Penyakit Mata Ikan: Pentingnya Menjaga Kesehatan Kaki

Penyakit mata ikan atau yang disebut dengan clavus adalah penyakit pada kaki dimana terjadi penebalan dan pengerasan lapisan kulit karena adanya tekanan dan gesekan yang berulang pada kaki atau terkena infeksi virus. Mata ikan yang disebabkan gesekan dan tekanan disebut corn, sedangkan yang disebabkan virus disebut plantar warts atau kutil plantar. Meski penyebabnya berbeda, namun bentuknya sama-sama benjolan kasar, keras dan menebal di kaki.

Sekilas penyakit ini terlihat seperti kapalan namun lebih keras, kecil dan menyakitkan bila tersentuh. Kondisi ini biasa terjadi di kaki, namun tidak menutup kemungkinan bisa muncul di tangan dan bagian tubuh lainnya. Meski bukan termasuk penyakit kulit yang berbahaya, namun bisa memberikan rasa nyeri dan tidak nyaman. Untuk mengetahui lebih dalam tentang penyakit mata ikan dan tips menjaga kesehatan kaki, yuk simak tulisan ini!

penyakit mata kaki jenis corn
Penyakit mata kaki jenis corn (Sumber: iStockPhoto)

7 Ciri-Ciri Penyakit Mata Ikan

Beberapa tanda atau ciri-ciri munculnya mata ikan pada kaki maupun bagian tubuh lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Adanya benjolan di kulit
  2. Kulit yang kering kemudian bersisik atau sedikit mengelupas
  3. Munculnya rasa tidak nyaman dan nyeri di bagian tubuh yang terkena
  4. Pada mata kulit yang keras, terjadi penumpukan kulit dan memiliki akar di tengah-tengah kulit
  5. Pada mata ikan lunak, daerah yang terinfeksi biasanya berwarna agak putih atau abu-abu, dan terasa lunak jika dipegang
  6. Pada mata ikan kecil, biasanya muncul di area bawah kaki dan ukurannya kecil.
  7. Jika mata ikan sudah semakin parah, maka kulit akan terlihat bengkak atau kemerahan, hingga mengeluarkan nanah

Mengapa Mata Ikan Muncul?

Penyakit clavus yang disebabkan bermain alat yang membutuhkan tekanan tangan atau kaki terus menerus
Sumber: Freepik

Penyakit kaki ini biasanya terjadi karena dua faktor, yaitu eksternal dan internal. Faktor eksternal yang dimaksud adalah kebiasaan, seperti:

  1. Kaki yang bergesekan pada alas kaki tanpa menggunakan kaos kaki
  2. Menggunakan alat yang membutuhkan tekanan dan gerakan berulang pada tangan, seperti alat olahraga ataupun alat musik petik dan gesek.
  3. Mengenakan sepatu yang sempit atau berhak tinggi yang menekan area kaki
  4. Sering tidak menggunakan alas kaki saat berjalan dan berlari di luar ruangan
  5. Berjalan dengan postur yang tidak tepat misalnya berjinjit
Baca juga:  Awas! Efek Samping Paracetamol Ini Bisa Berbahaya

Sedangkan faktor internal yang dimaksud adalah penyakit dan bentuk kaki atau tangan, seperti:

  1. Bentuk tangan dan kaki seperti taji tulang
  2. Ada bekas luka atau kutil
  3. Menderita obesitas
  4. Hammer toe, bentuk jari kaki mengalami kelainan melengkung seperti cakar
  5. Bunion, benjolan tulang abnormal pada sendi di jempol kaki
  6. Usia 65 tahun ke atas

Jika kamu terkena mata ikan, maka perlu perhatian agar tidak menyentuh langsung bagian tubuh yang terkena. Hal ini karena mata ikan bisa menular ke bagian tubuh lain. Penularan akan terjadi jika lapisan kulit terluar rusak seperti lecet karena bekas garukan atau kulit kering, kemudian disentuh dan terkena bagian tubuh lainnya.

Mengobati Penyakit Mata Ikan secara Alami

Untuk mengobati mata ikan secara alami, kamu dpaat menggunakan cara-cara berikut:

  1. Rendam kaki dengan campuran air hangat dan garam Epsom
  2. Oleskan krim yang mengandung asam salisilat agar kulit yang menebal cepat mengelupas
  3. Menggunakan batu apung untuk menggerus kulit mati dan mengurangi kulit yang mengeras.

