krim retinoid adalah
Sumber: Freepik

Beda Krim Retinoid dan Retinol sebagai Skincare, Ini Cara Tepat Memakainya!

Jika retinoid bukan menjadi salah satu ingredient skincare product sehari-hari yang kamu aplikasikan, serasa kurang lengkap. Krim retinoid terbukti secara klinis membantu untuk mengobati jerawat, kerutan, dan sejumlah masalah kulit lainnya. Hal ini karena kemampuan retinoid untuk merangsang pertumbuhan kolagen, mempercepat pergantian epidermis, dan mengurangi peradangan. 

Mungkin kamu masih berpikir bahwa retinol dan retinoid itu sama, padahal tidak. Untuk itulah, pelajari lebih lanjut tentang krim retinoid dan retinol, bagaimana dan kapan menggunakannya, serta ingredient lainnya yang tidak boleh digunakan bersamaan.

Apa Perbedaan Retinoid dengan Retinol?

  1. Pengertian Retinoid

Retinoid merupakan turunan vitamin A yang diubah menjadi retinoic acid untuk digunakan dalam perawatan kulit. Pada dasarnya, retinoid adalah istilah umum untuk retinol yang dijual bebas dan diresepkan. Kamu bisa membeli produk krim retinoid di mana saja karena populer sebagai antioksidan untuk kulit. 

Manfaat krim retinoid adalah dapat membantu menangkal kerutan, meningkatkan produksi kolagen di bawah kulit, menghaluskan kulit, memperbaiki tekstur kulit, dan mencerahkan dark spot. 

  1. Apa itu Retinol?

Retinol adalah jenis retinoid yang digunakan dalam produk yang dijual bebas dan tidak ada resep dokter khusus. Perbedaan besar antara retinol dan retinoid adalah kekuatannya. Retinol mengandung konsentrasi yang lebih rendah dari bahan retinoic acid aktif. Sementara resep retinoid memiliki konsentrasi bahan aktif yang jauh lebih tinggi.

Kamu mungkin pernah menemukan nama lain retinol pada label kemasan, seperti retinyl palmitate, retinyl linoleate, retinaldehyde, propionic acid, atau retinyl acetate. Dalam produk retinol juga sering dikombinasikan dengan bahan lain yang menghidrasi dan mencerahkan kulit. Sifat retinol lebih lembut di kulit daripada krim retinoid dan menjadi antioksidan dalam produk perawatan kulit anti aging.

Baca juga:  6 Rekomendasi Parfum Pria Kalem Tahan Lama Menempel di Tubuhmu, Catat!

Manfaat Krim Retinoid untuk Kulit

Sumber: Freepik

Menurut dermatologis, bagi kebanyakan orang dewasa, retinoid adalah bahan yang aman dan sang efektif untuk ditambahkan ke dalam skincare routine. Manfaat krim retinoid akan semakin meningkat seiring penggunaannya. Semakin muda umur kamu memulai, semakin efektif langkah pencegahan penuaan dini dalam hal mengurangi pembentukan kerutan dan garis-garis halus, serta mengatasi tekstur kulit tidak merata. 

Untuk memaksimalkan manfaat retinoid, sebaiknya gunakan mulai umur 25 tahun, atau tepat usia 20 tahun awal saat kulit belum alami proses penuaan. Ini merupakan rentang umur yang tepat karena produksi kolagen alami mulai menurun dan memerlukan bahan skincare yang jadi booster-nya.

Saran Pemakaian Retinoid untuk Kulit

Kapan retinoid diterapkan? Serum atau krim retinoid diaplikasikan setelah toner dan sebelum pelembap wajah. Jika kamu memakai resep tretinoid, oleskan 20 menit setelah mencuci muka untuk meminimalkan iritasi. Penting untuk disadari bahwa kamu harus perlahan-lahan mulai menggunakan retinoid, terlebih jika pertama kali memulai. Umur

Untuk warna kulit sedang atau gelap, mulailah menggunakan retinoid hanya seminggu sekali khususnya hanya pada waktu malam hari. Hal ini untuk mencegah hiperpigmentasi pasca inflamasi serta mencegah penampilan pucat pada kulit. 

Jika kondisi ini tidak terjadi, gunakan dua kali dalam seminggu pada minggu kedua, tiga kali seminggu pada minggu ketiga, dan seterusnya. Jika semua baik-baik saja setelah sebulan pemakaian, biasanya kulit membangun toleransi terhadap krim retinoid karena penggunaan terus-menerus.

Efek Samping Aplikasi Retinoid

Sumber: Freepik

Retinoid juga bisa digunakan pada pagi hari. Namun gunakan produk retinol konsentrasi rendah atau retinoic ester, dan pastikan gunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Iritasi adalah efek samping retinoid yang paling umum. Pada awal pengapliksiannya, retinoid dan retinol dapat menyebabkan retinisasi, yaitu proses timbulnya kemerahan, kekeringan, dan pengelupasan. 

Baca juga:  7 Tips Ampuh Ketombe Hilang dari Kulit Kepala, No Worry!

Sebagai catatan penting: krim retinoid atau retinol tidak diperbolehkan untuk ibu hamil atau menyusui untuk mencegah risiko pada janin. Alternatifnya, gunakan produk lain untuk menjaga kulit tetap bersinar. Misalnya bakuchiol, ekstrak botani, yang memiliki sifat mirip dengan retinol, yang tidak mengiritasi. Konsultasikan juga dengan dokter kulit tentang skincare routine yang aman untuk ibu hamil.

Ingredients Lain yang Tidak Dapat Digunakan dengan Retinoid?

Sebelum kamu memilih retinoid dalam skincare routine, perhatikan kembali step dan skincare product yang telah kamu lakukan. Apakah ada beberapa bahan atau ingredients yang mungkin membuat retinoid kurang efektif dan hasilnya tidak optimal.

Benzoil peroksida dan alpha hydroxy acid (AHA) dapat menonaktifkan retinoid tertentu, seperti tretinoin. Hati-hati dengan layer product dan pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit masing-masing.

Baca dan periksa label bahan produk dan hindari penggunaan produk yang mengandung ethyl alcohol atau witch hazel yang keduanya menyebabkan kemerahan, iritasi, dan masalah lainnya yang lebih parah.

Baca juga: Skincare untuk Kulit Berminyak dan Pori Besar, Hindari 5 Bahan Berikut Ini!

Itulah ulasan mengenai krim retinoid yang berbeda dengan retinol. Saat akan memulai skincare routine dengan bahan aktif retinoid, pilihlah produk yang lembut dan konsultasikan dengan dokter kulit untuk mengetahui kecocokan produk dengan kulitmu. Aplikasikan perlahan-lahan dan gunakan sebagai perawatan kulit yang lembut. Apakah kamu siap melihat perbedaan kulit semakin sehat dan glowing?

Share