Waspada, Ini Efek Samping Minuman Kolagen bagi Tubuh!

Kolagen merupakan protein yang secara alami dihasilkan oleh tubuh untuk menjaga elastisitas kulit dan kesehatan sendi. Protein ini dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh, seperti tulang, otot, dan darah. Minuman kolagen (collagen drink) adalah minuman suplemen yang mengandung kolagen. Kolagen dalam suplemen ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti ikan, sapi, maupun ayam.

Kolagen yang disajikan dalam bentuk minuman atau suplemen banyak dipilih karena lebih mudah diserap oleh tubuh daripada kolagen utuh. Ibaratnya, kolagen adalah lem yang merekatkan tulang, kulit, jaringan ikat dan pembuluh darah menjadi satu. Manfaat lainnya adalah mempercepat proses pemulihan jaringan tubuh yang terluka. Jika kamu asal mengonsumsi suplemen ini, efek sampingnya bisa muncul dalam jangka waktu panjang. Yuk, simak efek samping dari konsumsi kolagen ini!

minuman kolagen
Sumber: iStockPhoto

Manfaat Konsumsi Minuman Kolagen

Kolagen dalam bentuk suplemen maupun minuman memiliki banyak manfaat bagi tubuh, di antaranya:

1. Menguatkan Tulang

Kolagen sebenarnya adalah protein utama dalam tulang yang berperan dalam mempertahankan kekuatan dan elastisitas tulang. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen di dalam tubuh berkurang dan dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang serta meningkatnya risiko osteoporosis dan patah tulang. Mengonsumsi minuman kolagen dapat mendukung kesehatan tulang, serta menurunkan risiko osteoporosis dan patah tulang.

2. Menjaga Elastisitas dan Kelembapan Kulit

Minuman kolagen populer sebagai suplemen untuk merawat kesehatan kulit. Sebagai komponen utama dalam jaringan ikat, kolagen dapat membantu meningkatkan elastisitas, menghidrasi kulit dan mengurangi kerutan di kulit akibat pertambahan usia. Oleh karena itu, banyak konsumen yang mengonsumsi suplemen kolagen adalah para wanita.

Baca juga:  8 Tips Perawatan Luka Diabetes dan Cara Mencegahnya

3. Rambut dan Kuku yang Lebih Sehat

Kolagen juga merupakan protein struktural dalam rambut dan kuku. Ini adalah komponen penting untuk membantu menjaga kesehatan folikel rambut, mencegah kerusakan rambut, hingga menjaga kesehatan kuku.

4. Regenerasi Otot

minuman kolagen
Sumber: iStockPhoto

Suplemen kolagen dapat mendukung kekuatan dan integritas otot. Walau hasil dari setiap orang bisa berbeda-beda, namun penelitian menunjukkan konsumsi kolagen dapat meningkatkan pertumbuhan massa otot. Terutama bila dikombinasikan dengan latihan fisik yang rutin.

5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kolagen juga merupakan komponen utama dalam dinding arteri dan pembuluh darah. Konsumsi suplemen kolagen memberikan kekuatan dan elastisitas yang dibutuhkan untuk menjaga aliran darah tetap lancar.

Efek Samping Minuman Kolagen bagi Tubuh

Kondisi di bawah ini bisa terjadi jika kamu membeli produk yang tidak terdaftar di BPOM dan mengonsumsinya dalam dosis sembarangan. Adapun efek samping yang berisiko dialami, antara lain:

1. Masalah Pencernaan

Protein dalam kolagen bisa menyebabkan masalah pencernaan, seperti kembung, diare, penurunan nafsu makan dan sembelit. Sebab, konsumsinya tidak diimbangi dengan cairan dan serat yang memadai. Tubuh jadi bekerja keras dalam mencerna banyak protein dalam kolagen yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, dosis penggunaannya perlu dibatasi dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

2. Sensitivitas

minuman kolagen
Sumber: iStockPhoto

Kandungan asam glutamat bebas yang terdapat dapat kolagen bisa meningkatkan risiko sakit kepala atau kesulitan tidur. Kondisi ini rentan terjadi pada seseorang yang mengalami sensitivitas terhadap kandungan tersebut. Produsen minuman kolagen mungkin saja menambahkan beberapa bahan lain, misalnya ekstrak tanaman herbal atau vitamin, seperti biotin. Penambahan bahan tersebut dilakukan untuk memperkaya manfaat minuman kolagen. Namun, kelebihan biotin di dalam tubuh justru dapat menyebabkan sulit tidur bahkan insomnia.

3. Batu Ginjal

Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya endapan padat dalam ginjal yang berasal dari zat kimia dalam urine. Risikonya semakin tinggi jika kamu memiliki riwayat batu ginjal kalsium oksalat. Guna mencegah terbentuknya batu ginjal, disarankan untuk membatasi konsumsi kolagen kurang dari 5 hingga 6 gram per hari. Ukurannya setara dengan 1 sendok makan.

Baca juga:  SLS: Definisi, Manfaat, 7 Efek Samping, dan Jenis Produknya

4. Peningkatan Kadar Kalsium

Meningkatkan kadar kalsium dalam darah berpotensi menyebabkan hiperkalsemia. Kondisi ini memicu munculnya gejala berupa sembelit, mual, muntah, rasa lelah berlebihan dan nyeri tulang. Selain itu, hiperkalsemia dapat berdampak pada jantung yang menyebabkan irama jantung tidak normal.

5. Reaksi Alergi

Kandungan dalam kolagen dapat memicu munculnya reaksi alergi adalah kerang, telur dan ikan laut. Dampaknya, akan muncul ruam, kemerahan dan gatal-gatal di permukaan kulit. Dalam intensitas parah, gejala bisa menyebabkan gatal atau kesemutan di area wajah dan mulut, sesak napas, mengi, sakit perut, mual dan muntah, serta pembengkakan di wajah, lidah dan kulit.

6. Bau Mulut

Mungkin kamu berpikir bahwa semakin banyak kolagen yang masuk ke dalam tubuh maka semakin baik. Faktanya, mengonsumsi suplemen kolagen secara berlebihan dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalam mulut sekaligus meningkatkan pertumbuhannya. Adapun peningkatan pertumbuhan bakteri tertentu di dalam mulut bisa memicu produksi senyawa berbau yang mengakibatkan bau mulut.

Alternatif Asupan Kolagen dari Alam

Daripada mengonsumsi kolagen yang belum jelas asal produknya, kamu bisa menambah asupannya dari nutrisi ini:

  1. Vitamin A. Asupannya bisa diperoleh dari mangga, sayuran berdaun hijau, wortel, udang, hati sapi, tomat, telur dan minyak hati ikan kod.
  2. Vitamin C. Asupannya bisa diperoleh dari stroberi, jeruk, pepaya, kelengkeng, brokoli dan sayuran berdaun hijau.
  3. Antosianin. Asupannya bisa diperoleh dari buah delima, anggur, beri, tomat dan kacang merah.
  4. Protein. Asupannya bisa diperoleh dari daging, susu, yoghurt, makanan laut, telur, kacang kedelai, ikan dan agar-agar.
  5. Mineral. Asupannya bisa diperoleh dari ekstrak daun pegagan.

Agar terhindar dari semua risiko dan dampak negatif, sangat penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kolagen dalam bentuk apa pun. Dokter atau ahli gizi dapat memberikan informasi yang lebih spesifik terkait dengan konsumsi kolagen sesuai kondisi tubuh. Semoga penjelasan di atas dapat membantumu untuk lebih bijak dalam mengatur konsumsi kolagen untuk kesehatan tubuhmu.