video klip yang begitu popular di tahun 90-an. Sejak saat itu Dimas Djayadiningrat dikenal sebagai sutradara video klip handal yang karya-karyanya sangat digemari.

Membuat Film dan Rumah Produksi

poster film quickie express

Nasib memang menggariskan Dimas Djay untuk menjadi sutradara hebat.  Pada tahun 1997 ia memutuskan untuk mendirikan rumah produksi, Rexinema. Sebuah karya yang menggebrak perfilman Indonesia pun berhasil diciptakan di tahun 2003, yaitu TUSUK JELANGKUNG. Kesuksesan ini terus berlanjut dengan film-film produksi berikutnya seperti BANGSAL 1330 HARI MENCARI CINTA, hingga QUICKIE EXPRESS.

Melirik Dunia Iklan

iklan viral ramayana
sumber : cnnindonesia

Demi mengembangkan kemampuan diri pada ranah baru, sejak tahun 2006 Dimas memutuskan untuk lebih serius di bidang iklan saja. Keseriusannya itu diawali dengan bergabung pada dua PH yang dianggapnya dapat mengelola dirinya dengan benar. Tantangan yang lebih besar menjadi alasan utama Dimas kemudian yakin mencobanya.

“Iklan memang medannya beda, saingan bukan hanya orang Indonesia tapi juga negara tetangga, sama orang bule kalau kita pitching ya. Dan kita dapat job-nya harus pitching dulu. Aturannya itu PH-nya ada beberapa, masing-masing sutradara kasih treatment, kasih director’s treatment, lalu bujet, dan jadwal. Ketiga ini harus sinkron,” tuturnya.

Baca juga:  Motivasi Wirausaha Bob Sadino: Siapa Saja Boleh Kaya

Sutradara Dimas Djayadiningrat mengaku tak pernah menyangka jika iklan buatannya sering viral, misalnya saja iklan Ramayana hingga Indoeskrim.

Bagi Dimas Djay, viral adalah ketidaksengajaan yang merupakan kerjaan Tuhan. Untuk itu, dia sering menolak klien yang meminta iklannya bisa viral, Dimas Djay tak mau menyanggupi hal ini.

“Orang viral itu tidak sengaja itu, itu kerjaan Tuhan bukan kerjaan saya, saya hanya kerjakan yang terbaik saja,” ungkap Dimas Djay saat berbicara dalam ajang InnoCreativation di Grand City Convex di Surabaya.

Menjadi Single Parent

dimas Djay sebagai seorang single parent
sumber : liputan 6.com

Meskipun karya-karyanya sering viral, menjadi kisah inspiratif dan mendapat banyak pujian, namun tak banyak yang tahu soal kehidupan pribadi pria kelahiran 24 Agustus 1973 ini. Bahkan, kehidupan asmaranya pun jarang diekspos.

Dimas Djay diketahui pernah menikah dengan aktris dan model Reynavenzka Deyandra pada tahun 2012 lalu. Kendati demikian, pernikahan ini hanya bertahan kurang lebih dua tahun. Pada 2014, keduanya memutuskan untuk berpisah. Sebelumnya, rumah tangga Dimas Djay dan Reyna dikaruniai seorang putri yang bernama Malya Djayadiningrat. Meski kini menjadi orang tua tunggal, namun hal tersebut tak menghalangi kedekatan Dimas Djay dengan sang putri.

Karena kedekatan itu pula. Untuk saat ini Dimas Djayadiningrat sangat membatasi proyek yang dia jalani. Menjadi selektif memilih pekerjaan dilakukannya agar putrinya tidak kehilangan banyak waktu bersama dirinya, mengingat ia adalah seorang single parent.

Arti Sukses bagi Dimas Djayadiningrat

Apa kata Dimas Djay tentang kesuksesan? Ia menganggap bahwa keberhasilan bukan karena uang, melainkan pemikiran yang kreatif. Setiap orang bisa menjadi seperti dirinya, asalkan membiasakan diri untuk berpikir ‘out of the box’ dan punya kejelian dalam melihat peluang.

Bagaimana? Tertarik untuk mengikuti jejak Dimas Djayadiningrat untuk menjadi orang sukses? Selamat mencoba!.

Share