Hati-Hati! Kenali Risiko Membeli dengan Paylater

paylater

Di era digital, semua serba praktis dan mudah. Termasuk dalam hal pinjam-meminjam uang. Usai kehadiran aplikasi pinjaman online alias fintech, kini konsep serupa hadir melalui di dalam aplikasi tiga startup, yakni Gojek, Traveloka, dan Ovo. Fitur untuk mengajukan pinjaman dengan mudah di aplikasi-aplikasi tersebut  dan dikenal dengan nama Paylater.

Kemudahan demi kemudahan dimunculkan oleh platform jual beli atau virtual money untuk memanjakan penggunaannya. Dengan kemudahan ini mereka berharap agar para pelanggan atau customer semakin setia dan memiliki keterikatan. Salah satu kemudahan itu adalah fitur Paylater.

Paylater adalah sistem pembayaran yang mirip dengan kartu kredit. Ada limit pemakaian maksimal dan jatuh tempo pembayaran. Umumnya sistem paylater bisa dibayar sekali atau beberapa kali dengan tambahan bunga.

Agar tidak terjebak dalam iming-iming kemudahan produk Paylater dan dapat menggunakannnya secara bijaksana, perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Kenali Besaran Pendapatan Bulananmu

pendapatan bulanan

Aplikasi Paylater memang memudahkan kamu untuk melakukan pembayaran tanpa harus menggunakan uangmu dulu. Tapi kamu harus ingat, bahwa uang yang sudah kamu pinjam tersebut harus dibayar pada bulan berikutnya.

Agar tidak terjebak pada utang yang menumpuk dan bunga keterlambatan, cobalah untuk bijaksana mengambil pinjaman sesuai kemampuan pembayaran.

Perhatikan Prosentase Biaya Tambahan dan Bunga

hati-hati biaya prosentase bunga

Zaman sekarang tidak ada yang namanya gratis, kalaupun ada pasti syaratnya berlapis-lapis. Paylater bukan membantu kamu untuk membeli barang dengan mudah. Namun, meminta kamu untuk beli barang dan membebankan bunga serta prosentase biaya tambahan. 

Intinya kamu diminta untuk berutang. Kalau pun sebenarnya kamu punya uang yang cukup, karena ada iming-iming akhirnya memilih untuk mencicil barang dan akhirnya mau saja membayar biaya tambahan. Kelebihan Paylater hanya durasi pelunasannya yang panjang.

Baca juga:  Hati-Hati! Kenali Perilaku Konsumtif dan Cara Mengatasinya

Oleh karena itu, kalau kamu memang terpaksa menggunakan fitur Paylater ini untuk berbelanja, ada baiknya perhatikan bunga dan biaya tambahan. Kalau masih bisa tercover dengan gaji kamu, tidak masalah menggunakannya. Namun, kalau besar dan tidak sebanding dengan harga barang, lebih baik menabung dulu.

Hati-Hati dengan Sifat Konsumtif

perilaku konsumtif

Sekali menggunakan fitur Paylater dan berhasil, jiwa konsumtif akan semakin naik. Apalagi kamu merasa tidak perlu melakukan transfer dan langsung otomatis terpotong dari limit yang diberikan. Apa saja bisa dibeli dari hal yang memang penting sampai ke hal-hal yang sebenarnya bisa ditunda.

Selanjutnya kalau menggunakan fitur Paylater berkali-kali, mereka akan menawarkan kenaikan besar limit maksimal. Apalagi tidak pernah telat membayar tagihan. Kenaikan limit ini semakin membuat jiwa konsumtif sulit ditahan. Akhirnya kebiasaan untuk membeli banyak hal tidak bisa dihindarkan.

Membebani Keuangan Bulanan

utang aplikasi paylater akan membebani keuangan bulanan
sumber : halodoc

Kalau pemasukan yang kamu miliki banyak dan tidak menggunakan kartu kredit, mungkin Paylater bisa jadi alternatif. Namun, kalau pemasukan tetap sama sementara pengeluaran bulanan lebih banyak karena cicilan, kamu akan mengalami gangguan keuangan.

Selalu ingat kalau Paylater membebankan bunga dan biaya lainnya. Kalau kamu terus berbelanja, biaya ini akan semakin besar dan akhirnya membebani keuangan. Kecuali ada sumber lain yang memang digunakan untuk menutup tagihan. Jika tidak lebih baik dipikirkan dengan baik sebelum membeli sesuatu dengan Paylater.

Menggunakan Lebih dari Satu Paylater

risiko menggunakan lebih dari satu paylater

Sekali mendapatkan kemudahan, peluang untuk mencari kemudahan lain akan besar. Meski tidak semua orang begini, tapi ada yang tergoda untuk menggunakan paylater yang lain. Apalagi kalau limitnya di satu platform sudah habis. Tentu butuh yang lain untuk membeli sesuatu.

Baca juga:  7 Alat Pembayaran Non Tunai Praktis Tapi Bisa Bikin Kantong Tipis

Kalau ada banyak akun Paylaterdipakai untuk membeli sesuatu, setiap bulan tagihan akan datang dalam jumlah banyak. Kalau mampu membayar tidak masalah. Namun, kalau ada yang menunggak tentu akan merepotkan apalagi harus mengalami seperti poin nomor lima.

Telat Bayar dan Denda

bayar denda

Mungkin kamu menganggap kalau menggunakan layanan initidak akan terlalu membebani. Apalagi kalau tidak banyak digunakan atau cicilannya ringan. Namun, kalau kamu sampai telat membayar, biasa saja akan terkena denda dan akhirnya mengeluarkan uang tambahan untuk hal yang tidak perlu.

Denda yang harus dibayarkan umumnya bervariasi dan bergantung dengan perjanjian awal. Biasanya kamu akan dikenai denda sebesar Rp2.000 per hari. Pastikan untuk membayar cicilan Paylater atau tagihan bulan sebelumnya agar tidak terkena denda. Bayangkan kalau paylater yang kamu gunakan lebih dari satu kira-kira ingat membayar cicilan atau tidak?

Paylater memang membantu kamu kalau dalam kondisi darurat. Namun, ada kalanya hal ini malah menjerumuskan. Apalagi kalau kamu memakai lebih dari satu platform dan akhirnya sulit membayarnya. Sedikit demi sedikit lama-lama membuat beban keuangan jadi membengkak.

Akhirnya, daripada menggunakan fitur ini dan membuat keuangan berantakan, lebih baik menabung dahulu. Dengan menabung berbagai barang yang dibutuhkan bisa dibeli secara tunai tanpa bunga dan biaya tambahan lainnya. Selain itu, dengan menabung, akan melatih diri untuk disiplin dalam hal keuangan dan memiliki prioritas. Lebih baik menahan diri daripada menyesal kemudian.

Tags: , , , , , ,

Berita Terbaru