Yuk, Kupas Fakta Unik Film Mencuri Raden Saleh!

Permadi kira kita bocah ingusan yang bisa diketekin. Tapi kita kasih lihat, kalau kita bisa ngelawan.

Piko, Mencuri Raden Saleh

Film Mencuri Raden Saleh sudah tayang di bioskop mulai tanggal 25 Agustus lalu. Karya dari Angga Dwimas Sasongko ini berhasil menyita perhatian banyak orang. Pasalnya, film ini dibintangi oleh mantan personil Cowboy Junior, yaitu Iqbaal Ramadhan yang berperan sebagai Piko. Adapun pemain lainnya seperti Angga Yunanda (Ucup), Aghniny Haque (Sarah), Rachel Amanda (Fella), Umay Shahab (Gofar), dan Ari Irham (Tuktuk).

Seperti apa sih, uniknya film Indonesia yang berhasil ditonton lebih dari 2,2 juta orang ini? Bagaimana jalan cerita film ini? Dan bagaimana cara Angga Dwimas Sasongko menyukseskan film Mencuri Raden Saleh? Yuk, kita intip fakta filmnya berikut!

Sumber: imdb

1. Misi Mencuri Lukisan Nasional

Piko adalah mahasiswa seni rupa semester akhir yang memiliki pekerjaan sampingan memalsukan lukisan bersama dengan Ucup, seorang hacker handal. Suatu hari, Dini (Atiqah Hasiholan) meminta Piko dan Ucup memalsukan lukisan karya Raden Saleh yang sangat fenomenal, yaitu Penangkapan Pangeran Diponegoro. Selain itu, mereka juga diminta oleh Mantan Presiden (Tio Pakusadewo) untuk menukarnya dengan lukisan asli yang akan dipamerkan di Galeri Nasional.

Kedua pemuda tersebut segera bergegas mencari anggota tim untuk melancarkan aksinya. Setelah mengajak Sarah, Gofar, Tuktuk, dan Fella, mereka menyusun rencana penukaran kedua lukisan tersebut. Sesuai julukan dalam trailernya, keenam remaja tersebut memiliki keahlian masing-masing. Piko sebagai pemalsu (forger), Ucup sebagai peretas (hacker), Sarah yang jago berkelahi (brute), Gofar sebagai pembuat (handyman), Tuktuk sang supir (driver), dan Fella sebagai negosiator dengan previllegenya. Namun tak disangka, rencananya gagal total dan diketahui oleh polisi.

Baca juga:  10 Film Korea Terbaik Ini Cocok untuk Maraton Seharian

Adegan perkelahian dan perlawanan yang disuguhkan dalam film ini membuat jalan cerita menjadi lebih seru untuk ditonton. Terutama aksi Aghniny Haque yang jago bela diri dapat menjawab ekspektasi penonton. Selain itu, akting para pemain dalam film ini sangat mendalami perannya.

2. Menggambarkan Kondisi di Indonesia

Sumber: imdb

Permasalahan yang diangkat dalam film Mencuri Raden Saleh ini tidak terlepas dari lika-liku kehidupan politik yang sedikit banyak menggambarkan yang sering terjadi di Indonesia. Permadi sebagai Mantan Presiden merasakan post-power syndrome setelah turun dari jabatannya karena ulah anak semata wayangnya, Rama (Muhammad Khan) yang membuat kesalahan fatal. Demi ambisinya untuk memiliki lukisan langka Raden Saleh, Permadi melakukan segala hal termasuk menjadikan Piko dan teman-temannya sebagai “umpan” untuk menukar kedua lukisan tersebut.

Berdasarkan penuturan sang sutradara, film yang berdurasi sekitar 2,5 jam ini terinspirasi dari kunjungannya ke suatu galeri dimana beberapa lukisan karya Raden Saleh tidak dijaga dengan baik. “Kalau saya jahat, itu barang sudah lolos, kerja sama orang yang berada di balik tembok untuk mencuri lukisan itu. Dari situ saya terpikir, kenapa enggak dibikin film saja ya,” kata Angga sat konferensi pers dan perilisan trailer film di Metrole XXI Juni lalu.

Sejak digagas tahun 2016, Angga mengakui jika film ini adalah proyek paling ambisius yang dihasilkan Visinema Pictures. Biaya produksinya tidak main-main, hampir menyentuh Rp 20 miliar! Dengan budget sebesar itu, tidak salah jika film tersebut menjadi sukses. Selain itu, jajaran pemeran yang ditampilkan tidak main-main. Tema yang diusung juga jarang sekali ada di perfilman Indonesia. Maka, tidak heran jika film ini digemari penonton, khususnya anak muda.

Baca juga:  9 Adegan Paling Epic di Film Pendek Tilik

3. Nafas Baru bagi Perfilman Indonesia

Sumber: imdb

Genre heist atau perampokan yang diangkat dalam film ini sangat jarang ada dalam perfilman Indonesia. Biasanya, film Indonesia menampilkan tema-tema horor, romance, dan komedi sehingga terkadang penonton merasa bosan dengan yang itu-itu saja. Adanya film Mencuri Raden Saleh membuat suasana perfilman Indonesia lebih segar.

Angga sebagai sutradara dapat menjadikan film ini sebagai salah satu media untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk lebih tertarik tentang seniman-seniman lain yang disebut selain Raden Saleh. “Untuk berbicara hal besar, kita harus tahu siapa tujuannya. Setelah tahu siapa yang kita tuju, ya kita pakai bahasa mereka, bukan pakai bahasa kita,” ujarnya dalam channel Youtube Helmi Yahya.