pelaksanaan toleransi di sekolah
Ilustrasi anak bermain bersama (Sumber: Freepik)

Pelaksanaan Toleransi di Sekolah, Sudah Tepatkah?

Mendidik anak agar memiliki sikap toleransi tak hanya penting dilakukan di rumah, tetapi juga di sekolah yang sering ia datangi. Institusi, seperti sekolah, diharapkan bisa membantu mengajarkan para siswa agar dapat merasa terhubung dan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki latar belakang dan kondisi berbeda. Pelaksanaan toleransi di sekolah penting untuk dilakukan sedini mungkin dan terus menanamkannya seiring berjalannya waktu.

Dengan begitu, anak akan terbiasa memiliki sikap toleransi dan menghargai setiap perbedaan yang dimiliki masing-masing orang. Anak-anak umumnya mulai memahami konsep perbedaan sejak usia muda. Jadi, saat memasuki usia 12 tahun, anak mulai membentuk stereotip sesuai dengan apa yang ia ketahui. Bahkan faktanya, beberapa studi terkini menunjukan bahwa pendidikan tentang edukasi paling efektif untuk dilakukan saat anak berusia 4 hingga 9 tahun. Berikut adalah beberapa manfaat toleransi bagi anak, dan cara untuk mengajarkan sikap toleransi pada anak.

pelaksanaan toleransi di sekolah
Sumber: iStockPhoto

7 Manfaat Toleransi bagi Anak

1. Kehidupan Tidak Hanya Tentang Diri Sendiri

Manfaat pertama dari pelaksanaan toleransi di sekolah bagi anak adalah membantunya mengembangkan pola pikir yang lebih luas. Hidup bukan tentang diri sendiri, keluarga, atau teman-teman saja. Masih banyak orang di luar sana yang memiliki kehidupannya sendiri. Anak harus belajar untuk menerima kalau hidup terkadang tidak selalu sejalan dengan harapannya.

2. Menjadi Pribadi yang Lebih Legawa

Toleransi membantu anak untuk menjadi legawa dalam menerima kehidupan dan tentu saja lebih sabar. Selain itu, toleransi juga akan membantu mengajarkan anak untuk menjadi pribadi yang lebih sabar. Kesabaran akan membentuk anak menjadi sosok yang lebih dewasa, tidak terburu-buru, dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu hal. Hal ini juga akan membuat anak lebih mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum mengambil keputusan.

3. Anak Memiliki Empati

pelaksanaan toleransi di sekolah
Sumber: iStockPhoto

Manfaat selanjutnya adalah mengajarkan anak untuk berempati pada lingkungan sekitar. Toleransi membantu mengembangkan sikap empati kepada sesama. Anak yang memiliki empati dapat menjalani kehidupan dewasanya lebih terbuka, menerima perbedaan, dan lebih mudah bersosialisasi. Sikap-sikap ini akan membantu anak untuk lebih bisa beradaptasi dengan perubahan saat dewasa kelak.

Baca juga:  Ketahui 12+ Manfaat Buah Naga untuk Ibu Hamil, Menyegarkan!

4. Menahan Diri dalam Bertindak

Toleransi dapat menjadi awal dari sikap menerima kenyataan kalau di sekelilingnya ada banyak perbedaan. Untuk itu pemahamanan tentang sikap toleransi harus dilakukan sejak kecil. Tujuannya agar semakin beranjak dewasa, anak bisa mengaplikasikannya saat hidup bermasyarakat. Zaman sekarang hanya dengan ucapan saja banyak orang yang mudah tersinggung. Dengan memiliki sikap toleransi yang kamu dan pasangan ajarkan, anak jadi bisa belajar bertutur kata yang baik dan benar. Dirinya jadi lebih bisa menahan diri untuk berkomentar sesuatu yang mungkin akan melukai seseorang atau kelompok lain.

5. Mempererat Silaturahmi

Beberapa orang menganggap perbedaan menjadi suatu masalah, ini karena tidak adanya rasa toleransi. Permasalahan perbedaan iniah yang memicu perpecahan dan peperangan. Untuk itu, anak perlu ditumbuhkan rasa toleransi agar ada kesadaran dalam diri terhadap rasa saling menghormati dan menghargai. Dengan begitu rasa damai akan mungkin, sehingga semakin mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan antara sesama individu atau kelompok.

6. Memperluas Pandangan dan Wawasan

Tidak berpikiran sempit juga menjadi salah satu manfaat toleransi bagi anak. Sebagai orang tua, tentunya kamu ingin memiliki anak yang pandangannya lebih luas karena hal tersebut akan mempermudah anak untuk mengembangkan potensi diri. Cara berpikir yang lebih toleran inilah yang menjadi cikal bakal kedamaian. Anak tidak akan ragu untuk memperluas cara berpikirnya meskipun bersumber dari orang yang latar belakangnya berbeda.

