Apa Kamu Sandwich Generation? Begini Cara Mengatur Keuangan

Sandwich generation merupakan fenomena yang bisa dipengaruhi oleh siapa saja yang masih memiliki orang tua. Selain itu, mereka juga memiliki anak-anak yang masih membutuhkan dukungan pada saat waktu yang bersamaan.

Fenomena generasi sandwich ini dikenal pada akhir abad ke-20 yang dikarenakan perubahan rentang hidup dan usia yang lebih tua untuk melahirkan seorang anak. Fenomena ini merupakan sebuah pertanda bahwa para pasangan suami istri sering memiliki anak kecil dan juga orang tua yang lemah pada waktu bersamaan. Untuk mengetahui lebih dalam, simak penjelasannya di bawah ini.

sandwich generation
Sumber: iStockPhoto

Ciri dan Jenis Generasi Sandwich

Generasi sandwich memiliki ciri-ciri yang khas. Peran ganda ini membawa berbagai ciri-ciri khusus yang membedakan mereka dari generasi lain seperti di bawah ini.

1. Masa-masa Peralihan dan Perubahan Peran

Salah satu ciri utama generasi sandwich adalah pengalaman masa-masa peralihan dan perubahan peran yang signifikan. Mereka harus berpindah antara peran sebagai anak yang membutuhkan perawatan dan peran sebagai orang tua yang memberikan perawatan. Hal ini dapat menimbulkan perasaan kewalahan dan kebingungan saat mencoba menyesuaikan diri dengan tuntutan yang berbeda-beda.

2. Beban Emosional dan Fisik yang Tinggi

Generasi ini sering mengalami beban emosional dan fisik yang tinggi. Mereka harus mengatasi tekanan dari dua sisi yang berbeda, yaitu merawat orang tua yang menua dan memenuhi kebutuhan serta perhatian anak-anak mereka sendiri. Beban emosional dapat meliputi perasaan bersalah, kecemasan, dan kelelahan mental. Sedangkan, beban fisik mencakup tugas-tugas perawatan harian yang membutuhkan energi dan waktu yang signifikan.

3. Tuntutan Waktu dan Energi yang Konstan

Generasi tersebut dihadapkan pada tuntutan waktu dan energi yang konstan. Mereka harus membagi waktu mereka antara bekerja, merawat keluarga, dan merawat orang tua mereka. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan keluarga, dan perawatan orang tua membutuhkan perencanaan yang cermat dan manajemen waktu yang efektif. Tantangan ini dapat menimbulkan stres dan tekanan yang konstan.

4. Konflik Peran dan Prioritas

Konflik peran dan prioritas adalah ciri penting lainnya dari generasi sandwich. Mereka sering kali merasa terjebak dalam tuntutan yang saling bertentangan antara merawat orang tua yang menua dan membesarkan anak-anak mereka sendiri. Keputusan yang sulit harus diambil, seperti mengorbankan waktu untuk diri sendiri atau mengabaikan kebutuhan pribadi demi memenuhi tuntutan keluarga. Konflik ini dapat menyebabkan perasaan frustasi dan perasaan tidak puas.

5. Kelelahan dan Tekanan Psikologis

Tantangan yang dihadapi oleh generasi sandwich dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental yang signifikan. Mereka sering kali merasa terus-menerus sibuk dan tidak memiliki waktu untuk istirahat atau perawatan diri sendiri. Kelelahan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan juga mempengaruhi kesejahteraan psikologis, seperti meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi.

Ada 3 macam generasi sandwich berdasarkan rentang usia, antara lain:

  1. Traditional Sandwich Generation
    Tipe ini biasanya terdiri dari orang dewasa berusia 40 hingga awal 50an yang masih harus menanggung beban orang tua sekaligus memiliki anak yang masih membutuhkan dukungan finansial.
  2. Club Sandwich Generation
    Generasi ini berisikan orang dewasa yang memiliki usia 30 sampai 60 tahun. Jika sudah menikah, maka mereka akan diapit oleh orang tua, anak, cucu, atau kakek dan nenek (jika masih ada). Mereka yang berada di kondisi ini harus menanggung kebutuhan hidup dari generasi yang lebih banyak.
  3. Open Face Sandwich Generation
    Sedangkan untuk tipe ini, biasanya mereka akan berisikan siapa saja yang terlibat dalam perawatan orang tua, tetapi bukan secara profesional seperti petugas panti jompo.
Baca juga:  6 Strategi Cerdas Perencanaan Keuangan di Masa Pandemi

Apa Penyebabnya?

sandwich generation
Sumber: iStockPhoto

Berikut penyebab dari generasi sandwich, atau masalah-masalah yang timbul:

1. Kurangnya Kemampuan Mengatur Finansial

Finansial merupakan penyebab utama dari generasi sandwich ini. Hal lain terjadi seperti kegagalan orang tua dalam menyiapkan finansial untuk masa tuanya merupakan salah satunya. Pada saat masa mudanya karena perilaku konsumtif yang tidak terkontrol. Pemasukan yang minim dan pengeluaran yang tinggi tidak bisa dicegah. Perilaku konsumtif ini yang terjadi pastinya bisa membuat rencana finansial untuk masa depan menjadi terhambat sehingga prioritas keuangan menjadi tidak tepat.

