Mengenal Kelebihan Ekonomi Syariah dan Penerapannya

Pasti kamu tidak asing dengan istilah ekonomi syariah atau ekonomi Islam, salah satu cabang ilmu ekonomi yang bernafaskan islami. Pada dasarnya ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan syariah yang membahas seluk-beluk ataupun permasalahan seputar ekonomi yang ada di masyarakat dengan berlandaskan pada nilai-nilai keislaman.

Pengertian

Dilansir dari buku ‘Ekonomi Syariah’ oleh Yoyok Prasetyo, ada beberapa prinsip mengenai ekonomi Islam. Pertama menurut Monzer Kahf yang menjelaskan ekonomi syariah adalah bagian dari ilmu ekonomi yang bersifat interdisipliner atau tidak dapat berdiri sendiri, tetapi perlu penguasaan yang baik dan mendalam terhadap ilmu-ilmu pendukungnya.

Kemudian, menurut M.A. Mannan, ekonomi syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

Artinya, definisi ekonomi Islam menekankan karakteristik komprehensif tentang subjek dan didasarkan atas nilai moral ekonomi syariah yang bertujuan mengaji kesejahteraan manusia, yang dicapai melalui pengorganisasian sumber-sumber alam berdasarkan kooperasi dan partisipasi.

Prinsip

prinsip ekonomi syariah

Prinsip-prinsip yang dimiliki oleh ekonomi syariah berbeda dengan prinsip-prinsip agama lain, dalam ekonomi Islam semua orang tanpa terkecuali boleh berusaha dan meraih apa yang diinginkannya serta menikmati hasil usahanya dan memberikan sebagaian kecil dari apa yang mereka dapat kepada orang lain dalam bentuk harta, baik barang atau uang yang tentunya halal.

Pada dasarnya dalam agama islam perilaku dan tingkah laku mengarah pada pemenuhan kebutuhan hidupnya baik yang bersifat materi ataupun non materi yang baik dan halal, serta bagaimana mengolah sumber daya yang ada dengan baik dan bermanfaat bagi semua. Lebih rincinya prinsip-prinsip ekonomi syariah adalah sebagai berikut:

Baca juga:  4 Jenis Rasio Keuangan dan Signifikansinya untuk Bisnis

Prinsip ekonomi syariah menekankan pada tujuh poin.

  • Sumber daya merupakan pemberian atau titipan dari Allah SWT sehingga manusia tidak boleh semena-mena
  • Tidak ada kepemilikan mutlak
  • Berjamaah agar saling menggerakan ekonomi
  • Pemerataan kekayaan, sehingga tidak ada disparitas.
  • Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan penggunaannya direncanakan untuk kepentingan orang banyak.
  • Seseorang yang memiliki kekayaan tertentu wajib membayar zakat.
  • Melarang riba dalam bentuk apapun.

Tujuan

ekonomi islam atau ekonomi syariah

Tujuan ekonomi syariah menurut Umar Chapra adalah tidak mengekang kebebasan individu secara berlebihan. Menciptakan keseimbangan makro ekonomi dan ekologi, atau melemahkan solidaritas keluarga dan sosial, serta ikatan moral yang terjalin di masyarakat.

Karakteristik

Ciri-ciri ekonomi syariah jelas berbeda dengan ekonomi kapitalis dan sosialis. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

Sebuah Sistem Islam yang Bersifat Universal

Ekonomi syariah bisa dibilang menjadi sebuah sistem islam, karena memang ekonomi syariah memiliki hubungan yang sempurna dan erat dengan ajaran agama islam, baik secara akidahnya maupun syariat yang digunakannya. Hubungan inilah yang menyebabkan ekonomi Islam berbeda dengan ekonomi yang lainnya. Lebih jelasnya kita akan memberikan uraian tentang maksud dari ekonomi syariah menjadi sistem islam yang sempurna

Kegiatan Perekonomian dalam Islam Bersifat Pengabdian

Dalam Islam semua kegiatan tergantung niatnya ketika niatnya baik pasti akan dapat baik. Dan sebaliknya jika niatnya salah maka dia akan mendapatkan sesuatu yang jelek pula. Dalam islam semua kegiatan ekonomi diharapkan sebagai wahana untuk mencari keridloan Allah. Tidak terfokus kepada mencari materi dan materi. Dalam islam diharapakn kita bekerja itu diniatkan beribadah. Bukan untuk berlomba-lomba mencari uang, karena dengan niat untuk beribadah kita akan mendapatkan dua hal sekaligus, yaitu rezeki dan pahala. Berbeda jika kita bekerja karena uang, yang kita dapat hanya capek dan uang saja.

Memiliki Sebuah Cita-Cita yang Luhur

Perekonomian dalam islam tidak mencari materi semata, tidak berfokus pada mencari uang. Namun semua kegiatan ekonomi dalam islam difokuskan untuk berbagi dengan sesama, memakmurkan bumi dengan segala kegiatannya, mencapai kehidupa yang layak dan benar sebagai tanda terimakasih kita kepada Allah, dan tanda pengabdian kita sebagai umat islam dan khalifah di muka bumi ini. Inilah cita-cita luhur yang dimiliki oleh kegiatan ekonomi dalam islam.

Baca juga:  Apa Itu KPR: Pertimbangan Agar Tidak Salah Langkah

Melakukan Pengawasan yang Sebenar-Benarnya

Kita tahu sendiri seiring berjalannya waktu agam sudah tidak mendapat tempata tau perhatian lagi. Dalam kegiatan ekonomi contohnya pengawasan hanya dilakukan oleh pemerintah pihak yang netral. Ada pula yang lebih parah, karena kekuasaan ekonomi dipegang dan dijalnkan sesui kehendak pihak yang punya modal dan kekuasaan, sehingga masih banyak terjadinya korupsi. Berbeda dengan sistem syariah, pengawasan lebih ketat dan benar-benar terpercaya. Selain dari pihak yang berwenang sperti pemerintah dan badan pengawas lain. Ada juga pengawasan dari diri sendiri, dimana Allah selalu mengawasi gerak-gerik kita dalam semua hal. Dengan begini maka tidak ada pihak yang akan melakukan penyelewengan.

Menciptakan Keseimbangan Antara Kepentingan Individu dan Masyarakat

Dalam ekonomi syariah tidak hanya mencari uang atau harta, namun lebih tepatnya mencari jalan untuk menciptakan sebuah kemakmuran dan kesejahteraan yang bisa dirasakan orang banyak. Sistsem ini memiliki acuan bahwa harus selalu bersama, susah senang ditanggung bersama. Dilatih untuk selaluu peka terhadap kondisi dan orang-orang sekitar kita yang mmebutuhkan.

Tidak seperti ekonomi konvensional yang lebih mememtingkan diri sendiri, di dalamnya tercipta sebuah persaingan, monopoli dan lainnya. Tentunya hal ini sudah keluar dari sikap seorang khalifah Allah yang harus memakmuran kehidupan dunia ini. Hal inilah yang menyebabkan timbul sikap egois, dalam ekonomi syariah hal ini sangat dihindarai karena prinsip dari ekonomi tersebut adalah kepentingan umum lebih baik didahulukan daripada kepentingan pribadi, karena kepentingan pribadi bisa kita selesaikan kapanpun itu, namun jika kepentingan umum harus segera kita selesaikan.

Dengan adanya ekonomi syariah, diharapkan masyarakat lebih merasakan ketentraman karena penggunaan sistem keuangan yang adil dan merata sesuai dengan kaidah agama.