7. Mengurangi Sifat Egois

pelaksanaan toleransi di sekolah
Sumber: iStockPhoto

Manfaat toleransi yang tak kalah penting adalah mengurangi sifat egois di dalam diri. Sikap egois muncul karena perasaan paling unggul dan dominan daripada yang lain. Jika seseorang sadar bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, maka dia semakin bia mengurangi sifat ego di dalam dirinya. Apalagi jika menyangkut perbedaan suku, ras, agama, bahasa, dan yang lainnya. Maka sikap egois itu perlu ditekan bahkan dihilangkan, agar perbedaan yang ada benar-benar menjadi anugerah dari Tuhan yang sangat indah.

5 Contoh Pelaksanaan Toleransi di sekolah

Agar anak memahami arti toleransi dan perbedaan, kamu sebagai orangtua bisa mengajarkannya melalui 5 contoh pelaksanaan toleransi di sekolah.

Baca juga:  Pahami 10 Manfaat Daging Ayam bagi Anak dan Ibu Hamil!

1. Menghargai dan Menghormati Orang Lain

Sikap saling menghargai merupakan bentuk toleransi yang dapat dilakukan dalam setiap kegiatan sehari-hari. Contohnya, menghargai keinginan teman saat sedang bermain bersama dan tidak memaksakan keinginan sendiri. Selain itu, anak juga perlu memahami jika ada teman yang memiliki agama yang berbeda. Pada kondisi ini, anak harus bisa menghormati dan membiarkan temannya beribadah dengan tenang dan nyaman. Tidak menggangu teman yang sedang fokus dan khusyuk beribadah merupakan salah satu contoh sikap toleransi di sekolah.

2. Menghindari Perundungan (bullying)

Perundungan atau bullying masih menjadi kasus yang kerap kali terjadi, bukan hanya pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak, termasuk di lingkungan sekolah. Umumnya, anak dengan sikap toleransi yang baik tidak akan melakukan perundungan terhadap teman-temannya. Anak justru akan secara aktif mengajak anak-anak yang lain untuk bermain bersama, terlepas dari kondisi temannya, misalnya karena anak memiliki agama yang berbeda. Dengan menerapkan sikap toleransi pada diri, maka perundungan dapat dihindari.

3. Jadi Pendengar yang Baik

pelaksanaan toleransi di sekolah
Sumber: iStockPhoto

Orangtua dan guru juga bisa mengajarkan anak toleransi dan menghormati orang lain di sekolah dengan menjadi pendengar yang baik. Mulai dari hal kecil, seperti ada temannya yang bertanya kepada guru selama jam pelajaran, minta anak untuk bertoleransi dengan sabar mendengarkan dan menunggu guru menjelaskan meski ia sudah tahu jawabannya. Begitu pula ketika ada temannya yang sedang bersedih. Anak bisa menawarkan diri untuk menemani maupun mendengarkan cerita temannya tersebut bila memang diperlukan.

4. Tidak Membedakan Teman

Meski memiliki pendapat atau keinginan yang berbeda, anak tidak boleh membeda-bedakan satu teman dengan teman lainnya. Misalnya, jika anak beragama muslim, ia tidak perlu menghindari teman lainnya yang memiliki agama lain. Contoh sikap toleransi lainnya yakni anak tetap mau bermain dengan teman dari keluarga yang kurang mampu.

5. Toleransi di Sekolah

Disamping bentuk toleransi yang telah disebutkan tadi, anak juga harus mengembangkan dan melatih sikap dalam skala lebih besar, yaitu lingkungan sekolah pada umumnya. Adapun contoh pelaksanaan toleransi di lingkungan sekolah adalah:

  • Mematuhi tata tertib dan peraturan yang ditentukan sekolah.
  • Tidak merusak sarana dan fasilitas sekolah karena bisa mengganggu kepentingan orang lain.
  • Menjaga lingkungan sekolah supaya tetap aman dan nyaman untuk belajar.
  • Selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Dengan menerapkan cara-cara di atas, kamu dan pasangan bisa lebih mudah dalam mengajarkan sikap toleransi pada anak di sekolah. Anak pun bisa memahami tentang apa itu toleransi dan bagaimana cara menerapkannya di sekolah dengan lebih baik. Pelaksanaan sikap toleransi di sekolah wajib dikembangkan oleh siapa saja supaya tercipta kehidupan yang damai, aman dan nyaman. Jika suasana sekolah damai, aman serta nyaman maka proses belajar mengajar juga dapat berlangsung dengan lebih baik. 

Mia Atika

Add comment

Share