2. Membeli Barang-Barang yang Tidak Penting

Membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting atau tidak dibutuhkan juga menjadi penyebabnya pembengkakan pada pengeluaran. Kita harus bisa memilah barang-barang apa yang dibutuhkan. Perilaku konsumtif membuat kita tidak bisa untuk menabung. Jika kita tidak memiliki tabungan untuk masa depan, maka generasi dibawahnya harus menanggung beban hidup dari orang tuanya. Apalagi disaat kita sudah menikah dan memiliki anak, maka generasi sandwich akan terjadi.

3. Orang yang Dulunya Generasi sandwich

Mereka yang dulunya sudah hidup lebih dulu menjadi generasi sandwich, yaitu dengan menghidupi banyak orang di keluarga. Pengeluaran terus membengkak, pendapatan yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan juga keluarganya tentunya akan merasa kesulitan untuk menabung. Pada akhirnya mereka menjadi ketergantungan kepada generasi yang selanjutnya.

Dampak Sandwich Generation

Generasi sandwich menghadapi dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Berikut merupakan dampak yang dapat dialami oleh orang yang terlibat generasi sandwich.

1. Kesehatan Fisik dan Mental

Generasi ini sering mengalami dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Beban yang besar dari merawat orang tua yang menua dan membesarkan anak-anak sendiri dapat menyebabkan kelelahan fisik yang berkelanjutan. Selain itu, tekanan emosional yang tinggi dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi. Oleh karena itu, penting bagi generasi ini untuk menjaga keseimbangan dan merawat kesehatan fisik dan mental mereka dengan baik melalui olahraga, tidur yang cukup, dan perawatan diri yang baik.

2. Karir dan Pengembangan Pribadi

Generasi ini seringkali menghadapi dampak pada karir dan pengembangan pribadi mereka. Tugas dan tanggung jawab ganda dalam merawat orang tua yang menua dan membesarkan anak-anak dapat menghambat kemajuan karir mereka. Waktu dan energi yang dibutuhkan untuk perawatan keluarga seringkali mengurangi peluang untuk pengembangan profesional dan pelatihan tambahan. Oleh karena itu, penting bagi generasi sandwich untuk mencari keseimbangan antara perawatan keluarga dan pencapaian pribadi, serta menjelajahi fleksibilitas dalam karir mereka.

    3. Hubungan Sosial dan Keluarga

    Dampak generasi sandwich juga dapat terlihat dalam hubungan sosial dan keluarga. Beban perawatan ganda dapat menghabiskan waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk membangun dan menjaga hubungan sosial. Generasi ini mungkin merasa terisolasi secara sosial karena keterbatasan waktu dan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman dan anggota keluarga yang lain. Selain itu, konflik peran dan prioritas dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan keluarga. Penting untuk generasi ini untuk berkomunikasi dengan jujur dan membuka diri terhadap anggota keluarga dan teman-teman mereka, serta mencari cara untuk menjaga hubungan sosial yang sehat.

      4. Keuangan dan Stabilitas Ekonomi

      Perawatan orang tua yang menua dan membesarkan anak-anak sendiri juga dapat berdampak pada keuangan dan stabilitas ekonomi generasi sandwich. Biaya perawatan kesehatan dan kebutuhan harian orang tua yang menua dapat menimbulkan tekanan keuangan yang signifikan. Sementara itu, tanggung jawab membesarkan anak-anak sendiri juga memerlukan sumber daya finansial yang cukup. Oleh karena itu, penting bagi generasi sandwich untuk mengelola keuangan mereka dengan hati-hati, mencari bantuan dan sumber daya yang tersedia, serta membuat rencana keuangan yang sesuai dengan situasi mereka.

        Baca juga:  9 Cara Menghemat Uang Paling Ampuh Agar Kamu Cepat Kaya

        Tips Mengatur Keuangan pada Generasi Sandwich

        Agar keuangan yang dikelola tidak amburadul, berikut tips mengelola keuangan bagi para generasi sandwich.

        1. Identifikasi Aset yang Dimiliki

        Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu seluruh aset dan utang yang kamu miliki. Inventarisasi tabungan, piutang, atau aset lainnya seperti tanah, rumah dan lainnya. Dengan mengetahui jumlah aset dan utang yang dimiliki, hal itu akan menjadi garis batas kita dalam mengelola keuangan. Diskusikan juga dengan orang tua bagaimana untuk mengoptimalkan aset tersebut. Harapannya, perencanaan pengelolaan keuangan kita akan lebih mudah dan efektif setelahnya.

