Apa Beda Otorisasi dan Autentikasi? Simak Penjelasannya di Sini!

Pada berbagai layanan dan aplikasi yang kini tersedia, proses otorisasi adalah salah satu proses yang cukup penting untuk dilakukan user. Tidak hanya sebagai syarat administratif saja, namun juga menjadi salah satu metode pengamanan yang kuat untuk melindungi akun milik user.

Di sisi lain, terdapat pula istilah autentikasi, yang juga sering didengar terkait dengan isu proteksi pada akun. Tapi apakah kamu paham benar apa perbedaan keduanya?

Artikel ini kemudian sekaligus akan membahas mengenai fungsi, tipe, dan cara kerja otorisasi, sebagai informasi untuk kamu yang mungkin bahkan baru mengetahui istilah-istilah ini berbeda.

Baca Juga: HP Refurbished: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Memahami Apa Itu Otorisasi

otorisasi adalah

Otorisasi merupakan sebuah proses yang dilakukan dalam sistem dengan tujuan memastikan apakah data user valid atau tidak. Sistem secara otomatis akan memeriksa apakah user yang dimaksud memiliki hak untuk mengakses informasi atau data tertentu yang terdapat dalam sistem.

Idealnya, model pengamanan ini digunakan pada sebuah lembaga yang memiliki lapisan atau hirarki jabatan tertentu. Satu jabatan akan memiliki sebuah akun yang dapat melakukan akses ke banyak data, sementara jabatan lain hanya memiliki akses pada data-data tertentu.

Hal ini juga berlaku dengan cara kategorisasi user, sehingga sistem dapat memilah user mana yang dapat mengakses data apa yang tersimpan di dalam database.

Lalu Bagaimana dengan Autentikasi?

Di sisi lain, autentikasi adalah proses dimana sistem mencoba memeriksa dan memastikan apakah user memiliki identitas yang sama dengan kumpulan data yang dimiliki di database. Hal ini dilakukan sehingga sistem dapat mengambil keputusan apakah data masukan ini memiliki kecocokan dengan database yang dimiliki sebelumnya.

Baca juga:  Mengenal 6 Jenis Sistem Pengamanan Biometrik dan Fungsinya

Proses ini awam terjadi saat melakukan login sebuah akun atau layanan.

Istilah Lain, Enkripsi

Tidak terlalu jauh dari otorisasi dan otentikasi, ada pula istilah yang disebut enkripsi. Mungkin kamu juga sering melihat istilah ini di berbagai aplikasi atau layanan. Enkripsi sendiri artinya proses pengacakan data yang diinginkan ke dalam format yang tidak terbaca, sehingga lebih aman saat ditransmisikan. Perangkat atau pihak lain yang memiliki hak atas data ini kemudian akan melakukan pengolahan data tersebut, sehingga menjadi bentuk data atau informasi yang bisa digunakan.

Setelah Tahu Perbedaannya, Mari Telusuri Fungsi Otorisasi

Secara garis besar, fungsi dari otorisasi sendiri adalah sebagai gatekeeper pada database yang dimiliki perusahaan, lembaga, atau organisasi untuk memastikan akses yang dilakukan user benar-benar terjadi dengan izin yang benar.

Sistem otorisasi dapat mengenali banyak kategori akun yang sudah disetel sebelumnya, sehingga masing-masing akun akan memiliki tingkat izin akses yang berbeda. Jelas, secara logika seorang manajer akan memiliki akses data yang lebih luas daripada karyawan biasa bukan?

Tidak hanya terkait dengan hak yang dimiliki setiap akun, namun hal ini juga terkait dengan proteksi pada data yang dimiliki. Sistem otorisasi adalah perangkat yang digunakan agar data-data tertentu tidak diakses oleh terlalu banyak orang, sebab memiliki risiko penyalahgunaan yang dapat merugikan.

Fungsi dari otorisasi adalah menjaga agar akses pada data-data ini hanya dimiliki pada akun-akun yang telah ditentukan sebelumnya dengan standar yang jelas. Dengan demikian risiko kebocoran data dapat dikurangi secara signifikan.

Baca juga:  Mengenal Divisi dan Tugas Business Development, Adakah dalam Bisnis Anda?

Jenis Otorisasi Terbagi Menjadi Dua Kategori Besar

otorisasi adalah

Otorisasi kemudian dapat dikenal dalam dua kategori besar. Penggunaan kedua jenis ini akan sangat tergantung dengan kebutuhan perusahaan, sehingga terbilang fleksibel dan adaptif. Jenis pertama dikenal dengan sebutan otorisasi berbasis peran, dan kedua otorisasi berbasis atribut.

1. Otorisasi Berbasis Peran

Kontrol ini menjadi jenis paling umum yang diterapkan dalam sebuah sistem atau aplikasi. Pada dasarnya, peran yang menempel pada masing-masing akun akan jadi ciri utama untuk sistem mengenali dan memberikan izin atas aktivitas yang dapat dilakukan.

Setiap peran yang diberikan memiliki batasan tertentu pada aktivitas yang bisa dilakukan, atau data yang bisa diakses.

2. Otorisasi Berbasis Atribut

Pada pengaturan jenis ini, otorisasi dilakukan dengan lebih halus namun detail. Pengaturan dilakukan pada siapa saja yang dapat mengaksesnya, apa yang dapat diakses, dan dimana serta kapan akses dapat dilakukan.

Misalnya, tingkat manajer dapat mengakses file pada jam kerja. Maka akun manajer, hanya dapat melakukan akses pada file yang diinginkan, selama jam kerja. Terdapat batasan jelas pada atribut akun tersebut.

Cara Kerja Sistem Otorisasi secara Umum

Sistem ini sendiri bekerja dengan rangkaian spesifik yang sebenarnya cukup mudah dipahami. User akan melakukan input data, baik dalam bentuk kombinasi username dan password, atau pengenalan wajah, sidik jari, atau ciri biometrik lain.

Sistem kemudian akan melakukan pengecekan pada data masukan yang dilakukan, untuk menentukan akses dan izin yang diperoleh user tersebut. Identifikasi berjalan sangat cepat, sehingga user tidak perlu menunggu lama.

Setelah diperiksa pada database yang dimiliki, maka sistem dapat mengenali akun atau user. Sistem akan memberikan izin sesuai dengan kategori atau tingkatan dari user tersebut.

Baca Juga: Butuh Meeting Online? Pakai Video Conference Gratis Ini Saja! 

Otorisasi adalah sistem pengamanan penting yang bisa kamu terapkan di perusahaan atau database tertentu, agar akses informasi dapat dibatasi sesuai dengan kategori yang diinginkan. Semoga artikel ini berguna, dan selamat melanjutkan aktivitas Anda!