ukuran sepeda

Tips Cerdas Memilih Ukuran Sepeda Agar Nyaman Saat Olahraga

Kamu hobi olahraga bersepeda? Jika iya, apakah sepeda milikmu sudah memiliki ukuran yang tepat? Ukuran sepeda sangat penting, sebab bila ukurannya tidak tepat bisa berakibat sakit di beberapa bagian tubuh kamu. Jika diibaratkan, kamu memakai sepatu yang ukurannya tidak tepat. Akibatnya tidak hanya tidak nyaman saat dipakai saja, tapi juga bisa menimbulkan pegal di kaki, bahkan pusing di kepala.

Ternyata, memilih ukuran sepeda tidak semudah yang dibayangkan. Kamu perlu berhati-hati saat mendengarkan saran dari orang lain yang kurang berpengalaman. Penting untuk diketahui, bahwa size chart untuk setiap merk sepeda akan berbeda-beda. Jadi, kamu tidak bisa menggunakan patokan ukuran sepeda dari salah satu merk saja. Sebagai contoh, sepeda road bike Polygon ukuran yang pas adalah 50, jika dibandingkan dengan ukuran sepeda specialized bisa jadi ukuran 52.

Yang perlu kamu lihat sebelum membeli sepeda adalah ukuran geometry chart sepeda tersebut. Biasanya pada website resmi setiap merk sudah dicantumkan dengan jelas. Jangan sampai kamu mendapatkan ukuran sepeda yang salah karena kurangnya informasi. Jika sampai terjadi dalam pemilihan size chart sepeda yang salah, mending dijual dan dibelikan yang baru sesuai dengan ukuran yang sesuai.

Nah, yang paling penting sebelum mendapatkan ukuran sepeda dewasa yang paling tepat, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Melihat Geometri Frame Sepeda

ukuran sepeda
Sumber: www.elecycles.com

Setelah mendapatkan merk sepeda yang kamu inginkan, langkah selanjutnya adalah menentukan ukuran yang paling tepat. Yang harus kamu lakukan adalah mengukur tinggi badan dan mengukur panjang inseam. Inseam adalah jarak dari lantai sampai dengan selangkangan dengan posisi berdiri tegak.

Baca juga:  6 Fakta dan Hal Menarik Avatar 2, Kisah Berlanjut di Perairan!

Setelah ketemu angkanya, maka selanjutnya kamu tinggal mencocokan dengan geometri frame sepeda. Perlu diketahui juga bahwa orang yang memiliki tinggi sama-sama 170cm belum tentu memiliki inseam yang sama. Jadi jangan ikut-ikutan dengan patokan tinggi badan saja, ya! Karena harus diukur terlebih dahulu. Jika memang bisa melakukan test ride maka itu lebih baik, jadi kamu bisa merasakan ukuran mana yang paling pas dan sesuai.

Cara fitting yang lain adalah mengukur center to center (C-C) dan center to top (C-T). Metode C-C adalah tinggi rangka sepeda yang diukur dari tengah-tengah bottom bracket (BB) ke pertemuan antara tiga batangan rangka sepeda (seat tube, top tube, dan seat stay). Sedangkan metode C-T adalah tinggi rangka yang diukur dari tengah-tengah BB ke bagian teratas alias seat tube (batang yang menopang sadel).

Selain itu, pengukuran yang paling gampang adalah mengikuti panduan jenama sepeda. Setiap jenama memiliki matriks ukuran yang berbeda-beda meskipun tidak terlalu ekstrem. Sekadar contoh, untuk jenama Polygon, maka ukuran yang digunakan adalah berbasis C-T. Untuk memudahkan pesepeda, ukuran sudah dikonversikan menjadi S, M, L dan XL, dengan rincian sebagai berikut:

  • S (16”) dengan panjang C-T 406 mm, tinggi pengendara antara 155 – 175 cm.
  • M (18”) dengan panjang C-T 457 mm, tinggi pengendara antara 165 – 185 cm.
  • L (20”) dengan panjang C-T 508 mm, tinggi pengendara antara 175 – 195 cm.
  • XL (22”) dengan panjang C-T 559 mm, tinggi pengendara di atas 185 cm.
Baca juga:  11 Surga Pemandangan Bawah Laut Indonesia yang Menakjubkan

2. Mengukur Contact Point yang Paling Tepat

ukuran sepeda

Contact point dalam bersepeda terbagi menjadi tiga yaitu, handlebar, pedal, dan sadel. Handlebar adalah bagian dari sepeda yang fungsinya untuk mengendalikan dan mengemudikan sepeda. Sehingga pengendalian bisa lebih enak, maka harus memilih handlebar yang sesuai dengan lebar bahumu. 

Untuk pedal, terdapat dua jenis yang banyak dijual dipasaran saat ini yaitu pedal cleat dan pedal flat. Jadi, bagi kamu yang baru bermain sepeda lebih baik menggunakan pedal flat terlebih dahulu, karena jika menggunakan pedal cleat akan berbahaya dan rawan jatuh. 

Sementara sadel, juga menjadi komponen yang paling susah untuk dipilih karena setiap orang memiliki bentuk tulang panggul yang berbeda-beda. Jalan keluarnya adalah, kamu harus mencoba beberapa jenis sadel yang ada dan mencobanya untuk bersepeda paling tidak 50 km atau di atas dua jam. Dengan begitu, kamu bisa merasakan apakah sadel tersebut nyaman atau tidak selama kamu gunakan.

3. Menetukan Ukuran Sepeda dengan Bike Fitting

ukuran sepeda

Jika kedua hal di atas sudah kamu lakukan tetapi belum menemukan posisi yang nyaman, berarti kamu perlu mengeluarkan uang untuk melakukan bike fitting. Bike fitting bisa menentukan ukuran frame yang paling tepat dan menentukan adjustment terhadap tiga contact point penting dalam bersepeda.

Saat bike fitting selesai, kamu juga bisa meminta semua hasil datanya, sehingga saat ingin upgrade ganti sepeda baru, kamu tinggal mencocokan ukuran yang paling sesuai dengan setting ternyaman saat ini. Setelah mengetahui bagaimana cara memilih ukuran yang tepat, sekarang silakan pilih ukuran sepeda yang paling ideal dengan tubuh kamu.

Rishna Maulina

Share