        2. Bantu Orang Tua Menyiapkan Dana Pensiun

        Jika orang tuamu masih bekerja, jangan canggung untuk terbuka dengan masalah finansial. Diskusikan kapan mereka akan pensiun serta berapa banyak dana pensiun yang harus dipersiapkan. Bantu mereka untuk memahami hal tersebut. Perencanaan dana pensiun bukan hanya tentang bagaimana dan berapa besar uang pensiun namun juga tentang bagaimana mengelola dana tersebut agar tidak habis dalam waktu singkat. Perencanaan ini menentukan apakah dana pensiun tersebut akan sanggup menopang kehidupan mereka saat tua nanti.

        3. Terbuka pada Orang Tua dan Keluarga

        sandwich generation
        Sumber: iStockPhoto

        Seringkali persoalan yang timbul dalam kehidupan sandwich generation adalah kurangnya keterbukaan antara orang tua dan anak. Hal itu membuat orang tua acap kali menganggap anaknya selalu memiliki uang untuk memenuhi semua kebutuhan, walaupun mungkin tidak demikian. Membicarakan isu finansial dalam keluarga memang bukan hal yang mudah. Akan tetapi, di sinilah peran para generasi sandwich untuk bisa mengedukasi orang tua dan keluarga tentang skala prioritas kebutuhan serta momen untuk terbuka perihal kondisi keuanganmu pada mereka.

        4. Persiapkan Dana Darurat dan Proteksi

        Dana darurat sangat penting bagi generasi sandwich karena masa depan tidak ada yang bisa menerka. Sebagai tiang utama yang menopang semua anggota keluarga, mungkin akan sedikit berat untuk bisa mengumpulkan dana darurat. Walau berat kamu harus tetap berusaha untuk mengumpulkannya. Dana darurat ini nantinya akan membuatmu lebih siap menghadapi situasi yang tidak diharapkan terjadi. Selain itu, lindungilah seluruh keluarga melalui anggaran proteksi seperti asuransi kesehatan. Asuransi juga akan membantumu ketika musibah terjadi. Jika asuransi terlalu mahal, kamu bisa memanfaatkan BPJS yang telah disediakan pemerintah.

        5. Pisahkan Anggaran

        Buat anggaran keuanganmu serta skala prioritas kebutuhanmu. Meskipun kamu tinggal serumah dengan orang tuamu, akan lebih baik jika kamu dapat memisahkan anggaran orang tua dan keluargamu. Dengan pemisahan dana, kamu bisa mengatur kebutuhanmu sendiri, orang tua, dan keluargamu.

        6. Menabung untuk Dana Pensiun

        Teruslah menabung dan persiapkan dana pensiunmu sendiri. Kurangi pengeluaran yang bersifat konsumtif dan bukan prioritas. Mempersiapkan dana pensiun kita sendiri juga penting sebagai jaminan kehidupan kita di masa depan bersama keluarga. Buatlah anggaran rutin setiap bulannya. Ketika kita telah memiliki dana pensiun sendiri, hal itu secara tidak langsung juga akan memutus rantai generasi sandwich bagi anak kita nantinya.

        7. Investasi Saat Keuangan Baik

        Ketika keuanganmu sudah mulai teratur, mulailah berinvestasi. Lakukan investasi yang memang sudah kamu pahami dengan baik keuntungan dan risikonya. Jika perlu, sisihkan secara rutin anggaran untuk investasimu tiap bulannya. Ada baiknya jika penghasilan meningkat, anggaran untuk investasi juga kamu tingkatkan. Jika dikelola dengan baik, investasimu akan sangat membantu mempercepat merealisasikan tujuan finansialmu.

        8. Jaga Kesehatan Fisik dan Pikiran

        Menjadi sandwich generation mempunyai tantangan tersendiri. Beban biaya hidup yang berat mungkin akan membuatmu lupa untuk membahagiakan dirimu sendiri. Tetaplah untuk menjaga kesehatan fisik dan mentalmu. Komunikasi yang baik dengan seluruh anggota keluarga juga penting. Jika kamu merasa kesulitan, jangan ragu untuk membicarakannya dengan mereka. Membagi tanggung jawab sesuai porsinya dengan seluruh anggota keluarga juga akan meringankan bebanmu. Pastikan juga konsumsi makanan serta pola hidup yang sehat untuk menjaga kondisi fisikmu.

        Generasi sandwich adalah fenomena yang semakin relevan dalam masyarakat kita saat ini. Memahami apa itu generasi sandwich, sebab-sebabnya, jenis-jenisnya, ciri-cirinya, dan dampaknya sangat penting. Dengan memahami tantangan yang dihadapi oleh generasi sandwich, kita dapat mencari solusi untuk memutus rantai generasi ini dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi individu dalam peran ini.