leukosit tinggi pada anak
Sumber: Freepik

Leukosit Tinggi pada Anak: Penyebab hingga Dampak Buruknya

Leukosit tinggi pada anak, apakah berbahaya? Pertanyaan ini tentu saja menghantui setiap orang tua yang belum tahu apa penyebab, ciri-ciri, dampak, hingga cara mengatasinya. Perlu diketahui, tubuh manusia menghasilkan sel darah putih atau juga dikenal sebagai leukosit, untuk membantu melawan infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Apabila pada saat lahir anak memiliki terlalu banyak sel darah putih, maka secara umum ini disebabkan oleh infeksi atau sejumlah penyakit tertentu. Lantas, hal apa saja yang perlu diperhatikan terkait dengan kondisi leukosit tinggi atau leukositosis?

Sebelum itu, mari kenali dulu apa itu leukosit. Leukosit adalah sel darah yang berfungsi untuk melawan masuknya zat asing atau memerangi infeksi dalam tubuh. Leukosit ini diproduksi di sumsum tulang belakang dan menjadi hal yang penting dari sistem kekebalan tubuh manusia, karena menghasilkan antibodi yang dapat menangkal virus, bakteri, maupun zat asing yang dapat membahayakan tubuh. Jumlah leukosit pada anak normalnya adalah berkisar 4.500 hingga 10.000 untuk setiap mikroliter darah. Namun perlu dipahami bahwa jumlah pasti leukosit setiap anak bisa saja berbeda-beda. Dan jumlah tersebut akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak.

Apa itu Leukositosis?

leukosit tinggi pada anak
Sumber: Freepik

Dilansir dari Healthline, leukosit tinggi atau leukositosis adalah kondisi di mana jumlah sel darah putih lebih tinggi dari yang seharusnya. Hal ini biasanya terjadi karena sakit, tetapi terkadang itu hanya sebuah tanda bahwa tubuh sedang mengalami stres. Leukositosis diklasifikasikan menjadi lima jenis, yaitu:

  1. Neutrofilia. Jumlah neutrofil dalam leukosit bisa mencapai hingga 60 persen, jadi jika jumlahnya lebih dari itu maka biasanya ini terjadi akibat adanya infeksi atau peradangan.
  2. Limfositosis. Sekitar 20 hingga 40 persen leukosit adalah limfosit, di mana peningkatan jumlah sel ini disebut limfositosis, yang pada umumnya dikaitkan dengan infeksi virus maupun leukemia.
  3. Monositosis. Meskipun cukup jarang terjadi, namun monositosis ini cukup berbahaya karena bisa jadi berkaitan dengan infeksi atau kanker tertentu.
  4. Eosinofilia. Ketika eosinofil dalam darah terlalu banyak, maka bisa jadi tubuh sedang mengalami alergi atau serangan parasit yang berbahaya.
  5. Basofilia. Tidak banyak sel-sel basofil di dalam darah, namun pada saat jumlahnya meningkat, maka kondisi ini sering dikaitkan dengan penyakit leukemia.
Baca juga:  Hati-Hati! Kenali Perilaku Konsumtif dan Cara Mengatasinya

Menilik Penyebab dan Ciri-Ciri Leukosit Tinggi pada Anak

Dalam beberapa kondisi, leukosit pada tubuh anak memang berada pada jumlah yang tinggi. Kondisi tersebut menjadi hal yang perlu diwaspadai oleh setiap orang tua karena dapat menjadi pertanda adanya ketidaknormalan pada tubuh anak. Apalagi, sistem imun anak yang masih dalam perkembangan, yang terbilang belum cukup kuat dan sempurna.

Kadar leukosit tinggi pada anak mengindikasi bahwa tubuh anak sedang berusaha untuk melawan infeksi atau masuknya zat asing. Jadi, sebagai orang tua kamu perlu waspada dan perlu mengetahui cara mengatasi kelebihan leukosit tersebut. Jika perlu, jangan ragu untuk periksakan kondisi tubuh anak ke dokter jika dirasakan ada gejala aneh pada diri anak. 

Dapat disimpulkan, bahwa jumlah sel darah putih atau leukosit bisa meningkat pada saat tubuh anak mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  • Sel darah putih meningkat untuk melawan infeksi.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan produksi sel darah putih meningkat.
  • Adanya reaksi efek samping obat-obatan yang meningkatkan produksi sel darah putih.
  • Ada penyakit sumsum tulang yang menyebabkan produksi sel darah putih naik secara tidak normal.

Jika Dibiarkan, Ini Dampak Leukosit Tinggi pada Anak

leukosit tinggi pada anak
Sumber: Freepik

Leukosit tinggi atau jumlah sel darah putih yang berlebih pada anak jika terus dibiarkan akan memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan anak, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Demam berulang-ulang. Demam adalah tanda sel darah putih sedang melawan zat asing atau infeksi yang masuk dalam tubuh. Jika jumlah sel darah putih berlebih, maka tentunya anak akan mudah terserang demam karena kerja sel darah putih juga semakin meningkat. Jika hal ini terjadi, segeralah berkonsultasi pada dokter agar demam anak tidak membuat kesehatannya berangsur memburuk.
  2. Gangguan limpa dan hati. Leukosit tinggi pada anak juga akan berdampak pada limpa dan hati. Jika anak sering mengeluh nyeri pada perut atau mual, jangan tunda lagi, segeralah berkonsultasi kepada dokter tentang kondisinya.
  3. Infeksi. Dampak leukosit yang terlalu banyak juga bisa mengindikasi adanya serangan infeksi yang mungkin berbahaya, seperti, hepatitis, infeksi telinga, saluran pernapasan, hingga tifoid.
  4. Leukemia. Dampak leukosit tinggi yang lebih parah adalah leukimia atau kanker darah. Kanker darah adalah efek samping yang paling berbahaya yang harus dicegah agar tidak menyerang anak. Jumlah sel putih yang melebihi batas wajar, maka hal itu mengindikasi banyaknya zat asing atau infeksi yang menyerang tubuh anak.
Baca juga:  11 Larangan Setelah Melahirkan Normal, Tidak Hanya Mitos!

Gejala yang ditunjukkan pada gejala leukosit tinggi pada anak sebenarnya hampir sama dengan gejala penyakit ringan lainnya, hanya saja penting bagi orang tua untuk tetap mewaspadai kondisi tersebut pada anak. Untuk menghindari bahaya leukosit tinggi, sebagai orang tua kamu harus rajin melakukan cek darah pada anak di laboratorium. Selain itu, berkonsultasi langsung dengan tenaga medis terkait untuk mengetahui bagaimana cara menurunkan leukosit pada anak juga perlu dilakukan.

Hal penting lainnya yang juga tidak boleh dilewatkan adalah membiasakan pola hidup yang sehat dan berikan asupan nutrisi yang tinggi. Tujuannya adalah supaya sistem imun anak kuat, tidak mudah terinfeksi bakteri ataupun virus, sehingga kesehatan anak pun akan selalu terjaga.

Rishna Maulina

Share