Wajib Paham! Mitigasi Bencana Banjir yang Perlu Dilakukan

Banjir adalah fenomena alam yang dapat mengakibatkan bencana bagi umat manusia. Mulai dari banjir air, banjir lumpur, banjir lahar, hingga banjir rob. Banjir air ini biasanya terjadi karena tidak seimbangnya air yang mengalir dengan ruang saluran untuk mengalir dan kurangnya daya serap tanah terhadap air yang ada di atasnya. Berbicara soal banjir, mungkin kamu sudah pernah mendengar istilah mitigasi bencana banjir, tetapi belum paham apa maksudnya?

Tidak perlu bingung, karena di sini kita akan membahas secara rinci tentang mitigasi bencana. Jadi, kalau kamu penasaran, simak penjelasan berikut ini dengan seksama, ya!

Pengertian Mitigasi Bencana Banjir

mitigasi bencana banjir

Mitigasi bencana adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau mencegah resiko dari bencana, baik itu melalui pembangunan fisik maupun peningkatan dan penyadaran kepada masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Hal ini sudah tertera di dalam Pasal 1 Ayat 6 PP Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Jadi, mitigasi bencana banjir adalah suatu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi resiko dari bencana banjir. 

Mitigasi bencana banjir terbagi menjadi 2 macam, yaitu mitigasi secara struktural dan mitigasi secara non-struktural. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing mitigasi.

1. Mitigasi Struktural

Mitigasi struktural ini adalah upaya yang dilakukan demi meminimalisir bencana, seperti dengan melakukan pembangunan kanal khusus untuk mencegah banjir. Atau bisa juga dengan membuat rekayasa teknis bangunan tahan bencana, serta infrastruktur bangunan tahan air. Di mana infrastruktur bangunan yang tahan air nantinya diharapkan tidak memberikan dampak yang begitu parah apabila bencana tersebut terjadi. 

Baca juga:  8 Manfaat Yoghurt yang Nikmat dan Sehat

2. Mitigasi Non-Struktural

Sedangkan mitigasi non-struktural adalah suatu upaya yang dilakukan selain mitigasi struktural seperti dengan perencanaan wilayah dan asuransi. Dalam mitigasi non-struktural ini sangat mengharapkan dari perkembangan teknologi yang semakin maju, di mana teknologi dapat memprediksi, mengantisipasi dan mengurangi resiko terjadinya suatu bencana.

Tips Melakukan Mitigasi Bencana Banjir

mitigasi bencana banjir

Penyebab banjir memang sudah banyak diketahui, salah satunya adalah karena saluran drainase tersumbat. Maka, untuk mencegah banjir dan berbagai dampaknya, sebaiknya kamu mulai melakukan pencegahan sedini mungkin. Bukan hanya dapat meminimalisir banjir yang akan terjadi, namun kamu juga bisa menghindarinya. Langsung saja yuk, ketahui cara mencegah bencana alam banjir di bawah ini!

  1. Pertama, membersihkan sungai dan got ataupun selokan dari sampah dan endapan lumpur untuk memperlancar aliran sungai.
  2. Tidak membuang sampah sembarangan, dengan cara menyediakan tempat sampah dengan pengelolaan yang baik.
  3. Membuat drainase yang baik dengan cara membuat tanggul penampung air, sistem sumur resapan yang terhubung dengan sistem drainase.
  4. Memindahkan bangunan atau konstruksi yang berada pada jalur banjir, sehingga tidak akan menghambat aliran air agar tidak mampet ataupun tergenang.
  5. Melakukan penghijauan di area kosong yang dapat berfungsi sebagai hutan buatan.
  6. Membuat tempat penyerapan air, misalnya berupa sumur-sumur resapan atau area dengan lubang biopori.
  7. Melakukan koordinasi dengan wilayah sekitar untuk merencanakan tindakan-tindakan yang diperlukan dalam menanggulangi bencana banjir.

Kesiapsiagaan Saat Terjadi Banjir

mitigasi bencana banjir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada November 2019 yang lalu  telah mengadakan kelas atau kursus online untuk melatih kesiagaan warga terhadap bencana. Mulai dari membangun kesadaran mitigasi bencana, manajemen bencana, hingga bagaimana cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi. Selain itu, BNPB juga membagikan secara online buku panduan bagaimana menghadapi atau tips siaga bencana, salah satunya adalah banjir. Berikut isinya yang bisa kamu perhatikan baik-baik:

  • Memahami istilah-istilah peringatan yang berhubungan dengan bahaya banjir, seperti Siaga I-Siaga IV dan langkah apa yang harus dilakukan.
  • Memahami tingkat kerentanan daerah tempat tinggal, apakah berada di zona yang rawan banjir atau tidak.
  • Mengetahui cara melindungi rumah dari banjir.
  • Mengetahui saluran dan aliran yang sering dilalui oleh air banjir, dan dampaknya bagi rumah.
  • Melakukan persiapan evakuasi, termasuk juga memahami rute evakuasi dan tempat yang lebih tinggi.
  • Membicarakan dengan anggota keluarga soal ancaman banjir dan merencanakan tempat pertemuan apabila terpencar-pencar.
  • Mengetahui bantuan apa saja yang bisa diberikan apabila ada anggota keluarga yang terkena banjir.
  • Mengetahui kebutuhan-kebutuhan khusus anggota keluarga ataupun tetangga jika banjir terjadi.
  • Membuat persiapan untuk hidup secara mandiri selama setidaknya 3 hari, misalnya persediaan tas siaga bencana, penyediaan makanan, dan minuman.
  • Mengetahui bagaimana cara mematikan air, listrik, dan gas.
  • Mempertimbangkan untuk mengikuti asuransi banjir.
  • Berkaitan dengan harta dan kepemilikan, bisa dibuat buku catatan harta, mendokumentasikannya dalam foto dan simpan di tempat yang aman.
  • Simpan seluruh dokumen penting di tempat yang aman.
  • Sebaiknya hindari untuk membangun di tempat rawan banjir.
  • Memperhatikan berbagai instrumen listrik saat bersentuhan dengan air banjir.
  • Turut serta dalam mendirikan tenda dan dapur umum terjadi bencana banjir.
  • Melibatkan diri dalam pendistribusian bantuan untuk korban bencana.
  • Menggunakan air bersih dengan seefisien mungkin.
Baca juga:  Mindfulness: Pengertian dan Manfaatnya bagi Kesehatan Holistik

Jangan Panik, Lakukan Ini Saat Terjadi Banjir

Saat terjadi bencana banjir, sebaiknya jangan panik dan berusaha untuk segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Apabila kamu terjebak di dalam rumah atau bangunan ketika bencana banjir terjadi, maka sebisa mungkin kamu mengambil benda untuk mengapung agar tidak tenggelam. Selain itu, kamu juga harus berhati-hatilah dengan listrik kabel yang masih dialiri listrik.