Ilustrasi guru mengajar di prasekolah

Manfaat dan Tips Memilih Preschool yang Tepat untuk Anak

Preschool, prasekolah, atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu tempat untuk anak-anak beraktivitas, mendapatkan pendidikan, juga bersosialisasi dengan teman sebayanya. Program prasekolah ini sifatnya non-formal dan ditujukan bagi anak-anak berusia dini. Biasanya, batas minimal umur anak yang boleh masuk dalam prasekolah ini adalah 3 tahun. Program pendidikan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan anak-anak dalam memasuki sekolah formal, yaitu Taman Kanak-Kanak (TK).

Beberapa orang tua tidak memasukkan anaknya ke dalam prasekolah dikarenakan biaya yang cukup besar dan anggapan bahwa prasekolah kurang penting. Namun, ada beberapa manfaat yang akan anak dapatkan jika kamu memasukkannya ke dalam prasekolah. Penasaran apa saja manfaatnya? Yuk, simak informasinya di bawah ini!

Sumber: iStockPhoto

Manfaat Preschool bagi Anak

Ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan jika memasukkan anak ke dalam program prasekolah. Berikut penjelasannya.

1. Mengenalkan Anak pada Aktivitas Fisik

Permainan yang diterapkan dalam kegiatan di prasekolah ini tentunya akan melatih koordinasi fisik. Hal ini sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang eksplorasi gerak anak. Jika gerakan sederhana seperti berdiri, melompat, dan berlari dikemas dalam sebuah permainan yang menarik, maka anak juga akan lebih leluasa dalam mengeksplorasi dirinya sendiri.

Aktivitas fisik juga dipercaya dapat menguatkan struktur tulang anak dan membantu dia lebih aktif. Gerakan-gerakan fisik juga dapat menguatkan otot anak, lho! Hal tersebut juga akan menguntungkannya di masa dewasa, terutama bagi kesehatan jantung. Kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan motoriknya antara lain meronce, menggunting, dan menempel.

2. Meningkatkan Kecerdasan Motorik

Sumber: iStockPhoto

Seperti yang kita ketahui, anak-anak di usia emasnya (3-5 tahun) akan menjadi sangat aktif. Hal tersebut bisa dikelola untuk menjadi hal baik di dalam preschool. Guru akan mengarahkan anak-anak untuk aktif melakukan sesuatu untuk mengasah keterampilan motorik dan kordinasi fisiknya. Beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan kecerdasan motorik antara lain meronce, menggunting, dan menempel.

Baca juga:  Leukosit Tinggi pada Anak: Penyebab hingga Dampak Buruknya

3. Meningkatkan Suasana Hati Anak

Jika anak aktif, maka suasana hatinya juga akan lebih bahagia. Hal ini dikarenakan adanya gerakan tubuh anak pada aktivitas yang dia sukai sehingga menstimulasi produksi hormon endorfin. Hormon ini adalah hormon yang memunculkan suasana hati yang baik pada anak. Apalagi, aktivitas dalam kegiatan prasekolah sudah dikemas dengan menarik dan menyenangkan sehingga anak tidak bosan.

4. Meningkatkan Sosial-Emosional Anak

Preschool adalah lembaga pendidikan non-formal tempat berkumpulnya anak-anak usia dini. Hal itu akan membantu meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan bagaimana beradaptasi dengan orang lain. Anak akan menyadari bahwa dia memiliki teman yang sebaya dengannya yang harus saling berbagi mainan dan bermain bersama. Semakin awal anak diajak untuk bersosialisasi, maka semakin cepat untuk ia percaya diri dan mengatasi rasa malu.

5. Melatih Tanggung Jawab Sosial

Selain meningkatkan keterampilan sosial-emosional anak, manfaat lain memasukkan anak ke dalam preschool adalah melatih tanggung jawab sosial. Kehidupan sosial memang harus diajarkan sedini mungkin pada anak-anak. Dia akan terlatih untuk mengembangkan kemampuannya untuk mengenali beragam perasaan, seperti peduli, empati, sifat kompetitif, menghargai, dan lain sebagainya.

Anak juga akan belajar bagaimana berbagi dengan teman-temannya. Prasekolah juga membuat anak akan memiliki ikatan persahabatan dengan guru ataupun teman-temannya. Hal ini bisa membangun fondasi yang baik untuk anak dalam menanamkan kepercayaan kepada orang lain.

6. Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Sumber: iStockPhoto

Berinteraksi secara sosial yang disertai dengan tugas dan instruksi yang ada akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Apalagi dalam aktivitas prasekolah, anak terkadang diminta untuk menceritakan pengalamannya di depan kelas ataupun membacakan hasil tugasnya di depan banyak orang. Anak juga akan belajar untuk selalu bersyukur, menghargai pendapat orang lain, dan terpacu untuk terus berkarya hingga dewasa nanti.

7. Meningkatkan Kemampuan Pra-Matematika dan Literasi

Manfaat terakhir yang bisa didapatkan ketika memasukkan anak ke prasekolah adalah meningkatkan kemampuan pra-matematika dan literasi. Anak-anak justru menunjukkan minat yang meningkat pada keterampilan pra-matematika dan literasi. Mereka penasaran dan ingin bisa. Alasannya sebetulnya sederhana, mereka ingin bisa membaca instruksi untuk merakit mainan, atau mengetahui harus membayar snack dengan uang pecahan berapa.
 
Di preschool, anak-anak akan ditawari berbagai macam permainan dan kegiatan yang membantu anak-anak memperoleh keterampilan pra-matematika dan literasi, mulai dari menyanyikan lagu alfabet, permainan mencocokkan, menghitung, kategori, dan urutan. Untuk mempertahankan motivasi belajar anak-anak, prasekolah memperkenalkan keterampilan baca tulis dan matematika awal bukan sebagai latihan yang terisolasi, melainkan dalam konteks kegiatan yang menarik dan bermakna bagi anak-anak.

Baca juga:  Simak Tips Ampuh untuk Menjaga Trombosit Normal pada Anak

Kegiatan yang Diajarkan di Preschool

Sumber: iStockPhoto

Setelah mengetahui manfaat dari preschool untuk anak, tentunya kita sebagai orang tua ingin mengetahui apa saja kegiatan yang biasa diajarkan dalam program prasekolah?

  1. Latihan Perkembangan Sosial-Emosional, seperti menyelesaikan tugas dan belajar membuat keputusan tanpa melibatkan orang tua atau guru.
  2. Latihan Kesiapan Sekolah, seperti belajar menunggu giliran, mengantre, dan lainnya.
  3. Latihan Keterampilan Berbahasa dan Berpikir, seperti bernyanyi, membaca buku, dan permainan yang mengasah kemampuan berpikir mereka.
  4. Latihan Kemampuan Akademik, yang dikemas dalam aktivitas menarik dan tidak membuat anak bosan. Guru akan mengenalkan huruf melalui lagu, permainan menghitung untuk mengenalkan angka pada anak, juga bermain teka-teki untuk memicu proses berpikir anak.
  5. Melatih Kepercayaan Diri Anak, melalui latihan mencuci tangan, pergi ke kamar mandi sendiri, dan mengikat tali sepatu tanpa bantuan orang dewasa di sekitarnya.

Tips Memilih Preschool yang Tepat untuk Anak

Sumber: iStockPhoto

Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, pastinya kamu akan mencari tempat preschool yang sesuai dengan kebutuhan anak dan juga budget yang kamu dan pasangan punya. Ada beberapa tips untuk memilih prasekolah yang tepat untuk anak, antara lain:

  1. Ketahui kurikulum yang digunakan
  2. Perkirakan lokasi prasekolah dan lokasi tempat tinggal tidak terlalu jauh, untuk mempermudah mobilitas (antar-jemput)
  3. Pastikan kondisi ruangan nyaman untuk proses belajar anak
  4. Alokasi waktu bermain dan sarana-prasarana
  5. Higienitas dan sanitasi
  6. Menu makanan yang disediakan di prasekolah
  7. Mengikuti trial-class bersama anak yang diadakan oleh prasekolah untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan lainnya

Itulah beberapa penjelasan mengenai preschool, manfaatnya, aktivitas yang diajarkan, dan juga tips memilih preschool yang tepat untuk anak. Semoga bisa menjawab rasa ingin tahu kamu yang ingin mencari prasekolah yang tepat bagi anak yang mulai aktif.

Mia Atika

Add comment

Share