Penggunaan KOL dalam Digital Marketing untuk Bisnis Anda, Apa Pentingnya?

kol adalahSumber: freepik.com

Dalam upaya marketing yang optimal, tentu berbagai strategi perlu kamu lakukan. Seiring meningkatnya tren penggunaan media sosial saat ini salah satu strategi marketing yang dirasa efektif adalah KOL. KOL adalah singkatan dari key opinion leader, yang akan menjadi ‘agen’ pembawa pesan pemasaran yang kamu miliki.

Penggunaan KOL sendiri cukup awam ditemui di berbagai jenis industri, dalam rangka mengoptimalkan kemampuan pihak ini dalam menyebarkan pesan. Cara ini juga populer sebab kamu, sebagai pebisnis, dapat secara langsung melihat segmentasi pasar KOL, sehingga pemilihannya dapat disesuaikan dengan segmen pasar produk.

Baca Juga: 6 Cara Jitu Melakukan Follow Up untuk Mencapai Target

Sekilas Mengenai Apa Itu KOL

kol adalah

Disebut sebagai key opinion leader sebab orang-orang ini, atau akun-akun ini, dapat memberikan pengaruh pada orang lain untuk membeli produk yang mereka tawarkan. Kekuatan dari personal image seorang KOL demikian besar, sehingga pengikutnya cenderung mengikuti apa yang mereka sampaikan.

Jadi pada dasarnya, penggunaan KOL dalam upaya pemasaran adalah memanfaatkan loyalitas pengikut yang mereka miliki, untuk melakukan pembelian pada produk yang dipromosikan KOL tersebut.

Kenali Jenisnya Berdasarkan Jumlah Followers

Secara singkat sebenarnya KOL dapat dibedakan berdasarkan jumlah followers yang dimilikinya. Followers ini akan menjadi indikator cukup jelas untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang bisa diberikan. Maka tak heran jika KOL juga disebut sebagai influencer.

Kelima jenisnya bisa kamu simak di bawah ini.

  • Jenis mega, memiliki lebih dari 1.000.000 followers
  • Jenis macro, memiliki antara 500.000 – 1.000.000 followers
  • Jenis mid tier, memiliki antara 50.000 – 500.000 followers
  • Jenis micro, memiliki antara 10.000 – 50.000 followers
  • Jenis nano, memiliki antara 1.000 – 10.000 followers

Semakin tinggi jumlah followers, artinya semakin banyak pula paparan yang dapat diberikan dari KOL untuk pasar yang kamu sasar, selama pemilihannya tepat.

Baca juga:  Komplain dari Customer Baik untuk Kemajuan Perusahaan, Kok Bisa?

Kriteria Utama dalam Memilih KOL

kol adalah

Dalam dunia digital marketing sekarang ini, banyak sekali KOL yang ada dan bisa menjadi opsi. Namun ketepatan pemilihan KOL akan jadi salah satu faktor fundamental suksesnya strategi yang kamu susun. Beberapa kriteria utama yang harus dipastikan adalah sebagai berikut.

  • Keahlian KOL relevan dengan produk yang kamu miliki atau segmen bisnis yang kamu miliki
  • Memiliki beberapa platform berbeda dalam aktivitasnya, mulai dari Facebook, Twitter, TikTok, YouTube, Instagram, dan lain sebagainya
  • Memiliki jumlah follower dan interaksi yang sesuai dengan harapan Anda
  • Serta memiliki reputasi positif secara online dan offline untuk segmen pasar yang Anda sasar

5 Perbedaan KOL dan Influencer

Pada salah satu artikel yang ada di glints.com, tertera jelas mengenai perbedaan dari kedua konsep ini. Perbedaan tersebut kemudian dijabarkan dalam 5 poin utama.

1. Pengertiannya

Influencer adalah orang yang telah membangun reputasi pada sebuah bidang, sehingga hasilnya mereka memiliki opini yang dianggap kredibel pada hal tertentu. Sedangkan KOL merupakan orang yang memiliki reputasi baik di bidang tertentu, namun memiliki pengalaman spesifik dan dokumentasi atas spesialisasi yang dimilikinya. Kredibilitasnya lebih terjamin pada suatu topik spesifik.

2. Media yang Digunakan

Pertama adalah media yang digunakan. Influencer secara umum menggunakan platform media sosial sebagai alat utama dalam mempromosikan diri atau produk yang telah bekerjasama dengannya. KOL, di sisi lain, menggunakan media tradisional untuk aktivitasnya, dan mendasarkan pendapat atau kontennya pada pengetahuan dan profesi sebagai sumber utama.

3. Monetisasi Jasa

Umumnya KOL tidak menerima imbalan atau kompensasi atas rekomendasi produk yang berkaitan dengan profesi atau keahlian yang mereka miliki. Sedangkan influencer mempromosikan produk jika telah bekerjasama dengan perusahaan atau bisnis terkait.

Baca juga:  Mengenal Kisah Inspiratif 5 Orang Terkaya di Indonesia

Namun ingat, pada praktek dunia bisnis, hal ini bisa saja berubah.

4. Perbedaan Motivasi Audiens

Motivasi KOL adalah berbagi pengetahuan. Followers tidak menjadi tujuan utama, karena berbagi melalui media adalah kegiatan pelengkap aktivitas yang mereka miliki. Namun pada influencer, jumlah followers menjadi sangat penting. Acuan penilaiannya adalah keaslian dan kualitas konten yang dibuatnya.

5. Cara Komunikasi dengan Audiens-nya

KOL, dalam hal ini, memiliki model komunikasi satu arah untuk memberikan informasi untuk audiens atau followers yang dimilikinya. Sedangkan pada influencer komunikasi yang dilakukan sifatnya cenderung dua arah dan bisa berupa tanya jawab.

Secara umum memang terdapat perbedaan yang cukup tipis antara keduanya. Hal ini semakin bias ketika masuk ke dunia pemasaran dan industri, dimana keduanya kemudian cukup sulit dibedakan secara jelas.

Pentingkah Menggunakan KOL dalam Aktivitas Pemasaran Digital?

kol adalah

Penggunaan KOL dalam strategi pemasaran dinilai cukup relevan, karena KOL secara langsung dapat memberikan testimoni ‘objektif’ pada produk yang berada pada ranah keahliannya. Dengan demikian, pengikutnya cenderung memiliki tingkat kepercayaan tinggi, dan sangat mungkin melakukan follow up dengan pembelian produk.

Tiga fungsi utama dari KOL adalah membantu promosi produk, meningkatkan kredibilitas karena secara langsung akan terasosiasikan dengan KOL yang dipilih, dan meningkatkan sales serta pelanggan.

Sangat relevan bukan?

Baca Juga: Bahas Tuntas Sales Marketing sebagai Ujung Tombak Perusahaan 

Strategi penggunaan KOL adalah strategi yang cukup efektif di era digital seperti sekarang ini, ketika pasar telah memiliki kategorisasi yang sangat luas. Setidaknya hal ini bisa memudahkan upaya kamu dalam menyusun strategi tepat untuk segmen pasar tertentu, sehingga output yang dihasilkan bisa maksimal.

Tags: , , ,

Berita Terbaru