Beras Shirataki, Olahan Konjac yang Bikin Sehat

Jika kamu sudah menonton serial drama Korea berjudul “The Glory”, pastinya kamu tidak asing dengan pemeran utamanya. Song Hye Kyo sebagai Moon Dong Eun, korban bullying semasa sekolah ini memiliki usaha yang cukup besar dalam menghayati perannya. Sampai-sampai dia harus makan nasi konjac demi mendapatkan bentuk tubuh yang sesuai dengan karakter Dong Eun.

Nasi yang juga disebut nasi shirataki ini merupakan makanan yang sering dikonsumsi untuk diet karbohidrat. Makanan ini diolah dari akar tanaman konjac atau konnyaku dengan nama latin Amorphophallus konjac. Habitat asli tanaman ini dari Jepang yang saat ini juga telah banyak tumbuh di negara lain, seperti China dan beberapa negara di Asia Tenggara. Yuk, simak manfaat, anjuran konsumsi, dan efek samping dari beras shirataki ini.

konjac
Sumber: iStockPhoto

Manfaat Beras Shirataki

Manfaat konyaku untuk kesehatan umumnya diperoleh dari kandungan serat di dalamnya. Berikut adalah beberapa manfaat konyaku untuk kesehatan:

1. Menurunkan Berat Badan

Tingginya kandungan serat dalam konyaku menjadikannya sebagai salah satu pilihan makanan untuk menurunkan berat badan. Serat mampu “mengisi” perut dan membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, keinginan untuk ngemil bisa dihindari dan peningkatan berat badan pun bisa dicegah.

Baca juga:  Back Blow untuk Penanganan Terseddak, Bagaimana Caranya?

2. Mencegah Konstipasi

Manfaat konyaku dalam mencegah konstipasi diperoleh dari kandungan seratnya yang melimpah. Seperti telah diketahui, serat merupakan nutrisi yang sangat penting bagi kelancaran sistem pencernaan, termasuk mencegah terjadinya konstipasi. Tidak hanya itu, konyaku juga dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik yang mampu meningkatkan pergerakan usus hingga 30%. Hal inilah yang kemudian membuat buang air besar menjadi lancar dan Anda terhindar dari konstipasi.

3. Mengontrol Kadar Gula Darah

Jika kamu menderita diabetes tipe 2, cobalah untuk mengonsumsi konyaku secara rutin dengan memasukkannya ke dalam menu makanan. Konyaku mampu menghambat penyerapan gula, sehingga kadar gula darah menjadi lebih terjaga. Dengan begitu, lonjakan gula darah pun bisa dicegah.

4. Menurunkan Kolesterol

konjac
Sumber: iStockPhoto

Selain menghambat penyerapan gula, konyaku juga mampu menghambat penyerapan kolesterol. Oleh karena itu, kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida dapat menurun. Manfaat ini menjadikan konyaku sebagai salah satu jenis makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin oleh penderita kolesterol tinggi.

5. Mengatasi Jerawat

Sebuah studi membuktikan bahwa konyaku mampu mengatasi berbagai kerusakan kulit dengan cara mempercepat pembentukan sel kulit baru. Mengonsumsi konyaku pun dapat mengatasi jerawat dan meningkatkan kesehatan kulit secara umum.

6. Mencegah Tulang Keropos

Konyaku kaya akan nutrisi yang penting bagi kesehatan tulang, yaitu kalsium. Tingginya nutrisi ini menjadikan konyaku bermanfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang, sehingga pengeroposan tulang bisa dihindari. Makanan ini juga memiliki kemampuan untuk meregulasi metabolisme kalsium di dalam tubuh. Dengan demikian, risiko kekurangan kalsium pun bisa dihindari dan kesehatan tulang tetap terjaga.

Baca juga:  Ketahui Manfaat Probiotik bagi Orang Dewasa dan Anak!

Anjuran Konsumsi

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi makanan apapun yang terbuat dari konyaku, perlu diingat bahwa makanan ini harus dimasak secara menyeluruh. Baik itu dengan metode direbus, digoreng, atau dikukus dan tak disarankan dikonsumsi secara mentah. Hingga saat ini, belum ada aturan yang baku mengenai berapa banyak takaran konsumsi konyaku yang disarankan.

Namun, sama seperti makanan kaya serat lainnya, mengonsumsi konyaku terkadang menyebabkan perut terasa kembung atau diare. Jadi, pastikan untuk mengonsumsi konyaku dalam batas yang sewajarnya. Jika kamu memiliki masalah dengan kesehatan pencernaan, seperti masalah penyerapan makanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui takaran konsumsi yang sesuai.

Efek Samping

konjac
Sumber: iStockPhoto

Konsumsi konyaku bisa menyebabkan efek samping berupa diare, perut kembung, dan sakit perut. Itulah sebabnya kamu perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi konyaku untuk jangka panjang. Selain itu, konyaku bisa menyebabkan interaksi obat, yaitu mengurangi penyerapan obat antidiabetes sulfonilurea, seperti glibenclamide dan glipzide. Jadi, kalau kamu diresepkan obat sulfonilurea oleh dokter, minumlah obat tersebut setidaknya 4 jam setelah atau 1 jam sebelum mengonsumsi konyaku.

Untuk menurunkan berat badan, tidak bisa hanya mengandalkan konjac, ya. Kamu juga harus menjalani pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berhenti merokok, memperbanyak minum air putih, dan juga konsumsi suplemen yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.