Menjaga Kesehatan Kaki

Agar terhindar dari mata ikan, kamu dapat menerapkan 7 tips untuk menjaga kesehatan kaki seperti di bawah ini.

1. Menjaga Kebersihan Kaki

Penyakit mata kaki dapat dicegah dengan perawatan kaki
Sumber: iStockPhoto

Kamu perlu membersihkan telapak kaki sampai ke sela-sela jarinya menggunakan air hangat dan sabun. Selain itu, membersihkan kaki juga bisa dengan cara merendam kedua kaki dalam sebuah wadah berisi air hangat selama 15-20 menit. Kemudian, gosokkan area kaki secara lembut menggunakan batu apung untuk mengikis kulit mati sekaligus mengatasi tumit pecah-pecah. Jika sudah, jangan lupa keringkan area kaki menggunakan handuk secara perlahan. 

2. Krim Pelembap Kaki

Setelah membersihkan kaki, segera oleskan krim pelembap sebagai bagian dari perawatan kaki. Penggunaan pelembap ini bertujuan untuk merawat kaki agar tetap sehat dan terasa halus. Kamu dapat menggunakan lotion atau krim. Selanjutnya, bungkuslah kaki sekitar 1-2 jam untuk memaksimalkan proses pelembapan.

Baca juga:  Baik untuk Busui, Ini 10+ Makanan Pelancar ASI Bernutrisi Tinggi

3. Potong Kuku Secara Rutin

 Jika kuku kaki mulai memanjang atau terasa tidak nyaman, segera gunting kuku dengan tepat.  Idealnya, potong kuku dengan arah lurus dan tidak terlalu pendek sehingga mengurangi risiko kuku tumbuh ke arah dalam atau cantengan. Setelah itu, ratakan atau kikir bagian pinggir kuku dengan alat khusus. Selalu bersihkan alat pemotong kuku secara rutin menggunakan cairan alkohol, baik sebelum dan sesudah digunakan, agar bebas dari sisa-sisa kotoran.

4. Alas Kaki yang Tepat

penyakit mata kaki dapat dicegah dengan memilih alas kaki yang tepat
Sumber: Freepik

Pilihlah alas kaki dengan bentuk yang lebar dan ukuran 1 size lebih besar agar memberi ruang yang luas untuk jari-jari kaki. Jika memang harus mengenakan sepatu hak tinggi, pilih yang bentuk haknya cukup tebal untuk menjaga keseimbangan dan mencegah cedera atau penyakit pada kaki dan tulang belakang. Sesuaikan juga jenis alas kaki atau sepatu dengan aktivitas yang dilakukan. Segera ganti alas kaki bila terasa tidak nyaman. Jika dibiarkan terus-menerus dalam jangka panjang, dapat menyebabkan mata kaki hingga masalah struktur kaki.

5. Jaga Kaki Tetap Kering

Cara merawat kaki juga penting untuk menjaganya tetap dalam kondisi kering. Ini artinya, keringkan seluruh bagian kaki sampai ke sela-sela jari. Jika permukaan kaki mudah berkeringat, cari lah jenis alas kaki atau kaos kaki yang dapat menyerap keringat dengan cepat. Kaki yang berkeringat dapat memunculkan keluhan, seperti iritasi, lentingan kulit, hingga infeksi jamur. 

6. Pijat Kaki 

Kamu dapat memijat kaki sebagai salah satu cara merawat kaki agar tetap sehat. Memijat kaki dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi otot kaki yang tegang. Lakukan pijat kaki di rumah, atau menggunakan bantuan ahlinya.

7. Gerakkan Kaki 

Penting untuk melakukan peregangan secara rutin sebagai perawatan kaki sehari-hari. Langkah ini dapat mencegah kram otot dan memperkuat otot-otot kaki yang kaku. Kamu bisa melakukan jalan cepat selama 30 menit minimal 3 kali seminggu. Selain itu, melakukan peregangan kaki dalam posisi duduk juga tetap dapat dilakukan.

Nah, itulah informasi mengenai penyakit mata ikan dan 7 cara menjaga kesehatan kaki. Semoga dapat membantumu untuk sembuh dan terhindar dari penyakit kaki ini, ya! Jika kaki terasa sakit, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.