Psikologi Warna: Cari Tahu Arti Warna Favoritmu di Sini

Tahukah kamu, bahwa warna bisa memberikan pengaruh terhadap psikologi, emosi, serta cara bertindak seseorang? Menariknya lagi, warna juga menjadi salah satu bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna, lho. Bahkan, ada ilmu komunikasi visual yang menggunakan warna sebagai alat terapi atau yang disebut colourology.

Metode colourology tersebut sudah dipraktekkan oleh banyak kebudayaan kuno seperti Mesir dan Cina. Setiap warna memiliki arti tertentu, di mana interpretasi warna dan kaitannya dengan kehidupan seseorang banyak dijelaskan dalam konsep Psikologi Warna. Nah, supaya wawasan kamu lebih luas, langsung saja simak ulasan lengkap tentang Psikologi Warna di bawah ini, ya.

Kelompok Warna Berdasarkan Color Theory

psikologi warna
Sumber: graf1x.com

Sebelum membahas tentang pengaruh warna terhadap psikologi manusia, kamu harus tahu 4 kelompok warna secara umum, yaitu:

  1. Warna Netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna. Warna netral bukan merupakan warna primer maupun warna sekunder. Namun warna ini merupakan percampuran dari ketiga komponen warna dalam komposisi yang berbeda.
    Contoh warna netral di antaranya adalah percampuran dari yellow green, orange red, dan blue purple.
  2. Warna Kontras, adalah warna yang terkesan berlawanan dengan warna  yang lainnya. Warna kontras ini bisa diperoleh dari warna yang berlawanan, terdiri dari warna primer dan warna sekunder. Namun tidak menutup kemungkinan untuk membentuk kontras warna dengan mengolah nilai kemurnian warna atau memutar wheel color. Contoh warna kontras di antaranya adalah kuning dengan ungu, biru dengan jingga, dan merah dengan hijau.
  3. Warna Dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna, mulai dari hijau hingga ungu.
  4. Warna Panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning.
Baca juga:  Psikologi Anak Usia Dini: Hal Penting yang Perlu Dipahami

Pengaruh Warna Terhadap Psikologi Manusia

psikologi warna

Nah, dari setiap pengelompokan warna yang telah disebutkan di atas, menurut Kaina dalam bukunya yang berjudul Colour Therapy, Pengaruh Warna bagi Psikologi Manusia, Emosi, serta Cara Bertindak Manusia, antara lain sebagai berikut:

  • Pengaruh warna bagi psikologi manusia dapat menciptakan daya tarik manusia untuk semakin bergairah terhadap suatu hal.
  • Permainan warna dapat mempengaruhi keadaan emosi seseorang.
  • Penggunaan warna yang tepat dapat memberikan ketenangan, konsentrasi, hingga kesan gembira.
  • Penggunaan warna dapat membangkitkan energi yang membuat seseorang menjadi lebih aktif dalam melakukan setiap aktivitas atau kegiatan.
  • Warna sebagai salah satu alat bantu untuk melakukan komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan yang mudah diserap maknanya.

Arti Warna Berdasarkan Psikologi Warna

psikologi warna

Psikologi warna merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh warna terhadap suasana hati, perasaan, emosi, dan perilaku manusia. Persepsi manusia terhadap warna pada umumnya berbeda-beda, namun ada beberapa jenis warna yang memiliki arti yang universal atau sama bagi sebagian besar orang.

Misalnya kelompok warna merah dikenal dengan warna hangat, yang meliputi warna merah, jingga, dan kuning, di mana kelompok warna ini membangkitkan berbagai emosi. Mulai dari perasaan hangat dan nyaman, hingga perasaan marah dan kebencian. Sementara kelompok warna biru dikenal sebagai warna dingin, yang meliputi warna biru, ungu, dan hijau. Warna-warna inilah yang kadang dideskripsikan sebagai ketenangan, namun juga memiliki arti perasaan sedih atau diabaikan.

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai warna-warna tertentu dan pengaruhnya terhadap perasaan, suasana hati, dan perilaku seseorang berdasarkan Psikologi Warna. Simak baik-baik, ya!

1.Warna hitam

Pada umumnya, hitam menggambarkan kemisteriusan, keberanian, kekuatan, hingga rasa tidak bahagia. Hitam juga sering digunakan sebagai simbol ancaman atau kekuatan, namun juga dapat menjadi indikator kekuatan. Bahkan dalam banyak budaya, hitam juga dikaitkan dengan kematian dan perasaan berkabung. Selain itu, warna ini juga sering kali dikaitkan dengan ketidakbahagiaan, seksualitas, formalitas, hingga kemutakhiran. Sedangkan khusus untuk fashion, warna hitam justru bisa membuat tubuh kamu terlihat lebih langsing.

Baca juga:  Tes Psikologi untuk Mengetahui Kepribadian dan Kondisi Psikologis Seseorang

2.Warna Putih

Pada umumnya, putih menggambarkan kesucian, kedamaian, kekosongan, dan kepolosan. Putih juga dapat melambangkan awal yang baru, serta membuat ruang terasa lebih besar dan luas. Namun, warna putih ini juga dapat menggambarkan perasaan yang dingin, hambar, dan steril. Selain itu, warna putih juga bisa terasa membosankan.

3.Warna Merah

Pada umumnya, merah menggambarkan cinta, gairah, kekuatan, dan kemarahan. Kecerahan warna merah juga dapat membangkitkan emosi dengan kuat. Selain itu, warna merah juga sering kali dikaitkan dengan rasa hangat dan nyaman. Seperti halnya hitam, warna merah juga sering digambarkan sebagai warna yang kuat.

4.Warna Biru

Pada umumnya, biru menggambarkan ketenangan, kestabilan, produktif, dan kesedihan. Warna biru juga dapat memberi perasaan yang tenang, aman, dan damai, serta sering dipandang sebagai tanda stabilitas. Akan tetapi, warna biru juga dapat menciptakan perasaan sedih. Biasanya, warna biru sering digunakan untuk menghias kantor karena penelitian menunjukkan bahwa orang akan cenderung lebih produktif ketika berada di ruangan dengan nuansa warna biru.

5.Warna Hijau

Pada umumnya, hijau menggambarkan alam, keamanan, keberuntungan, dan kecemburuan. Warna hijau juga sudah lama dijadikan sebagai simbol kesuburan. Bahkan para peneliti juga menemukan bahwa warna hijau dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan meletakkan selembar kertas hijau transparan di atas bacaan. Menariknya lagi, warna hijau juga memiliki efek menenangkan dan dapat menghilangkan stres.

6.Warna Kuning

Pada umumnya, kuning menggambarkan kehangatan, kecerahan, perhatian, dan energi. Kuning juga sering kali dilambangkan sebagai hal yang ceria dan hangat. Sebagai warna yang paling terlihat, kuning juga menjadi warna yang paling menarik perhatian. Namun, banyaknya cahaya yang dipantulkan akan membuat warna kuning ini menjadi sulit dibaca. Selain itu, warna kuning juga dapat menciptakan perasaan frustrasi.

Itulah beberapa ulasan singkat arti warna berdasarkan Psikologi Warna yang perlu kamu ketahui. Perlu diingat, bahwa pengaruh warna terhadap Psikologi setiap orang bisa saja berbeda-beda. Karena hal tersebut dapat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pengalaman, selera, maupun budaya masing-masing orang.